“Demonstran” dan “Penyerang” Lanud Ats Dilumpuhkan

“Demonstran” dan “Penyerang” Lanud Ats Dilumpuhkan


Sekitar pukul 08.00 Wib, sekelompok orang tidak dikenal berjumlah sekitar 30 orang bersenjata campuran, mencoba “menyerang” tempat penyimpanan bahan bakar minyak (BMP) Lanud Atang Sendjaja. Mereka menyusup masuk dari arah Bantar Kambing dengan upaya untuk menguasai tempat penyimpanan bahan bakar minyak Lanud Ats. Mendapatkan informasi tersebut, pasukan pertahanan pangkalan langsung disiapkan untuk melakukan tindakan pengamanan di objek vital tersebut.

Tepat pukul 08.10 Wib, pasukan Hanlan Lanud Ats telah menduduki lokasi tempat penyimpanan bahan bakar minyak yang merupakan salah satu objek Vital Lanud Ats. Selang beberapa waktu kemudian, kelompok penyerang mulai memasuki dan berupaya menduduki tempat penyimpanan bahan bakar minyak. Saat itu juga, pasukan Hanlan melakukan penyergapan, dan berhasil melumpuhkan kelompok separatis tersebut. Beberapa senjata berhasil diambil, juga ada beberapa penyerang yang menjadi korban dan ada yang ditangkap, sementara beberapa orang berhasil melarikan diri.

Bersamaan dengan itu, sekumpulan anggota masyarakat yang sebelumnya telah dipengaruhi oleh separatis, berdemo di depan pos Satpom Lanud Ats dan berusaha untuk memasuki Lanud Ats untuk menyampaikan tuntutannya, terkait sengketa lahan. Setelah dilakukan negosiasi oleh pihak Lanud Ats, ternyata tidak mendapati titik temu penyelesaian, para pendemo tetap ngotot dengan tuntutannya dan bahkan mulai bertindak anarkis. Akibatnya, sesuai Protap Lanud Ats, dilakukan penindakan oleh pasukan dakhuraLanud Ats, sehingga pendemo dapat dibubarkan, dan provokatornya berhasil ditangkap. Situasi di Lanud Ats kembali aman dan terkendali, seluruh aktivitas kedinasan kembali berlangsung seperti biasa.

Kejadian di atas adalah skenario dari Latihan Satuan Terpadu Manyar Terampil tahun 2018. “Kegiatan latihan satuan terpadu Manyar Terampil 2018 merupakan latihan rutin yang dilakukan oleh Lanud Ats. Didalamnya digabungkan dua tugas utama TNI yaitu operasi militer untuk perang (OMP), dan Operasi Militer Selain Perang (OMSP)”, jelas Komandan Wing 4 Lanud Ats, Kolonel Pnb Bambang Juniar D, S.Sos.

“Latihan ini merupakan aplikasi dari gladi posko yang telah dilakukan dua hari sebelumnya, sehingga latihan ini merupakan praktek langsung dari gladi posko tersebut”, ucap Danwing 4 Lanud Ats, yang sekaligus sebagai Direktur Latihan. “Ya, sudah menjadi tanggung jawab kami untuk berlatih, agar tercipta kondisi satuan yang selalu siap dalam menghadapi tugas”, pungkasnya.

Selain penanggulangan separatis dan demonstran, ada beberapa kegiatan latihan lainnya yang dilaksanakan yaitu, pergeseran logistik ke daerah bencana alam maupun wilayah-wilayah yang sulit dijangkau dari darat. “Kemampuan itu dimiliki oleh pesawat helikopter kami dan didukung oleh penerbang-penerbang kami yang handal, dan latihan ini untuk semakin memantapkan kesiapan Lanud Ats dalam mendukung tugas-tugas kemanusiaan, apalagi tahun ini merupakan tahun Pilkada, sehingga sangat memungkinkan tugas itu dilaksanakan”, jelas Kolonel Pnb Bambang Juniar D, S.Sos.

Kagiatan latihan lainnya yang tidak kalah hebatnya dilakukan oleh personel Lanud Ats pada latihan Satuan Terpadu Manyar Terampil adalah Pengungsian Medik Udara (PMU). Para Crew Helikopter dengan sigap melakukan tindakan penyelamatan melalui evakuasi lewat udara menuju lokasi yang aman guna penanganan medis selanjutnya bagi para korban bencana. Ada juga latihanpembebasan sandra, maupun Sarpur.

Seluruh rangkaian latihan melibatkan unsur udara yaitu pesawat helikopter, unsur Paskhas, unsur Hanlan, serta unsur-unsur lainnya yang terlibat. Semua proses jalannya latihan, berlangsung dengan lancar, aman dan tidak terjadi hal-hal yang mengakibatkan kerugian materiil maupun personel.

0 komentar:

Posting Komentar