Kamis, 07 Desember 2017

Lantamal IV Amankan Tugboat dan Tongkang Berbendara Malaysia diduga Dirompak di Perairan Indonesia

Lantamal IV Amankan Tugboat dan Tongkang Berbendara Malaysia diduga Dirompak di Perairan Indonesia

BINTAN - Jajaran Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) IV Tanjungpinang berhasil  mengamankan Tugboat (TB) Ever Prosper dan Tongkang (TK) Ever Omega berbendera Malaysia yang diduga telah dirompak sekitar 70 mil dari Pulau Tambelan. Diduga perompakan kapal tersebut permainan dari nahkoda kapal dan anak buah kapal (ABK).

Komandan Lantamal IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI R Eko Suyatno mengatakan, pihaknya mendapat informasi kejadian dari Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APPM) telah terjadi perompakan terhadap TB Ever Prosper dan TK Ever Omega pada 22 November lalu. Kapal tersebut dirompak pada posisi 02°12'46"U - 107°06'33'T ° 176 Nautical Mil Timur Laut Pulau Lima dan 123,5 Nautical Mil dari Zona Ekonomi Eksekutif (ZEE). Kapal dengan ABK 10 orang bermuatan minyak Crude Palm Kernel Oil (CPKO) sebanyak 3.696 ton dirompak dalam perjalanan dari Bintulu, Serawak, Malaysia menuju Butterworth Pulau Penang, Malaysia, 

"APMM meminta bantuan kepada kita (TNI AL) untuk mencari kapal yang dirompak. Wilayah kejadiannya berada di lokasi Tambelan," kata Eko di Pangkalan Lantamal IV Mentigi, Tanjunguban, Bintan, Kamis (7/12). 

Menindaklanjuti informasi tersebut, kata Eko, langkah yang diambil inteligen Lantamal IV  melaporkan ke Koarmabar. Tindakan yang dilaksanakan memerintahkan unsur gelar operasi dan Guskamlabar untuk melakukan pencarian. Guspurlabar memerintahkan KRI Halasan 630 untuk melaksanakan pencarian terhadap kapal tersebut. 

"Ditemukan pada posisi 02.50'00" U-107 10' 00 T dengan kondisi ABK selamat," kata dia. 

Untuk saat ini, Lantamal IV masih melakukan penyelidikan terhadap dugaan perompakan tersebut. 10 ABK TB Ever Prosper dan TK Ever Omega terdiri dari 9 orang warga Indonesia dan 1  berkewarganegaraan India  saat ini berada di Pangakalan Lantamal IV Mentigi Tanjunguban untuk menjalani pemeriksaan. Eko menyampaikan dari keterangan ABK bahwa kapalnya dibajak oleh tiga orang menggunakan spedboat. Perompak naik ke kapal dengan menodongkan pistol dan parang. 

"Perompak mengikat ABK TK Ever Prosper  berjumlah 8 orang dan 2 ABK TK Ever Omega," kata dia. 

Eko menjelaskan perjalanan kapal tersebut sangat strategis disebabkan karena modus kejahatan yang dilakukan yaitu pembajakan TB Ever Prosper yang akan dilarikan ke wilayah Malaysia Barat. Para perompak ingin merompak karena memiliki keuntungan nominalnya sangat besar. 

"Perompakan seperti ini modus baru, kita akan pelajari dulu kejahatan seperti ini," kata dia. 

Saat disinggung apakah nahkoda dan ABK bermain dalam kasus ini, kata Eko, sekarang pihaknya masih mendalaminya terlebih dulu. Menurut dia, nahkoda dan ABK tidak menutup kemungkinan terlibat dalam kasus ini. "Dugaan awal perompakan, namun belum terjadi. Bisa saja mereka (nahkoda dan ABK) bermain. Kita akan selidiki dulu peran masing-masing," kata dia. 

Handrianto, salah seorang ABK mengatakan kapalnya membawa bahan minyak kelapa sawit dari Bintulu menuju Penang. Namun, saat ditanyakan terkait perompakan Hendrianto enggan menjawabnya. "Langsung ke kapten saja, saya kurang tahu," kata Hendrianto singkat.

0 komentar:

Posting Komentar