Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E., S.Sos, M.M. Lanjutkan Pimpin Angkatan Udara 

Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E., S.Sos, M.M. Lanjutkan Pimpin Angkatan Udara 

Marsekal TNI Yuyu Sutisna. S.E.,S.Sos. M M., menjadi Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) ke 22 menggantikan Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.IP. Pelantikan dan pengambilan sumpah oleh Presiden Joko Widodo dilaksanakan di Istana Negara. Jakarta, Rabu 17/1/18. Sedangkan serah terima jabatan Kasau digelar di Lanud Halim Perdanakusuma. Jakarta, Jumat, (19/1/18).

Pada pelantikan kali ini. setelah penandatanganan berita acara pengangkatan menjadi Kepala Staf Angkatan Udara yang disaksikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. S.IP dan Kapolri Jenderal Pol Tito Kamavian, Presiden menyematkan langsung tanda kenaikan pangkat kepada Marsdya TNI Yuyu Sutisna menjadi Marsekal TNI. Presiden Jokowi melepas tiga bintang di pundak Kasau yang baru dilantiknya dan menggantikan dengan empat bintang. Dengan penyematan tanda pangkat ini, mantan Wakasau ini resmi berpangkat Marsekal TNI.

Marsekal TNI Yuyu Sutisna dikenal sebagai fighter (penerbang tempur) pesawat tempur F-5E Tiger II setelah lulus Sekolah Penerbang (Sekbang) Angkatan Udara tahun 1987 dan Pendidikan Transisi pesawat F-5 tahun 1989. Kariemya diawali sebagai Perwira Penerbang Skadron Udara 15 Lanud lswahjudi, Madiun. kemudian tahun 1988 menjadi Perwira Penerbang di Skadron Udara 14 Lanud Iswahyudi Madiun, yang merupakan home base pesawat tempur F-5E Tiger Il. Tahun 1994 hingga tahun 1995 berdinas di Skadron Pendidikan 101 Lanud Adisutjipto sebagai instruktur penerbang.

Tahun 1995 kembali mengabdikan diri di Skadron Udara 14 Wing 3 Lanud lswahjudi hingga tahun 1998 sebagai Komandan Flight Ops "B", Komandan Filght “A” dan Kepala Dinas Operasi (Kadisops). Masih di Lanud lswahyudi Madiun, tahun 1999 menjabat sebagai Kasi Baseops Dinas Operasi selama dua tahun. Semakin memantapkan kariernya sebagai penerbang F-5, tahun 2001, Letkol Pnb Yuyu Sutisna memimpin Skadron Udara 14 hingga tahun 2003.

Kariernya sebagai penerbang F-5 tak diragukan lagi bahkan sudah mencapai 2000 jam terbang Iebih.Di Indonesia tercatat hanya ada enam penerbang pesawat tempur F-5 yang sudah membukukan 2000 jam terbang termasuk Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna. Penerbang pesawat F-5 yang sudah meraih 2000 jam terbang lebih, juga pemah menjabat Kasau adalah Marsekal TNI (Pum) Djoko Suyanto. "Lion" adalah call sign-nya sebagai penerbang F-5. Bagi "Lion” menjadi tentara, apalagi penerbang tempur sebenarnya jauh dari harapan, namun kegigihan usaha dan doa membawanya pada fase-fase kesuksesan hidup dan kariernya.

Jabatan strategis lainnya yang pernah diemban setelah Komandan Skadron Udara 14 diantaranya Pabandya Ops Kas Kohanudnas, Atase Pertahanan Rl di Washinton DC, Amerika serikat, Asops Kaskohanudnas, Pangkosekhanudnas III Medan. Danlanud lswahyudi Madiun, Kaskoopsau II, Pangkoopsau I dan Pangkohanudnas. Sebelum dilantik menggantikan Marsekal TNI Hadi Tjahjanto sebagai Kasau, Marsekal TNI Yuyu Sutisna mengemban tugas sebagai Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakasau).

Terlahir dan keluarga sederhana di Bandung pada 10 Juni 1962, Marsekal TNI Yuyu Sutisna teman satu angkatan dengan Marsekal TNI Hadi Tjahjanto di AAU tahun 1986. Selain piawai menerbangkan pesawat tempur, Marsekal TNI Yuyu Sutisna juga “jago" di berbagai sekolah dan pendidikan. Sekkau Angkatan ke-59 tahun 1996 meraih Iulusan terbaik, Seskoau Angkatan ke-36 tahun 2000, lulusan terbaik, Sesko TNI Angkatan ke-37 tahun 2010 peringkat I TNI AU dan peringkat 3 untuk umum. Kursus Lemhannas Angkatan 19 tahun 2013 juga peringkat satu untuk TNI dan Polri serta peringkat 2 untuk umum. Menikah dengan Ayuning Dewanti dan dikaruniai dua putri serta satu orang putra yaitu Nadya Afiefa Putri. Hafiz Prasetia Akbar, dan Annisa Elsia Pramesti.

Serah terima jabatan Kepala Staf Angkatan Udara ini merupakan rangkaian dan rotasi pimpinan pucuk TNI dimana Kasau Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menggantikan Jenderal TNI Gatot Nurmantyo sebagai Panglima TNI. Pelantikan dan pengambilan sumpah Panglima TNI dilaksanakan di Istana Negara, Jakarta. 8 Desember 2017.(Nurul)

0 komentar:

Posting Komentar