KASAL: KRI MERUPAKAN LAMBANG NEGARA, JANGAN GUNAKAN UNTUK HAL-HAL YANG TIDAK BENAR

KASAL: KRI MERUPAKAN LAMBANG NEGARA, JANGAN GUNAKAN UNTUK HAL-HAL YANG TIDAK BENAR

Surabaya, 25 Juli 2018, “Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) merupakan lambang negara yang diawaki oleh para Perwira kesatria. Jangan gunakan KRI untuk kegiatan-kegiatan yang tidak benar yang akan mencederai lambang negara tersebut”. Hal tersebut ditekankan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, S.E., M.M., saat memberikan pengarahan kepada para Komandan Satuan (Dansat), Komandan KRI, Kepala Departemen Mesin (Kadepsin) KRI, Komandan Batalyon (Danyon) Marinir, Komandan Kompi (Danki) dan Komandan Pesawat Udara (Dan Pesud) Wilayah Surabaya di Gedung Panti Tjahaja Armada (PTA) Koarmada II, Ujung Surabaya, Rabu (25/07).

Dihadapan para Perwira TNI AL Wilayah Surabaya, Kasal menegaskan, agar sebagai Komandan Satuan Operasional harus proaktif dalam pemeliharaan dan perbaikan Alutsista, pembinaan dan perawatan personel serta mewujudkan kesejahteraan personel, memiliki andil dan bertanggung jawab dalam penentuan kelayakan Alutsista yang siap operasi dan melaksanakan pengecekan penggunaan anggaran maupun hak yang diterima oleh satuan operasional.

Pada bagian lain, Kasal Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, S.E., M.M. juga menyampaikan tentang program 100 hari kerja Kasal yang meliputi Pembenahan dan Penguatan Organisasi, Rekalkulasi, Penataan dan Penguatan Sumber Daya Manusia TNI Angkatan Laut, Mengintensifkan Proses Pembangunan Koarmada III dan Pasmar 3, Revitalisasi Kerjasama Keamanan Laut, Akselerasi Implementasi Minimum Essestial Force (MEF) TNI Angkatan Laut, Penyempurnaan Doktrin TNI Angkatan Laut dan Doktrin Turunannya, Penyiapan Pasukan Khusus TNI Angkatan Laut, Pengembangan Kemampuan Network Centric Warfare dan Cyberwarfare, Revitalisasi Peran TNI Angkatan Laut dalam Poros Maritim Dunia (PMD)t, Penajaman Pendidikan dan Latihan, Penertiban dan Perbaikan Sistem Duklog Penguasaan Naval Technology dan Peningkatan Kinerja Pengelolaan Anggaran, Peningkatan Kesejahteraan Prajurit.

0 komentar:

Posting Komentar