Dosen Asing Harus Bisa Mentransfer Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kekinian

Dosen Asing Harus Bisa Mentransfer Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kekinian

Rencana Pemerintah melalui Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) yang akan mendatangkan dosen asing ke Indonesia, ditanggapi serius Sekjen Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah III, DKI Jakarta, Prof. Raihan, menurutnya Pemerintah perlu melakukan seleksi ketat terhadap calon dosen yang akan direkrut pada bebepara perguruan tinggi di Indonesia.

Prof Raihan menyadari akan masuknya dosen asing ke Indonesia tersebut, karena Undang-Undang Pasar Modal maupun UU Ketenagakerjaan juga telah memberi ruang bagi dosen asing untuk mengajar di Indonesia, dimana pemerintah mendatangkan dosen dari sejumlah negara tersebut Karena Pemerintah ingin meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia.

Namun demikian dosen asing yang bergaji cukup besar tersebut harus bisa memberikan informasi ilmu pengetahuan kekinian yang memang belum ada di Indonesia, namun dosen- dosen asing tersebut diatur dengan persyaratan-persyaratan khusus, sampai sejauh mana track record di perguruan tinggi di luar selama ini, jangan nantinya tidak bermanfaat bagi perguruan tinggi di Indonesia. Untuk itu perlu ada uji coba terlebih dahulu untuk program studi yang memang membutuhkan dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi kekinian.

Prof Raihan berharap dosen asing di Indonesia untuk tidak menguasai secara maksimal program studi yang telah ada, pemerintah jangan hanya melihat prosentasi, biaya maupun anggaran, tetapi harus ada pertimbangan kepentingan terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi,  sekaligus bagaimana dosen asing juga turut membina dosen-dosen yang ada, karena dosen yang didatangkan dengan biaya besar, untuk apa mereka mengajar disini kalau output yang dihasilkan tidak jauh berbeda dengan dosen-dosen yang telah ada di Indonesia.

Kemenristekdikti seharusnya lebih berkonsentrasi meningkatkan kualitas dosen yang ada di perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia terlebih dahulu, karena kelemahan dosen di Indonesia saat ini adalah kemampuan bahasanya yang masih kurang, bagaimana nantinya mentransfer ilmu pengetahuan dan teknologi dengan bahasa asing, sementara dosen disini belum mampu, paparnya.

Untuk itu ijin masuknya dosen asing ke Indonesia perlu aturan-aturan yang jelas, agar bisa benar-benar mendongkrak kualitas pendidikan tinggi di Indonesia serta mampu mentransfer ilmu pengetahuan dan teknologi yang dibutuhkan dalam pembangunan, demikian juga pemerintah harus meningkatkan jumlah beasiswa pada dosen untuk melanjutkan program Doktor ke luar negeri, sehingga para dosen yang memperoleh beasiswa ke luar negeri dapat kembali membantu perguruan tingginya masing-masing, tegas Prof Raihan. (Nrl)

0 komentar:

Posting Komentar