Unima Indonesia Promosikan Wayang

Unima Indonesia Promosikan Wayang

Misi Unima adalah mempromosikan perdamaian dan saling penegertian dari hak-hak dasar kemanusiaan sebagaimana tercantum dalam Deklarasi PBB tentang hak-hak asasi manusia yang diproklamirkan pada tanggal 10 Desember 1948.

Sebagaimana follow up dari pengakuan UNESCO bahwa wayang Indonesia sebagai a Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity, para pimpinan organisasi wayang Indonesia seperti Senawangi dan Pepadi, pada tanggal 15 Desember 2009 menandatangani nota kesepakatan dengan Presiden Unima Internasional di kantor Senawangi. Keesokan harinya, deklarasi pendirian Unima Indonesia dibacakan di depan Wapres Budiono saat itu bertempat di Istana Wapres disaksikan kalangan Korps Diplomatik, Wamenlu RI, para pemerhati wayang, dan para wartawan. Keesokan harinya diadakan pemilihan pengurus Unima.

Dewasa ini tercatat ada 90 negara anggota Unima yang meliputi 5 benua, mereka saling komunikasi dan bekerjasama guna mengembangkan wayang.

Gagasan untuk merayakan Hari Wayang Dunia dimulai pada Kongres Unima yang diadakah di Magdeberg tahun 2000 dan baru dikukuhkan pelaksanaannya pada 21 Maret 2003 di Perancis.

Unima Indonesia bekerjasama dengan Anjunagn Jawa Tengah dan Paguyuban Jawa Tengah akan merayakan Hari Wayang Dunia pada tanggal 21 Maret 2018 bertempat di Anjungan awa Tengah.

Susunan acaranya adalah: Registrasi, Upacara Pembukaan, Sarasehan (pembicara Drs Suparmin Sunjoyo, Dr Darmoko, Dr Al Zastrouw, Dr Maria Theresia Widyastuti), pagelaran Wayang Potehi (oleh Rumah Cinta Wayang), Santap Siang, Pagelaran Sigale-Gale, Pegelaran Wayang Kulit dengan lakon ‘Kikis Tunggarana’ oleh dalang Ki Sutrisno SH.

Acara ini merupakan tahapan menjelang Indonesia menjadi Tuan Rumah Kongres Internasional dan Festival Wayang Dunia di Gianyar Bali pada bulan April 2020 yang akan dihadiri oleh 90 negara anggota Unima Internasional.

0 komentar:

Posting Komentar