Prajurit Dan Persit Yonif Para Raider 501 Kostrad Terima Pembekalan Dari Bintal Kostrad

Prajurit Dan Persit Yonif Para Raider 501 Kostrad Terima Pembekalan Dari Bintal Kostrad

(Penkostrad. Selasa, 23 Januari 2018). Dalam meningkatkan Mental Prajurit, 520 Prajurit dan Persit Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI – PNG Yonif Para Raider 501/BY mengikuti kegiatan Pembekalan Bintal yang di sampaikan oleh tim Pembinaan Mental Kostrad di Aula A.H Simanjutak Yonif Para Raider 501/BY Madiun,Senin (22/01/2018).

Dansatgas, Mayor Inf Eko Antoni Candra L saat dalam sambutannya mengucapkan selamat datang tim dari Bintal Kostrad dan juga ucapan terimakasih atas kesediaanya meluangkan waktunya dalam rangka memberikanpembekalan terhadap prajurit dan Persit Yonif Yonif Para Raider 501/BY.

Komandan Batalyon mengungkapkan, kegiatan Bintalidjuang ini sangat bernilai positif bagi prajurit Batalyon Infanteri Para Raider 501/BY dihadapkan dengan tugas yang akan di embanya yaitu melaksanakan tugas operasi wilayah perbatasan darat RI-PNG.

“Bagi seluruh prajurit Satgas agar lebih konsentrasi dalam mengikuti kegiatan ini apabila kurang paham/mengerti harus bertanya sehingga pada saat melaksanakan tugas nantinya bisa lancar, aman dan tidak ada prajurit yang melanggar peraturan/hukum yang berlaku,” tegas Danyon.

Adapun beberapa penekanan yang disampaikan Letkol Inf Jasarudin dalam pembekalannya diantaranya Bintal Fungsi Komando (BFK), Bintal Rohani terwujudnya Imtak (keimanan, ketaqwaan dan akhlak/moral), Bintal Ideologi terwujudnya Nasionalisme (soliditas,disiplin, kesetiaan kepada NKRI), Bintal Kejuangan terwujudnya Militansi (relaberkorban, pantangmenyerah, keperwiraan,keteladanan dan etos kerja).

“Pembinaan mental adalah sangat penting dan mempunyai nilai strategis dalam rangka untuk membangun mental prajurit baik dari aspek kerohanian, mental ideologi maupun mental psikologi, apalagi prajurit yang akan melaksanakan tugas operasi pengamanan perbatasan Negara lebih khusus yang tugas di wilayah pedalaman dan terluar wilayah NKRI, sehingga prajurit tersebut memiliki pola fikir, pola sikap dan pola tindak sesuai dengan kode etik keprajuritan serta selalu memiliki rasa nasionalisme yang tinggi dan selalu berpegang teguh kepada Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan 8 wajib TNI.

0 komentar:

Posting Komentar