Rabu, 08 November 2017

Semangat Hari Pahlawan, Universitas Prof. Dr Moestopo (Beragama) Gelar Berbagai Kegiatan Sosial


Semangat Hari Pahlawan, Universitas Prof. Dr Moestopo (Beragama) Gelar Berbagai Kegiatan Sosial

Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) sebagai salahsatu lembaga pendidikan yang didirikan oleh Pejuang Kemerdekaan yang juga seorang Pahlawan Nasional, Prof. Dr Moestopo, kini seluruh Civitas Akademika juga meneruskan perjuangan beliau, dimana Sosok Prof. Dr Moestopo adalah seorang dokter gigi Indonesia, pejuang kemerdekaan, dan pendidik. Dia dinyatakan sebagai Pahlawan Nasional pada oleh Negara. dan pada tahun 1961 Prof. Dr Moestopo mendirikan Universitas Prof. Dr Moestopo (Beragama), hal tersebut di ungkapkan Warek III, Bambang Winarso disela acara Press Gathering di Kampus jalan Hanglekir 1/8 Jakarta Pusat.

Lebih jauh dijelaskan, saat itu Prof. Dr Moestopo berjuang melawan penjajah Belanda maupun Jepang dengan perjuangan fisik, dan saat ini kita berjuang melawan kebodohan dan kemiskinan melalui pendidikan, sebagaimana cita-cita beliau Prof Moestopo, dan saat ini seluruh Dosen, Karyawan serta Mahasiswa dan Alumni juga terus berjuang ditengah rakyat Indonesia sesuai bidang ilmu masing-masing, seperti Pengobatan Gigi gratis yang digelar secara rutin di beberapa daerah, paparnya.

Sementara Dosen Universitas Prof Dr Moestopo (Beragama) Dwi Ajeng Widarini juga menegaskan, bahwa Universitas Prof. DR Moestopo (Beragama) kini terus membangun jaringan Literasi Digital bersama 25 Perguruan Tinggi lain di Indonesia, hal ini dilakukan karena  merebaknya informasi maupun berita hoax , terorisme, hingga cyberbullying di era digital ini.

Diakuinya berbagai upaya terus dilakukan jajaran Dosen maupun Mahasiswa Universitas Prof. DR Moestopo (Beragama), dalam melakukan sosialisasi dan edukasi literasi digital ke tengah masyarakat, baik ke sekolah-sekolah, Majelis Taklim, Kelompok Ibu-ibu PKK, Workshop, Seminar, bahkan memberikan Konsultasi gratis bagi yang menginginkan, ini semua adalah bagian pengabdian masyarakat sebagai salah satu tiang Tridarma Perguruan Tinggi, paparnya.

Dwi Ajeng Widarini juga menegaskan, bahwa Penyebar maupun yang mengkonsumsi Hoax saat ini mulai dari anak-anak hingga orang yang berpendidikan tinggi, hal ini sungguh sangat mengkawatirkan karena banyak yang percaya begitu saja informasi hoax, untuk itu semua kalangan perlu mendapatkan literasi digital. Ini harus jadi tanggungjawab bersama, untuk itu Universitas Prof. Dr Moestopo (Beragama) juga merangkul berbagai pihak, disamping lembaga pendidikan lain, juga Institusi Pemerintah seperti Kominfo, Perpustakaan Nasional serta instansi lainnya.

Dalam bimbingan ke Masyarakat, saat ini sudah dibuatkan modul yang digunakan di berbagai tingkatan, karena penyampaian pada anak dengan orang dewasa pasti berbeda, ini butuh metode khusus dalam menyampaikan dalam memerangi informasi Hoax, tegasnya.(Nurul)

0 komentar:

Posting Komentar