GEBYAR PESTA BUDAYA NUSANTARA, GELAR SERANGKAIAN PERGELARAN SENI TRADISI DAN MODERN

GEBYAR PESTA BUDAYA NUSANTARA, GELAR SERANGKAIAN PERGELARAN SENI TRADISI DAN MODERN

Pesta budaya nusantara dalam rangka Pekan HUT ke 43 TMII, selalu menjadi daya tarik masyarakat luas,Taman Mini “Indonesia Indah” (TMII) sebagai Wahana Wisata berbasis Budaya tak ketinggalan berupaya memberikan perhatian dan pelayanan khusus kepada masyarakat pengunjung TMII.

Dalam acara Jumpa Pers, Ketua Umum Panitia HUT 43 TMII, Jaya Purnawijaya menjelaskan, bahwa bulan April ini TMII memiliki banyak kegiatan acara yang di bingkai dalam Pekan Hari Ulang Tahun yang berlangsung dari tanggal 15 April 22 April 2018, Dalam rangkaian kegiatan tersebut , TMII akan menyajikan acara acara yang spesial antara lain Kegiatan / Acara Olah Raga, Bhakti Sosial, Seni dan Budaya, Kuliner Nusantara, Expo Nusantara, Bursa Wedding, PUTRI Expo.

Hal tersebut, merupakan satu kesatuan yang kuat untuk menarik perhatian pengunjung lebih banyak. Pada Pekan Hari Ulang Tahun TMII ke-43 tahun 2018, Kali ini TMll menargetkan 400.000 pengunjung dalam sepekan, dimana pada tahun lalu TMII mencapai target 300.000 pengunjung dalam sepekan.

Pergelaran Seni dan Budaya akan kami tampilkan di beberapa panggung-panggung di areal TMII, paparnya.

Purnawijaya juga menjelaskan, bahwa agenda acara HUT 43 TMII diawali dari kegiatan HUT Ke 43 TMII,
Pada tanggal, 13 April 2018, Para Direksi dan Karyawan akan melakukan ziarah ke Makam Bapak HM Soeharto di Astana Giri Bangun Surakarta. Pada tanggal 13-15 April 2018, Festival Pencak Silat Seni di Panggung Candi Bentar, dan Pameran Burung Berkicau, di parkir besar Taman Burung, Reog Ponorogo di Tugu Api Pancasila. 

Pembukaan HUT ke 43 TMII akan dilaksanakan pada tanggal 15 April 2018, bertempat di Plaza Tugu Api Pancasila pukul 14.30 WIB yang akah di buka oleh Ketua MPR Rl, Dr (HC).H. Zulkifli Hasan, menampilkan kegiatan / acara antara Iain Pelepasan 4.300 balon berhadiah, Pencak Silat Kolosal peran serta IPSI, Sasirangan Carnival Kalimantan Selatan serta Pawai Budaya Nusantara.

Pada tanggal, 19 April 2018, acara selamatan HUT ke 43 TMII di Sasono Utomo pukul 11.00 wib sebagai irup Ibu Ketua Yayasan Harapan Kita, Musik Angklung ( Sekolah Nasional Satu ). Pernikahan Massal, Gelar Kuliner, dan PUTRI EXPO. Kuliner Nusamara & Expo Nusantara ( Produk Unggulan Daerah ), akan di tínjau oleh Menteri Koperasi & UKM di Ballroom Carani, Gedung Sasana Kriya 5. Pada Tanggal, 20 April 2018, Acara Puncak Perayaan HUT ke 43 di laksanakan di Panggung Theater Garuda , pukul 14.30 Wib yang akan di tampilkan antara lain Pergelaran Drama tari Manjalung Ratu Zaleha, Menuju Cahaya Gemilang Negeriku. Sebagai Inspektur upacara Menteri Pariwisata dan penetapan TMII sebagai Wahana Memperkuat Sinergi Kebudayaan dan lptek untuk Meningkatkan Daya sing Bangsa oleh ( Menristekdikti).

Internal pegawai juga digelar bhaksos, donor darah serta lomba olahraga.
16 sampai 19 untuk 1 tiket berlaku 2 orang, sementara tgl 20 April pintu masuk taman mini gratis buat pengunjung, tegas Purnawijaya.

Ditempat yang sama, Dewan Pembina APJI DKI, Sulasmiati Supardan juga menambahkan, bahwa dalam mengisi HUT TMII ke 43 ini APJI juga akan menggelar Nikah Massal sejunlah 43 pasang pengantin, pada acara Wedding Expo di Sasana Kriya TMII, yang juga menyajikan kuliner nusantara, bagi calon pengantin akan memperoleh diskon khusus sewa gedung juga potongan harga kuliner serta kelengkapan pengantin, turutserta iven organizer pernikahan, kita berharap masyarakat dapat turut menikmati acara tersebut yang digelar pada tgl 19 April 2018, di Sasana Kriya TMII, pintanya.



Direktur Budaya dan Penelitian TMII Putu Supadma Rudana,
 menegaskan, intinya sebenarnya adalah ingin memuliakan segenap berbagai hal pertama yang ingin kita muliakan dalam HUT momentum Taman Mini Indonesia Indah ke 43 adalah penghargaan kepada pendahulu para pahlawan kita esensi di Taman Mini pendiri yang menggagas TMII yaitu Ibu Tien Soeharto bersama Presiden RI kedua yaitu bapak Soeharto, nah ini juga kita mau memuliakan juga para pendahulu kita bapak proklamator kita dan berbagai pihak, yang banyak berjasa dalam pembangunan bangsa dan negara seperti di Kalimantan Selatan juga ada Pangeran Antasari dan lainnya.

 Untuk inilah yang hal pertama esensi pertama untuk yang kita ingin apresiasi, yang kedua adalah taman mini ingin memuliakan seni budaya seni, budaya bangsa ini sangat kita bisa lihat dari Aceh hingga Papua kita memiliki kekayaan seni budaya yang begitu luar biasa dan besar tadi juga ada dari pepadi teman-teman kita dari pewayangan juga atau itu esensi utamanya adalah kita ingin memuliakan seni budaya bangsa, yang ketiga adalah memuliakan flora dan fauna Bagaimana flora dan fauna yang begitu kaya yang justru kalau kita bisa lihat menjadi banyak obat penyembuh bagi segala hal yang memang terjadi kekurangan tantangan di belahan bumi dunia manapun, karena kita negara tropis yang begitu besar. nah artinya inilah esensi bangsa yang besar dan Taman Mini ingin meneguhkan kembali bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar dan bangsa yang memuliakan menghargai pendahulunya menghargai seni budaya dan warisan budaya bangsanya dan juga flora dan fauna yang ada dalam perayaan. HUT temanmu ini yang ke-43 ini tentu berbagai kegiatan dilakukan.

Direktur Budaya dan Penelitian TMII Putu Supadma Rudana, menegaskan bahwa Puncak acara HUT TMII 43 tahun dengan tema "Wajah Budaya Indonesia, seni diusung, budaya dijunjung, Banua bauntung", dan pada puncak HUT tanggal 20 April untuk tiket masuk Taman Mini dibuka gratis bagi pengunjung yang ingin menyaksikan aneka kesenian tradisi modern serta pameran berbagai produk dari berbagai daerah di beberapa anjungan taman mini, Dan untuk pergelaran wayang kulit tanggal 13 April di Plaza Tugu Api Pancasila Taman Mini akan digelar, pergelaran wayang kulit dua dalang Ki Eko Suwaryo dan Ki Wartun dengan lakon Wahyu Cokro Ningrat, akan hadir menyaksikan wayang kulit tersebut, Presiden RI Haji Insinyur Joko Widodo serta beberapa menteri, semua acara akan sangat menarik untuk disaksikan secara langsung ke TMII.

Putu Supadma Rudana juga menegaskan bahwa Peran kebudayaan adalah bentuk perilaku berbudaya dan berbangsa dan bernegara dengan aneka seni, baik seni sastra, seni rupa, seni kriya seni tari kreatif seni film ingin kita terus kembangkan di Taman Mini, untuk menjembatani gagasan kemuliaan masa depan melalui kesenian masa lalu maupun masa depan, karena kesenian akan terus berlanjut, Dan Taman Mini yang memberi konsep dengan semangat penelitian pengembangan kemajuan kebudayaan sesuai arah Taman Mini menjadi etalase dan laboratorium dari pengembangan seni budaya bangsa. peran TMII ini sudah sangat besar dalam memfasilitasi seni budaya Indonesia dan menjembatani seni budaya kepada pemerintah daerah, pemerintah pusat maupun legislatif, juga peran Taman Mini menjadi rumah bagi rumah dari Aceh hingga Papua, papar Putu Supadma Rudana.
(Nurul)

0 komentar:

Posting Komentar