Dies Natalis 48 ITL Trisakti, Wujudkan World Class Institute

Dies Natalis 48 ITL Trisakti, Wujudkan World Class Institute

Bertempat di Aula Kampus Institut Transportasi dan Logistik Trisakti (ITL Trisakti), dilakukan Sidang Senat Terbuka dalam rangka Dies Natalis ke 48, hadir dalam acara tersebut, Pembina Yayasan Trisakti, Ketua Yayasan Trisakti, Dr Bimo Prakoso, Mitra ITL Trisakti, Alumni, Perwakilan Mahasiswa serta mantar Ketua Sekolah Tinggi Manajemen Transportasi Trisakti.

Dalam sambutannya, Pembina Yayasan Trisakti yang diwakili Panji Wicaksono mengaku bangga dengan kemajuan STMT Trisakti yang saat ini sudah berubah menjadi Institut Transportasi dan Logistik Trisakti, pihak Yayasan Trisakti sungguh terkesan dengan kemajuan saat ini, dan berharap semangat kerja maupun semangat pengabdian bagi kemajuan ITL Trisakti akan semakin ditingkatkan, karena tantangan kedepan semakin berat, agar ITL Trisakti bisa go internasional, serta dapat berkontribusi dalam kemajuan Pendidikan Indonesia dalam mencetak manusia yang Pintar, bermoral, beretika serta mampu menguasai ilmu dan teknologi, pintanya.

Rektor Institut Transportasi dan Logistik Trisakti, Dr Tjuk Sukardiman dalam sambutannya juga mengaku bersyukur dapat menyelenggarakan Dies Natalis ITL Trisakti ke 48, yang diawali dengan pembukaan Sidang Senat Terbuka serta diisi Orasi Ilmiah oleh Dr Illah Sailah MS, yang mana pada 1 April 2018 Sekolah Tinggi Manajemen Transportasi Trisakti, telah berubah menjadi Institut Transportasi dan Logistik Trisakti, ini semua sebagai bentuk keseriusan civitas akademik ITL Trisakti dalam mewujudkan kemajuan yang telah berlangsung dan dirilis sejak tahun 1970 an, dan telah berhasil menuju terwujudnya World Class Institute serta menjadi laboratorium transportasi dan logistik yang bereputasi global, dan siap memasuki Generasi Era Milenial Indonesia, sehingga Institut Transportasi dan Logistik Trisakti terus menjaga kesinambungan semangat dan tekat Tri Dharma Perguruan Tinggi, dengan izin yang telah diperoleh dari pemerintah dengan menyiapkan SDM guna mengisi kebutuhan pembangunan nasional dalam perencanaan pembangunan sektor transportasi dan logistic, hal ini juga merupakan upaya mewujudkan visi dan misi ITL Trisakti maupun Yayasan Trisakti, papar Dr Tjuk Sukardiman.

Ditempat yang sama, Sekretaris Pelaksana Kopertis Wilayah 3 Jakarta, Putut Pujogiri, SH, MH juga menegaskan, bahwa Dies Natalis ITL Trisakti di usia 48 tahun, adalah bukti ITL Trisakti telah berkontribusi dan mengabdi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, jadikan ini sarana refleksi sekaligus melakukan perencanaan besar bagi kemajuan ITL Trisakti.

Tunjukkan jati diri sebagai perguruan tinggi yang konsisten mendorong bagi pencerdasan bangsa, dan menghasilkan tenaga yang professional, memiliki komitmen meningkatkan mutu. diera pasar bebas ASEAN saat ini ITL Trisakti harus meningkatkan daya saing serta mampu berkolaborasi dengan dunia industri serta berbagai perguruan tinggi, dan tetap mempertahankan spirit perjuangan, yang diwariskan para pendiri Yayasan Trisakti, harapnya.

Dalam Orasi ilmiah, Dr Illah Sailah dengan judul “Tantangan Perguruan Tinggi Swasta Dengan Produk Transportasi dan Logistik Yang Berbasis Scienes Technology, Engineering dan Mathematical”, STMT Trisakti yang kini berubah menjadi Institut Transportasi dan Logistik Trisakti, maka di Kopertis Wilayah 3 Jakarta saat ini, ITL Trisakti merupakan Institut yang ke-17, untuk itu perubahan bentuk, bukan sekedar perubahan nama, namun jauh dari itu terkandung makna yang dalam sebagai bentuk yang tumbuh dan berkembang. ini sebuah impian baru untuk lebih baik, bagi sebuah perguruan tinggi dalam pengelolaan pembelajaran serta menghasilkan lulusan dan hasil penelitian yang lebih Prima, serta menghasilkan riset global.

Bagaimana mewujudkan ITL Trisakti sebagai menara air yang menghidupi masyarakat transformasi, untuk itu perubahan STMT Trisakti menjadi ITL Trisakti merupakan tantangan dan peluang bidang transportasi, untuk itu perlu pengembangan yang teratur, karena tantangan yang dipengaruhi dengan perkembangan teknologi saat ini, dimana teknologi transportasi berkembang sangat cepat, pembelajaran merupakan sumber kreativitas, untuk itu harus bisa meramu kurikulumnya, agar belajar bukan lagi mono, tetapi transdisiplin pembelajaran kolaboratif transdisiplin yang mampu menghasilkan sumber daya yang kreatif, maka dosen harus memberikan kreativitas menjadi sumber kreativitas, maka dosen harus banyak meneliti dan jadikan penelitian sebagai bentuk pembelajaran, dan hasil penelitian diterapkan di masyarakat dan peka terhadap kebutuhan masyarakat, peneliti adalah kajian akademik, menjadi riset untuk melayani kemajuan teknologi transportasi, sehingga dibutuhkan jejaring kerja yang kokoh, dituntut serba cepat, lebih murah dan bermutu, harapnya. (Nrl)

0 komentar:

Posting Komentar