STIH IBLAM, Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Terbaik di Jakarta


STIH IBLAM, Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Terbaik di Jakarta

Sekolah Tinggi Ilmu Hukum “IBLAM” yang didirikan oleh para Pakar Hukum yang berada di bawah naungan Yayasan Lembaga Pengembangan Ilmu Hukum dan Manajemen (LPIHM) “IBLAM”, merupakan salahsatu lembaga pendidikan ilmu hukum terbaik di Jakarta, dan kini memiliki prodi Program Strata Satu Ilmu Hukum dan Program Pasca Sarjana Magister Ilmu Hukum, yang masing-masing telah memperoleh izin dari Kementerian Pendidikan Nasional RI sejak tahun 1993, dengan akreditasi B, dimana para alumni Sarjana Hukum maupun Magister Hukum telah mengisi berbagai Lembaga Tinggi Negara, Instansi Pemerintah Pusat maupun Daerah serta aktif sebagai Pengacara.
Pada Tahun Akademik 2018 – 2019 ini, Sekolah Tinggi Ilmu Hukum IBLAM, yang memiliki 2 kampus, yaitu Kampus A berada di jalan Kramat Raya, No.25 Senen, Jakarta Pusat serta Kampus B di Jalan Raden Sanim, No.99 Tanah Baru Kecamatan Beji, Kota Depok, sejal awal Maret telah membuka kesempatan pada calon Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Hukum IBLAM, untuk menimba Ilmu Hukum dengan gelar Sarjana Hukum (SH).

Menurut Kaprodi S1 Sekolah Tinggi Ilmu Hukum IBLAM, Agnes Harvelinan, SH, LLM, bahwa penerimaan Mahasiswa baru STIH IBLAM telah dimulai sejak tanggal 6 Maret dan akan ditutup pertengahan Agustus, penerimaan Mahasiswa Baru dibagi dalam dua gelombang, untuk gelombang pertama dibuka Maret sampai Juni, dan gelomban ke dua, mulai Juli sampai Agustus, bagi calon mahasiswa program Sarjana maupun Pascasarjana, bisa melakukan pendaftaran melalui online di www.iblam.ac.id maupun datang langsung ke Kampus A jalan Kramat, Senen maupun Kampus B, Depok.

Untuk calon mahasiswa baru STIH IBLAM, bisa memilih kelas Reguler maupun kelas Karyawan, ini untuk memberikan kesempatan pada mereka yang telah bekerja namun ingin melanjutkan studi lanjut dibidang ilmu hukum, baik program Sarjana maupun Pascasarjana Magister Hukum, dimana untuk program S1 Ilmu Hukum dengan konsentrasi Hukum Bisnis dan Praktisi Hukum, dengan biaya yang sangat terjangkau, bahkan bisa dengan cara diangsur tiap bulan Rp. 400.000,- bahkan bagi mereka yang kurang mampu, namun yang memiliki rata-rata nilai raport 8, atau nilai UN 8 akan memperoleh beasiswa khusus dari Yayasan Lembaga Pengembangan Ilmu Hukum dan Manajemen IBLAM, ini semua dilakukan untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya pada Generasi Penerus Bangsa untuk menyelesaikan Pendidikan Tinggi Ilmu Hukum di IBLAM, tegas Agnes Harvelinan, SH, LLM yang juga lulusan salahsatu Universitas di Australia ini.


Hal senada juga diungkapkan Ketua Yayasan LPIHM IBLAM, Dr. H. Edy Susanto, S.H.,MH.,MA, Bahwa di era kompetisi yang kian ketat saat ini maka “Mutu” menjadi hal yang sangat penting, untuk itu Yayasan LPIHM IBLAM juga terus meningkatkan kualitas akademik STIH IBLAM, baik sarana, prasarana, kualitas dosen juga Kurikulum yang terus disesuaikan dengan perkembangan ilmu hukum nasional maupun internasional, saat ini STIH IBLAM juga telah bekerjasama dengan 18 Universitas di dalam negeri maupun luar negeri, dimana STIH IBLAM juga terus mengirim Mahasiswa dan Dosen ke Universitas di Malaysia, Australia juga Belanda, demikian juga dosen tidak tetap, kita hadirkan dosen dari luar negeri maupun kedutaan asing, untuk memberikan kuliyah khusus tentang Hukum Internasional.

Untuk reakreditasi prodi sudah dilakukan, dan untuk akreditasi institusi tahun ini akan kita ajukan, ini semua dilakukan untuk mengikuti aturan sebagaimana diatur oleh Kemenristek dan Dikti, kerjasama internasional melalui Pertukaran Dosen, Mahasiswa juga terus dilakukan, serta kerjasama Penelitian yang di publikasikan di Jurnal Internasional terus ditingkatkan, kita bersyukur semua bisa kita lalui dengan baik, ini semua karena niat kita ingin menghasilkan ahli hukum yang bisa bermanfaat bagi bangsa dan negara, melalui penegakan hukum, yang di dasari dengan keyakinan, bahwa apa yang ditegakkan didasari dengan kebenaran, bukan karena uang, karena kebenaran ini milik ALLAH, sehingga dalam menjalankan tugasnya adalah bagian dari ibadah, tegas Dr. H. Edy Susanto. (Nurul)

0 komentar:

Posting Komentar