Spektakuler Itu Digital, Bukan Sekedar Ingin Meraih MURI

Spektakuler Itu Digital, Bukan Sekedar Ingin Meraih MURI

Bagi penyelenggaraan sebuah event, tidaklah salah jika ingin masuk dalam Pemecahan Rekot MURI, namun menurut Tokoh Muda Betawi yang juga Ketua Betawi Bangkit, David Darmawan, bahwa pemecahan rekor MURI dengan Dodol terpanjang dalam iven “Bekasi Jaman NOW” yang digelar Dinas Pariwisata dan Budaya Kota Bekasi bersama Bank BRI, yang akhirnya makanan khas Betawi tersebut terinjak-injak akibat rebutan, merupakan pelecehan terhadap budaya bangsa, karena Dodok Betawi adalah sajian menu sakral yang disajikan pada upacara tradisional Betawi.

"Dodol bagi masyarakat Betawi itu bukan cuma makanan. Itu memcerminkan budaya guyub, gotong royong. Makanan yang wajib ada pada hari-hari besar, seperti Idul Fitri. Saat upacara adat, juga saat pernikahan adat, Dan kalaupun hanya dipandang makanan, harus tetap dihormati, tidak untuk diinjak-injak", tegas David Darmawan, usai menyaksikan pesta rakyat spektakuler "Bekasi Jaman Now" yang digelar Pemkot Bekasi dalam rangka HUT Ke-21 Kota Bekasi, Minggu (11/2).

David mengaku sangat prihatin dengan kejadian dodol yang menjadi rebutan dan terinjak-injak oleh massa dalam pesta rakyat tersebut, dimana pada pesta rakyat "Bekasi Jaman Now" yang digadang-gadang spektakuler, memang digelar berbagai kegiatan ekonomi, olahraga, seni, musik dan budaya, yang salah satunya adalah pemecahan rekor MURI Dodol Terpanjang di Dunia.

"Tadinya saya pikir ditaruh di atas meja, bukan digantung jadi pembatas jalan begitu. Yang jelas rebutan dan menginjak-injak makanan itu sama sekali tidak mencerminkan budaya bangsa Timur, khususnya Indonesia, apalagi budaya Betawi, yang sangat menghargai makanan. Dimana letak budayanya itu (menginjak-injak makanan) ?", terlebih lagi, dodol dalam budaya Betawi memiliki makna tersendiri sehingga menjadi salah satu menu yang wajib ada saat hari-hari besar, saya kira dari budaya manapun, pasti kita menghargai makanan. (kejadian) ini karena eo-nya hanya sporadis, tegas David saat jumpa PERS di salahsatu galeri caffe di areal tersebut.

Menurut David, alih-alih mau spektakuler, pesta rakyat "Bekasi Jaman Now" yang digelar Pemkot Bekasi ini hanya berkesan hura-hura, konsumtif dan hedonisme. Jauh dari memuliakan akar budaya masyarakat setempat, tambahnya.

"Ada yang salah dalam mindset eo/ marketing/ panitia penyelenggara. Karena Bekasi Jaman Now itu harusnya inklusif (31/1/18, 3:13:20 PM: Kintan Daai TV: https://youtu.be/9nGY_o_qh2s), dan spektakuler itu harusnya digital (31/1/18, 3:13:45 PM: Kintan Daai TV: https://youtu.be/zOG-ecgTC44). Jadi bukan sekedar hura-hura, konsumtif apalagi hedonistik begitu", pungkas David. (Nrl)

0 komentar:

Posting Komentar

 

SEL SURYA

SEL SURYA