TNI AL TANGKAP TNI GADUNGAN

TNI AL TANGKAP TNI GADUNGAN

Jakarta, 28 Februari 2018 – TNI Angkatan Laut dalam hal ini Satgas Pengamanan Penerimaan Calon Prajurit TNI  mengamankan seorang TNI AL gadungan yang telah melakukan penipuan, Rabu (25/2) di Jalan Muyin Nomor 27 RT 006 RW 06 Jati Cempaka,  Pondok Gede.

TNI AL gadungan tersebut mengaku sebagai perwira TNI AL dengan nama Mayor Laut (P) Suryo berdinas di Lapetal,  Mabesal. TNI AL gadungan yang ditangkap bernama Selamet Surmiyanto (44 tahun) berdomisili  di Trunan RT 09 RW I Tidar Selatan,  Magelang,  Jawa Tengah, pekerjaan karyawan swasta.Setiap hari Selamet selalu menggunakan pakaian  dinas TNI AL (PDH, PDL TNI dan PDL KRI) dengan tujuan digunakan untuk sarana penipuan.

Sasaran tindakan kejahatannya adalah masyarakat sipil yang sedang mengikuti seleksi penerimaan calon Prajurit TNI AL.  Dalih penipuannya bisa meluluskan para calon yang mengikuti tes dapat  diterima  menjadi prajurit  TNI AL. Syaratnya dengan  memberikan sejumlah uang yang jumlahnya  mencapai ratusan juta rupiah. Para korban percaya karena, Selamet selalu menggunakan atribut TNI AL. 

Kronologis penangkapan bermula, Satgaspam penerimaan Calon Prajurit TNI AL malaksanakan penyelidikan di rumah Ibu Eny yang beralamat di Jalan Muyin dan berhasil mengamankan pelaku penipuan tersebut beserta barang bukti berupa pakaian dinas PDH, PDL dan PDL KRI, dan 2 butir amunisi tajam (Caliber 5,56 Mm dan 38 Special) serta  Air Soft Gun.

Aksi penipuan yang dilakukan Selamet  menggunakan atribut TNI AL sejak tahun 2010 dengan jumlah korban sebanyak 3 orang. Berdasarkan kesaksian dari saudara Abdul pekerjaan Security Garda Otto Kelapa Gading Jakarta Utara yang telah ditipu oleh Selamet (waktu itu mengaku bernama Suryo, Dinas di Lapetal, Mabesal) berdalih dapat membantu meluluskan familinya yang bernama Juhjihal Ansar,S.Siuntuk menjadi Perwira Karir TNI AL yang kebetulan sedang ada pembukaan pendaftaran waktu itu (tahun 2017).

 Aksi penipuan yang dilakukan Selamet (mengaku Suryo) dengan meminta  uang kepada korban dengan jumlah total uang yang ditranfer ke rekening atas nama Suryo sebesar 100 juta rupiah. Tetapi ternyata family korban dalam pelaksanaan test tidak lulus dan pelaku tidak dapat dihubungi lagi oleh korban.

0 komentar:

Posting Komentar