Selasa, 28 November 2017

Berhadiah Puluhan Juta Rupiah, Quiz Seputar Glaucoma Dibuka Untuk Umum

Berhadiah Puluhan Juta Rupiah, Quiz Seputar Glaucoma Dibuka Untuk Umum

Glaukoma adalah penyebab kebutaan tertinggi ke dua setelah katarak, di Indonesia maupun di dunia, Masalah kebutaan di Indonesia merupakan masalah sosial. Penanggulangan kebutaan tidak dapat dilakukan oleh Kementerian Kesehatan saja, tetapi harus dilaksanakan bersama lintas sektoral terkait, swasta, dan masyarakat, untuk itu beberapa tokoh masyarakat yang peduli tentang Penyakit Glaucoma mendirikan Yayasan Glaukoma Indonesia (YGI).

Kebutaan karena penyakit glaukoma dapat dicegah dengan melakukan deteksi dini mengenai adanya peningkatan tekanan pada bola mata, Untuk itu dalam upaya mencegah adanya kebutaan akibat Glaukota, Yayasan Glaukoma Indonesia, merasa tergerak untuk memberikan pelayanan kesehatan mata dan bantuan khususnya dalam mengatasikebutaan mata permanen karena glaukoma.

Ketua Yayasan Glaukoma Indonesia, Arleen Djohan, SH pada wartawan menegaskan, bahwa salahsatu upaya sosialisasi tentang Glaukota, YGI kini menggelar Quiz seputar penyakit Glaukoma, peserta terbuka bagi warga Indonesia di seluruh daerah, dengan cukup mendaftar lewat website www.glaukoma.or.id dan masuk ke Quiz, disitu bisa mendaftar dan akan memperoleh pertanyaan seputar Glaukoma, tegasnya.

 
Saat ini sudah 200 peserta yang mendaftar, namun pendaftaran masih terbuka, ini dalam upaya memberitahukan pada masyarakat luas, akan pentingnya deteksi dini terhadap penyakit mata glaucoma penyebab kebutaan permanen. Untuk Quiz mengambil tema, “Mata Kita Jendela Dunia”, peserta cukup mendaftar dan mengirimkan Foto Copy KTP dan mengirimkan tentang Jawaban, untuk informasi lengkap juga bisa diperoleh dari Facebook.com/Glaukoma, Instagram @yayasanglaukoma serta twitter @glaukomaindo, untuk pemenang juara 1 akan memperoleh hadiah uang 30 Juta Rupiah, juga II mempeleh 20 Juta dan juara III memperoleh uang tunai 10 Juta, silahkan bagi masyarakat juga Mahasiswa yang ingin berpartisipasi dalam Quiz World Glaukoma Week, papar Arleen Djohan, SH.

Saat ini seluruh peserta harus menjawab pertanyaan yang dikirim panitia, dan akan dilakukan seleksi awal atau penyisihan, pertanyaan cukup mudah multi polchoise dan mengirim foto, karena jawabannya juga sudah tersedia, nantinya akan dilanjutkan ke babak Semifinal dan akan diambil 50 orang dengan harus menjawab 5 pertanyaan, dan akan disaring menuju penjaringan Finalis, bagi masyarakat yang tertarik silahkan turutserta, dibuka hingga 30 November 2017, tegasnya.

 
Arleen Djohan SH juga menegaskan, bahwa Quiz World Glaukoma Week ini digelar juga dalam upaya menyadarkan masyarakat serta memberikan kesadaran akan resiko Glaukoma, karena kebutaan karena penyakit Glaukoma akan berdampak pada kebutaan permanen, karena itu semua orang harus tau, kalau memang ada yang terkena Glaukoma maka harus jaga, jangan sampai ruas panjang menjadi menyempit, kalau masyarakat memahami, maka jika menderita Glaukoma harus menjaga aturan yang benar, ke dokter yang benar dan meminum obat yang benar, Kalau seseorang sudah tau, maka harus mawas diri, ungkapnya.

Arleen Djohan SH yang juga dari Komite Multifel Distrik MD 307 Lions Club Indonesia, juga mengaku telah banyak berbuat untuk membantu masyarakat, dan kegiatan yang segera digelar antara Lions Club, Yayasan Glaukoma Indonesia serta PERNUSA adalah bhakti sosial memberikan Kaca Mata gratis di beberapa sekolah di Jakarta Timur dan Jakarta Utara, serta melakukan pemeriksaan mata gratis. Dan pemeriksaan mata maupun bantuan kacamata akan digelar serantak di seluruh Indonesia, oleh Distrik-distrik wilayah masing-masing, tambahnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Ketua Umum Perjuangan Rakyat Nusantara (Pernusa), KP Norman Hadinegoro menegaskan, bahwa Pernusa juga akan turutserta dalam kegiatan bhaksos bersama Yayasan Glaukota Indonesia dan Lions Club, yaitu pemeriksaan mata dan bantuan kaca mata, pemeriksaan mata secara dini diharapkan akan membantu anak-anak SD maupun SMP untuk lebih waspada dalam menggunakan HP/Android maupun Komputer agar tidak berlebihan, kita juga akan memberikan penyuluhan tentang penyakit mata, ungkapnya. (Nurul).

0 komentar:

Posting Komentar