Peringatan HUT ke-72 TNI Angkatan Udara Digelar Sederhana Tapi Penuh Khidmat

Peringatan HUT ke-72 TNI Angkatan Udara Digelar Sederhana Tapi Penuh Khidmat

Bertempat di landasan pacu Bandara Halim Perdanakusuma, pada 9 April 2018 digelar peringatan HUT ke 72 TNI Angkatan Udara ke 72 tahun yang lalu, tepatnya tanggal 9 April 1945 Presiden Soekarno mengeluarkan penetapan Pemerintah Nomor 6/SD/1946 yang berisi tentang pembentukan tentara Republik Indonesia Angkatan Udara dan menetapkan Komodor udara Suryadi Suryadarma sebagai kepala staf Angkatan Udara yang pertama. Pada tanggal tersebut juga ditetapkan dan diperingati sebagai hari jadi Angkatan Udara, perjalanan TNI Angkatan Udara juga menjadi sebuah Angkatan Perang diwarnai dinamika peristiwa diawali dengan berdirinya badan keamanan rakyat udara, kemudian berubah menjadi tentara keamanan rakyat Jawatan penerbangan. organisasi ini berkembang menjadi Tentara Republik Indonesia Angkatan Udara, kekuatan Alutsista yang dimiliki saat itu adalah berbagai jenis pesawat hasil rampasan dari tentara Jepang, setelah kemerdekaan TNI Angkatan Udara berhasil menorehkan Tinta Emas dalam lembaran sejarah perjuangan bangsa penerbangan pertama tanggal 27 Oktober 1945 Komodor udara Adisucipto berhasil menerbangkan pesawat cureng beridentitas merah putih di wilayah udara Indonesia. keberhasilan ini tentu menjadi pemicu semangat juang para pemuda Indonesia untuk membangun kekuatan udara nasional, operasi udara yang pertama 29 Juli 1947 dilakukan oleh badan sekolah penerbang Maguwo Yogyakarta, Mulyono Sutarjo Sigit dan Suharnoko harbagai operasi udara ini dilakukan untuk membalas serangan Belanda pada Agresi Militer 1 terhadap kekuatan Udara Republik Indonesia yang berpusat di pangkalan udara Maguwo.

Serangan ini berhasil menghancurkan markas militer Belanda di Semarang, Ambarawa, Salatiga dan menimbulkan ketajutan Belanda, selanjutnya tanggal 17 Oktober 1947 dilakukan penerobosan terhadap blokade Belanda di Kalimantan, penyerangan melalui udara ini dinamakan operasi lintas udara dengan menerjunkan 13 penumpang, juga didukung peranan radio Perhubungan TNI angkatan udara, dalam mempertahankan kemerdekaan serta berperan aktif mendukung jaringan komunikasi selama perang gerilya berbagai kegiatan yang dilakukan, diantaranya mendirikan pemancar radio bekerja di Payakumbuh mendirikan Stasiun Radio di Payakumbuh, di Lhoknga Aceh dan seluruh Stasiun Radio ini. untuk memberitakan kemerdekaan Indonesia ke luar negeri.

Sementara KASAU Marsekal TNI Yuyu Sutisna, SE.MM Dalam amanahnya menegaskan, bahwa kita bersyukur pada hari ini kita dapat mengikuti upacara peringatan hari ulang tahun ke 72 TNI Angkatan Udara tahun 2018, selaku kepala staf Angkatan Udara mengucapkan selamat dan dirgahayu kepada seluruh personil TNI Angkatan Udara di manapun berada dan bertugas, disertai harapan Semoga senantiasa siap dalam menghadapi dinamika tantangan tugas di masa depan, Peringatan hari ulang tahun ke 72 TNI Angkatan Udara tahun 2018 kali ini kita laksanakan secara sederhana, berupa upacara dan dipilih tanpa penampilan demo udara yang lebih besar, konsep peringatan kali ini dengan mengadakan kegiatan pesta rakyat sebagai refleksi hubungan kedekatan TNI Angkatan Udara dengan Rakyat, karena selama ini TNI Angkatan Udara tumbuh dan berkembang bersama rakyat serta keberhasilan TNI angkatan udara dalam melaksanakan tugas pada dasarnya atas kerjasama dan dukungan seluruh rakyat Indonesia.


Berbahagia momentum peringatan hari jadi angkatan udara pada hakekatnya merupakan upaya pelestarian nilai-nilai historis, perjuangan, pengabdian Angkatan Udara sejak awal kelahirannya, sehingga kita selalu kembali kepada jasa para pahlawan khususnya para Perintis dan pendahulu Angkatan Udara, oleh karena itu setiap tanggal 9 April merupakan saat yang tepat untuk terus menggali semangat perjuangan, pantang menyerah dan motivasi tinggi para pejuang, pelopor, sesepuh dan senior Angkatan Udara yang telah meletakkan dasar-dasar organisasi yang implementasinya sangat relevan bagi keberadaan TNI Angkatan Udara di masa lalu, masa sekarang dan masa mendatang.


Saya ingin mengutip pernyataan Presiden Soekarno pada hari peringatan 5 tahun AU, 9 April 1951 beliau menyatakan bahwa "Jika Angkatan Perang kita hendak berdiri setara setinggi sederajat dengan Angkatan perang dunia internasional, kita harus mempunyai Angkatan Udara yang sebaik-baiknya", pernyataan presiden pertama tersebut menggambarkan bahwa keberadaan angkatan udara dalam angkatan bersenjata yang bertugas menjaga kedaulatan negara, memiliki makna strategis dan penting serta efektif di bidang pertahanan sebuah negara.

Selain itu juga nilai-nilai Patriotisme dari para pelopor TNI Angkatan Udara harus tumbuh subur di hati Sanubari generasi penerus dalam melaksanakan tugas pengabdiannya, hadirin dan peserta upacara yang berbahagia perkembangan lingkungan strategis serta pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi kedirgantaraan, telah memicu munculnya bentuk ancaman baru dalam tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara serta hubungan antar negara, seakan "Tanpa Batas", menyebabkan tantangan yang dihadapi Angkatan Udara kedepan semakin berat mengantisipasi berbagai tantangan terhadap dinamika tersebut, TNI Angkatan Udara harus memiliki kemampuan tekat dan komitmen untuk dapat mewujudkan hasil yang optimal dengan kekuatan dan kemampuan TNI Angkatan Udara yang dimiliki saat ini, namun harus disadari bahwa menjaga kondisi Alat utama sistem senjata udara agar tetap siap operasional, tentu bukan masalah yang mudah, karena berkaitan dengan persiapan seluruh komponen Angkatan Udara yang berupa persiapan personil alutsista pangkalan udara fasilitas dan sarana lainnya, serta ketersediaan anggaran dalam melaksanakan tugas agar membuat perencanaan yang baik saling bersinergi dan bekerjasama dengan segenap komponen bangsa dan rakyat untuk menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan.

Tunjukkan bahwa personil TNI angkatan udara adalah Insan dirgantara yang mengerti dan memahami akan tugas serta tanggung jawabnya dalam menjaga pertahanan negara di udara, tegas KASAU. (NURUL)


0 komentar:

Posting Komentar