PRODUK NARAPIDANA EKSIS DI KONFRENSI INTERNASIONAL UNODC

PRODUK NARAPIDANA EKSIS DI KONFRENSI INTERNASIONAL UNODC


Wina - INFO PAS, Produk unggulan narapidana Indonesia menjadi bagian pada Exploring UNODC Support Towards a Global Brand of Prison Products, di Wina (24 - 25/1). "Konfrensi ini mendikusikan stadar internasional berkaitan dengan produk - produk narapidana, agar dapat di manajemen sesuai dengan Standard Minimum Rules PBB tentang Pembinaan dan Perlakuan terhadap Narapidana, " jelas Sri Puguh Budi Utami, Sekretaris Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

Utami menjadi salah satu delegasi mewakili Indonesia, selain Direktur TI dan Kerjasama, Aman Riyadi, Kabag PP, Itun Wardhatun Hamro , Kasubag RPG, Irwan Rahmat Gumilar dan Karutan Rangkas Bitung, Aliandra H.

Menurut Utami konfrensi ini menjadi ajang diskusi yang sangat baik untuk membahas bagaimana produk - produk narapidana dapat sampai ke level Internasional
"Perlu diingat produksi warga binaan kjta telah dieksport ke manca negara, " ungkapnya bersemangat, "Kita memiliki segudang hasil karya indah, bernilai guna dan tentunya bernilai jual, yang dihasilkan oleh para warga binaan kita. Belum lagi ke - khas an yang kita miliki, karena didukung kekayaan tradisi provinsi - provinsi Indonesia."

"Batik yang ada di banyak Lapas kita seperti di Nusa Kambangan, Cipinang, Kutuarjo dan beberapa lapas lain. Kita mensupport Seni Karya Nasional Batik, yang telah diakui UNESCO sebagai budaya warisan Indonesia.
Ia pun menyebutkan beberapa karya narapidana lainnya, seperti Tenun, Songket, Ukiran, dan beberapa produk fashion, produk industri dan juga karya seni lainnya.

Aman Riyadi pun menyampaikan antusiasnya terhadap konfrensi ini. Selain menjadi ajang diskusi untuk peningkatan dan pengambangan hasil karya narapidana, namun juga menjadi sharing knowledge yang strategis antar negara peserta .
"Kita juga dapat mengembangkan kerjasama, baik dengan negara negara pexerta maupun organisasi dunia. Intinya bagaimana caranya produk kita berada di jajaran kelas dunia, baik dari sisi keindahan, kebutuhan pasar dan bernilai ekonomi, " ucapnya.
Aman pun mengingatkan tulisan yang terpampang pada banner UNODC "Program pembinaan dalam penjara adalah kunci untuk melindungi masyarakat dan mengurangi residivis."

Konfrensi ini diprakarsai oleh UNODC (United Nations Office on Drugs and Crime). Acara diawali oleh sambutan yang disampaikan Mr. Oliver Stolpe, Senior Project Officer UNODC. Diikuti 20 Negara dan 5 Organisasi Kemasyarakatan Dunia. 

Berlangsung selama 2( dua hari), yang diisi sesi - sesi menarik mengenai Lapas berbasis program kerja dan produksi narapidana. Kendala, kesempatan, mekanisme dan strategi produksi dan pemasaran yang tepat bagi pengembangan kegiatan kerja narapidana dan produknya. 

"Kita juga membahas upah, mencakup manfaatnya dan alternatif upah, kerjasama publik atau privat, bagaimana strategi untuk memastikan keberlanjutan produktivitas, bagaimana pemasaran produk narapidana ini dapat berjalan lancar dan kontinyu " cerita Utami di sela break session.

"Namun yang lebih penting, setelah konfrensi ini, balik ke tanah air, kita akan lebih kuat mendorong produktivitas program kerja karya warga binaan, mendukung kearifan lokal dan mensupport nilai seni budaya masing masing daerah, dengan tetap berusaha menaikkan nilai jual, yang muaranya adalah terciptanya manusia mandiri baik secara hukum maupun ekonomi," pungkas Utami.

0 komentar:

Posting Komentar