PENERIMAAN MAHASISWA BARU ITL TRISAKTI, UPAYA SIAPKAN SDM TRANSPORTASI DAN LOGISTIK

PENERIMAAN MAHASISWA BARU ITL TRISAKTI, UPAYA SIAPKAN SDM TRANSPORTASI DAN LOGISTIK

Pemerintah Indonesia dalam meningkatkan produktivitas masyarakat dan daya saing internasional, melalui program pembangunan sarana dan prasarana transportasi secara menyeluruh dan bersinergi satu dengan yang lain, seperti Jalan Tol, Jalan baru (Trans Papua, Kalimantan, Sulawesi), Jalur Kereta dan Mode angkutan kereta/MRT/LRT, Pelabuhan juga Bandara.

Pada 26 Februari 2018, Yayasan Trisakti telah memperoleh surat perubahan dari Sekolah Tinggi Manajemen Transportasi dan Logistik Trisakti berubah bentuk menjadi Institut Transportasi dan Logistik Trisakti (ITL Trisakti), dan ITL Trisakti melalui 3 Prodi yang telah ada yaitu Manajemen Transportasi, Sistem Transportasi dan Prodi Logistik, saat ini juga telah dibuka 3 Prodi baru, yaitu Teknik Kedirgantaraan dengan kekhasan Kebandarudaraan, Teknik Kelautaran dengan kekhasan Kepelabuhanan serta Teknik Rekayasa Infrastuktur dan lingkungan dengan kekhasan Infrastuktur Perkeretaapian, ITL Trisakti akan terus berupaya menjadikan Transportasi dan Logistik sebagai bagian dari ilmu Pengetahuan yang dapat mencetak tenaga ahli dibidang Transportasi dan Logistik, untuk menjawab kebutuhan tenaga yang akan mengisi peralihan kepemimpinan bidang Pembangunan Transportasi dan Logistik saat ini dan di masa depan.

Berbagai sarana dan prasarana perkuliahan di ITL Trisakti yang ada terus ditingkatkan, demikian juga dosen yang memiliki kompetensi dibidang Kebandarudaraan, kepelabuhanan serta Teknik Rekayasa Infrastuktur dan lingkungan dengan kekhasan Infrastuktur Perkeretaapian terus ditambah, baik dari Akademisi, juga dosen dari kalangan Praktisi atau Profesional.

ITL Trisakti telah menyusun Rencana Induk Pengembangan Pendidikan, yang didalamnya adalah Renstra 5 tahunan, yang dimulai dari tahun 2016 hingga 2021 serta telah mengembangkan dan mengkonsepkan 32 standar dengan mengacu pada 7 standar pendidikan perguruan tinggi, yang ditetapkan Kemenristek Dikti, 27 konsep tersebut sudah di keluarkan SK oleh Rektor ITL Trisakti, guna menjamin seluruh dosen dan mahasiswa untuk melakukan perkuliahan sesuai koridor perundang-undangan yang ada. Untuk menuju World Class Institute ITL Trisakti juga mengumpulkan para pakar untuk menyusun  Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang akan di ajarkan pada seluruh mahasiswa ITL Trisakti maupun seluruh sekolah tinggi dibawah Yayasan Trisakti.
Kerjasama dengan Dunia Industri, Pemerintah Pusat dan Daerah, LEMHANNAS, Universitas di dalam negeri maupun luar negeri, juga diharapkan mampu mendukung penyediaan Sumber Daya Manusia (SDM) Anak-anak bangsa yang unggul.

Dan saat ini Institut Transportasi dan Logistik Trisakti telah membuka kesempatan pada Pemuda Indonesia untuk menjadi tenaga ahli dibidang transportasi dan Logistik, melalui Program Pendidikan dan Program Studi :

1. MANAJEMEN TRANSPORTASI UDARA Diplima III
2. MANAJEMEN TRANSPORTASI LAUT DIII
3. MANAJEMEN LOGISTIK DIII
4. MANAJEMEN, konsentrasi/peminatan Sarjana.
a. Manajemen Transportasi Udara (MTU)
b. Manajemen Transportasi Darat (MTD)
c. Manajemen Transportasi Laut (MTL)
d. Manajemen Logistik (M.Log)
5. L 0 G I S T l K Sarjana Log
6. TRANSPORTASI Sarjana Tra
7. TEKNIK/REKAYASA INFRASTRUKTUR & LINGKUNGAN, peminatan Infrastuktur Perkeretaapian (ST)
8. TEKNIK DIRGANTARA, peminatan Kebandarudaraan (ST)
9. TEKNIK KELAUTAN, peminatan Kepelabuhan (ST)
10. MANAJEMEN TRANSPORTASI (Pascasarjana/ M.M.Tr) peminatan : a. Manajemen Transportasi Udara (MTU)
b. Manajemen Transportasi Darat (MTD)
c. Manajemen Transportasi Laut (MTL)
d. Manajemen Logistik (M.Log)

Rektor Menurut Rektor Institut Transportasi dan Logistik Trisakti (ITL Trisakti), Dr. Ir Tjuk Sukardiman, MSi, bahwa dengan penambahan program studi Teknik Kedirgantaraan dengan kekhasan Kebandarudaraan, Teknik Kelautaran dengan kekhasan Kepelabuhanan serta Teknik Rekayasa Infrastuktur dan lingkungan dengan kekhasan Infrastuktur Perkeretaapian, merupakan loncatan  kemajuan penyediaan SDM Transportasi dan Logistik di Indonesia, bahkan 3 Prodi baru tersebut belum ada di seluruh perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia, kecuali di Institut Transportasi dan Logistik Trisakti. 3 prodi baru akan mampu menjawab tantangan penyediaan Sumber Daya Manusia penerus bangsa, dalam pengelolaan serta pengoperasian termasuk desainer dan peneliti dibidang transportasi dan Logistik, tegasnya.

48 tahun dalam mendukung pembangunan transportasi dan logistik, Institut Transportasi dan Logistik Trisakti yang awal didirikan tahun 1970 dengan nama Akademi Angkutan Udara Niaga (AAUN) Trisakti dan kemudian berubah menjadi Sekolah Tinggi Manajemen Transportasi (STMT) Trisakti, hingga saat ini berubah bentuk menjadi Institut Transportasi dan Logistik Trisakti, Alumni ITL Trisakti yang sebelumnya STMT Trisakti, saat ini bekerja di berbagai perusahaan penerbangan nasional dan asing, Perusahaan Pelayaran dan Pelabuhan, Freight Forwarder, Biro Perjalanan, Ground Handling, Ekspedisi Muatan Cargo, Dosen, Perusahaan Jasa Angkutan Darat, Bank, Wiraswasta, Asuransi, Konsultan, Ditjen Perhubungan Udara, Darat, Laut, dan serta Dinas Perhubungan di beberap daerah, beberapa diantara telah menduduki jabatan middle dan top management.

Rektor Institut Transportasi dan Logistik Trisakti (ITL Trisakti), Dr. Ir Tjuk Sukardiman, MSi, yakin, dengan penambahan program studi Teknik Kedirgantaraan dengan kekhasan Kebandarudaraan, Teknik Kelautaran dengan kekhasan Kepelabuhanan serta Teknik Rekayasa Infrastuktur dan lingkungan dengan kekhasan Infrastuktur Perkeretaapian, merupakan loncatan  kemajuan penyediaan SDM Transportasi dan Logistik di Indonesia, bahkan 3 Prodi baru tersebut belum ada di seluruh perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia, kecuali di Institut Transportasi dan Logistik Trisakti. 3 prodi baru akan mampu menjawab tantangan penyediaan Sumber Daya Manusia penerus bangsa, dalam pengelolaan serta pengoperasian termasuk desainer dan peneliti dibidang transportasi dan Logistik.
ITL Trisakti dalam upaya melakukan perencanaan besar bagi kemajuan ITL Trisakti, sebagai perguruan tinggi yang konsisten mendorong bagi pencerdasan bangsa, dan menghasilkan tenaga ahli yang handal dan professional, memiliki komitmen meningkatkan mutu, diera pasar bebas ASEAN juga dalam meningkatkan daya saing serta mampu berkolaborasi dengan dunia industri serta berbagai perguruan tinggi, dan tetap mempertahankan spirit perjuangan, yang diwariskan para pendiri Yayasan Trisakti, papar Dr Tjuk Sukardiman.

Prodi Logistik ITL Trisakti, merupakan langkah untuk mencetak Tenaga Ahli Logistik yang mampu menguasai system distribusi, penyimpanan, pengangkutan barang dan jasa, serta menyampaikan barang tepat waktu, Logistik juga sebagai ilmu dalam mengatur dan mengontrol arus barang, sember daya alam bahkan informasi. Bagaimana mengendalikan keefisienan dan keefektifan penyimpanan dan aliran barang.

Perkembangan pengiriman barang, termasuk ekspor-import dalam jumlah besar maupun kecil atau perorangan, kini telah dipermudah regulasinya, termasuk pengiriman barang melalui online merupakan perkembangan yang sangat pesat, belum lagi rencana perusahaan online yang akan memberikan fasilitas pengiriman paket menggunakan alat drone, ini merupakan tantangan bagi pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah dalam mengantisipasi teknologi transportasi yang semakin maju, inilah ITL Trisakti telah menyiapkan Sumber Daya Manusia Indonesia yang profesional memiliki keahlian dibidang Logistik, dengan mengikuti kemajuan sistem teknologi transportasi yang semakin maju dan canggih.

Kapten Deni Naywan, mewakili Prodi Teknik Kelautaran dengan kekhasan Kepelabuhanan ITL Trisakti menjelaskan, bahwa untuk Prodi Kepelabuhanan dengan gelar Insinyur (S1), akan di desain mampu menguasai Port Planner, Port sistem operasi dan Port engineering, dengan perkuliahan interdisiplin antara Science, Technology, Engineering and Mathematics (STEM), karena angkutan barang dunia 90% diangkut oleh angkutan laut, dimana 70%nya adalah angkutan Kontainer, tangker 29%, sementara Cargo hanya 5,5%, disinilah perlunya penyiapan SDM yang betul-betul menguasai angkutan barang kontainer, dimana para lulusan Kepelabuhanan akan mampu melakukan rekayasa konstuksi pelabuhan dan sistem operasi yang optimal, serta mampu merancang keseluruhan yang terkait dengan perdagangan interlain, untuk mendukung dunia industri, berupa pemenuhan bahan baku maupun pengiriman hasil industri. Kebijakan pembangunan pelabuhan di berbagai daerah juga harus menggunakan standar aturan arus dalam serta arus pelayaran kapal besar, pengelolaan pelabuhan harus dirancang sesuai dengan kapal-kapal tersebut, tegas Kapten Deni.

Ketua Prodi Kepelabuhanan Rahardjo juga menambahkan, bahwa selama ini pembangunan pelabuhan dilakukan oleh teknik sipil, pengoperasian kapal oleh teknik perkapalan dengan keahlian masing-masing, namun untuk Prodi Teknik Kelautaran dengan kekhasan Kepelabuhanan ITL Trisakti, akan mampu menguasai seluruh ilmu pengetahuan dibidang kepalabuhanan, mulai dari kondisi pelabuhan, kondisi mesin, jenis dan kondisi kapal, pengoperasian di lapangan. Seluruh disiplin ilmu kelautan akan dikuasai secara menyeluruh, sehingga untuk menjadi seorang ahli bidang pelabuhan tidak perlu belajar di lapangan sampai 30 tahun, namun cukup belajar di Teknik Kelautaran dengan kekhasan Kepelabuhanan ITL Trisakti, akan mampu menjadi tenaga ahli kepelabuhanan, paparnya.

Pada Prodi Teknologi Teknik Kedirgantaraan dengan kekhasan Kebandarudaraan ITL Trisakti ini, juga merupakan satu-satunya lembaga pendidikan tinggi di Indonesia yang akan menyiapkan SDM Kebandarudaraan, dengan penguasaan teknik Bandar udara, karena yang prodi yang ada di perguruan tinggi lain lebih menitikberatkan konsentrasi ilmu wahana terbang serta perawatan pesawat maupun roket, sementara di ITL Trisakti dengan kekhasan Kebandarudaraan, para lulusan akan mampu menguasai seluruh ilmu kebandarudaraan, mulai dari engineering dan non engineering, bisnis bandara, Manajemen Bandara, Hukum Internasional, yang multi keilmuwan, sehingga lulusan siap kerja, melaksanakan regulasi bandara, siap merancang dan membuat rencana pengembangan bandara dengan mengacu pada sertivikasi Bandar udara internasional, bahkan para lulusan juga mampu menjadi peneliti pada keilmuwan Bandar Udara.

Inilah jawaban bagi Pemerintah dalam mendukung program Bandar Udara yang telah dibangun sebanyak 237 bandar udara diseluruh wilayah Indonesia, bahkan akan dikembangkan lagi 50 bandar udara baru, dalam percepatan pembangunan ekonomi maupun infrastuktur kebandarudaraan. Prodi Teknologi Teknik Kedirgantaraan dengan kekhasan Kebandarudaraan ITL Trisakti akan mendukung penyediaan tenaga ahli dibidang transportasi udara bidang Kebandarudaraan, paparnya.
Ir Sumino, MM ketua Prodi Teknik Rekayasa Infrastuktur dan lingkungan dengan kekhasan infrasuktur Perkeretaapian, juga menjelaskan, bahwa prodi baru di ITL Trisakti ini adalah bagian untuk menjawab pembangunan sarana perkerataapian, sebagai respon pembangunan perkerataapian di Indonesia, dimana selama ini tenaga ahli kereta api diampil dari keilmuwan lain, seperti engineering, mechanical, electrical serta keilmuwan lain, berabagai disiplin ilmu itulah telah mendorong Teknik Rekayasa Infrastuktur dan lingkungan dengan kekhasan Perkeretaapian ITL Trisakti untuk di teliti dan dikembangkan menjadi satu kesatuan ilmu dengan kekhasan Infrastuktur Perkeretaapian, sehingga nantinya para lulusan ITL Trisakti dengan Teknik Rekayasa Infrastuktur dan lingkungan dengan kekhasan Infrastuktur Perkeretaapian akan mampu mengoperasikan secara utuh ilmu perkeretaapian, mampu merancang/mendesain, dan melaksanakan regulasi bidang Perkerataapian, bahkan mampu menjadi peneliti dibidang ilmu perkeretaapian, sehingga lulusannya adalah Insinyur Perkeretaapian bidang Infrastuktur dan Lingkungan, sehingga kedepan tenaga ahli perkeretaapian seperti pengelolaan Kereta Api Cepat, LRT maupun MRT dapat diisi oleh SDM anak-anak bangsa Indonesia, tegas Ir Sumino, MM.

0 komentar:

Posting Komentar