Minggu, 19 November 2017

Pantauan DPW PERNUSA BENGKULU UTARA, Beberapa Proyek bersumber dari DAK (APBD) Tahun 2017 di Bengkulu Utara DIDUGA MENGUAP

Pantauan DPW PERNUSA BENGKULU UTARA, Beberapa Proyek bersumber dari DAK (APBD) Tahun 2017 di Bengkulu Utara DIDUGA MENGUAP


Pembangunan jalan aspal Hotmix dari Desa Karya Jaya sampai Desa Suka Baru, Kecamatan Marga Sakti Sebelat Kabupaten Bengkulu Utara. 
Volume kegiatan sekitar : 5 Km Sumber anggaran DAK APBD KAB. BU tahun anggaran 2017: Rp 11 miliar Waktu pengerjaan: 25 Desember harus selesai
Kontraktor: PT Kawan Sehati.

Sementara berdasarkan pantauan terkini 19 November 2017 di lapangan. Kondisi pengerjaan proyek masih dalam tahap base A dan base B. Dana anggaran proyek diduga menguap karena dalam spesifikasi proyek tidak ada pembangunan sirinf atau saluran drainase. Pasalnya untuk pengerjaan setiap jalan hotmi per/Km menghabiskan anggaran Rp 1 Miliar. Kalau kita hitung dengan estimasi biasa jelas anggaran Rp 11 miliar itu berlebih. Diiduga kuat juga, proyek tersebut di pegang oleh Seseorang DPRD BU, A.H dengan melibatkan kontraktor yang tak lain masih ada ikatan dari keluarganya.

Pengerjaan proyek kedua, Pembangunan jalan aspal hotmix Desa Air Pandan, Kecamatan Putri Hijau, Kabupaten Bengkulu Utara. Volume kegiatan sekitar 2,6 Km Sumber anggaran DAK APBD Kab. BU tahun anggaran 2017 Rp 6 miliar lebih.
Waktu pengerjaan 25 Desember selesai Kontraktor PT Kawan Sehati Sementara pengerjaan proyek hingga 19 November 2017. Masih dalam kondisi penimbunan material Base B. Diduga juga, proyek tersebut nguap ke sejumlah pihak.

Dalam pembangunan tidak ada siring atau draenase, proyek ini di kerjakan oleh kotrantor yang sama dan tidak miliki AMP.


Pengerjaan proyek ketiga adalah Pembangunan jembatan gantung pasca rekonstruksi di Desa Tanjung Alai ,Kecamatan Napal Putih Bengkulu Utara. yang bersumber dari BPBD BU anggaran tahun 2017.

Pembangunan jembatan gantung ini mengunakan konstruksi lantai berbahan besi dengan panjang jembatan sekitar 20 meter dan lebar 2 meter. Total anggaran proyek senilai Rp 1,5 miliar. Belum lama ini pejabat PPTK dari BPBD BU terkena OTT oleh tim Saber Pungli Polres BU. Karena ketahuan memeras kontraktor PT Riezki dengan bermain di pencairan termin pencairan dana proyek atau jatah untuk PPTK ini sekitar Rp 200 juta. Sementara ini kegiatan proyek dalam keadaan 30 persen. masih terus berlangsung dengan batas pengerjaan 25 Desember.


Pengerjaan proyek keempat. Masih sama, proyek jembatan gantung. Lokasi di Desa Talang Berantai, Kecamatan Ulok Kupai Bengkulu Utara yang bersumber dari BPBD BU anggaran tahun 2017.

Pembangunan jembatan gantung ini mengunakan konstruksi lantai berbahan besi dengan panjang kurang lebih 20 meter dan lebar 2 meter. Total anggaran sekitar Rp 1,4 miliar. Proyek masih berjalan dengan kondisi sekitar 50 persen. Batas waktu pengerjaan hingga 25 Desember dan di kerjakan oleh CV Arma Putra. 



Mutasi jabatan sarat KKN pejabat diduga syarat korupsi. Kondisi ini menimpa sejumlah nama pejabat di lingkungan kecamatan Putri Hijau dan Ulok Kupai. Informasi yang di dapat, mutasi yang dilakukan Bupati BU ini penuh dengan syarat korupsi. Pasalnya jeda muatasi yang dilakukan kerap berkelanjutan dengan aku yang cukup dekat dan tidak sesuai dengan SDM dan jabatan yang diberikan. Bahkan mutasi jabatan yang dilakukan Bupati BU, ini di kabarkan melibatkan orang dekat sebagai pengatur pejabat yang ingin mnduduki jabatan strategis di lingkungan kecamatan, sekolah hingga pejabat teras di SKPD. Diantaranya yang pernah menjadi korban karena tidak memiliki sejumlah uang dan terpaksa di mutasi akibat bersuara lantang dalam menyampaikan pendapat adalah. Mutasi mantan Camat Putri Hijau, K AM, yang dulunya sempat menjabat sebagai sekdis di Dinsos BU selama 1 Bulan di pindah lgi menjadi staf biasa. Kepala Puskesmas Sebelat, Putri Hijau dr R.S yang sekarang di nonjobkan sebagai dokter biasa. BS yang sebelumnya menjabat Kasi PMD di Kecamatan Marga Sakti Sebelat, harus di nojobkan setelah mendapat telpon dari anak Bupati BU.

Saat DPW Pernusa Bengkulu Utara melakukan konfermasi ke tokoh Masyarakat Bengkulu Utara, seperti Mbah Silo dan Mbah Edi Purnomo (Pakde Sopoyono) keduanya membenarkan, bahwa proyek tersebut menguap dan sarat KKN. (Red)

0 komentar:

Posting Komentar