Kepala Biro Umum Bakamla Hadiri FGD Penanganan Pengungsi Luar Negeri

Kepala Biro Umum Bakamla Hadiri FGD Penanganan Pengungsi Luar Negeri


Kamis, 19 Juli 2018 (Humas Bakamla)---Kepala Biro Umum Bakamla Brigjen TNI (Mar) Sandy M. Latief menghadiri undangan Focus Group Discussion (FGD) tentang Kebijakan dan Upaya Penyediaan Tempat Penampungan Sementara Pengungsi dari Luar Negeri di Indonesia sesuai Perpres No.125 Tahun 2016 tentang Penanganan Pengungsi dari Luar Negeri. Acara dibuka Deputi Bidang Koordinasi Kamtibmas Kemenkopulhukam Irjen Pol Drs. Carlo B. Tewu, di ruang Sasono Mulyo 3 Hotel Le Meridien, Kamis (19/7/2018).

Menurut Irjen Pol Carlo, forum ini bertujuan untuk memperoleh masukan dan solusi terbaik dari para narasumber dan peserta diskusi mengenai kebijakan dan upaya penyediaan tempat penampungan sementara pengungsi dari luar negeri di Indonesia sesuai Perpres No. 125 Tahun 2016. Acara dihadiri tamu undangan dari berbagai Kementerian/Lembaga, diantaranya Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, Kementerian Keuangan, Bappenas, BAIS TNI, Polri, BIN, BNPP dan Pemprov DKI Jakarta. Turut hadir bersama Kepala Biro Umum Bakamla yaitu Kabag Humas dan Protokol Kolonel Laut (KH) Drs. Toni Syaiful dan Kepala Subdirektorat Data Kolonel Laut (PM) Toto Hartoto,S.H.,M.M.

Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah Indonesia dalam penanganan pengungsi dari luar negeri, salah satunya dengan dikeluarkannya Perpres No. 125 tahun 2016. Dalam Perpres tersebut telah ditugaskan tanggung jawab K/L dan Pemda terkait penanganan pengungsi yang meliputi penemuan, pengawasan, keimigrasian, pengamanan dan penampungan pengungsi di tempat penampungan sementara. Namun saat ini belum semua kabupaten/kota yang diwilayahnya terdapat pengungsi telah menyediakan tempat penampungan sementara. Daerah yang telah mengimplementasikan Perpres dengan menyediakan tempat penampungan sementara bagi pengungsi yaitu Kab.Bintan, Kab. Sidoarjo, Kota Makassar dan Kota Tangerang Selatan. 

Berdasarkan data Ditjen Imigrasi per Mei 2018, jumlah pencari suaka dan pengungsi dari luar negeri yang berada di Indonesia saat ini berjumlah 13.842 orang yang terdiri atas 10.931 orang pengungsi dan 2.911 orang pencari suaka, 9.720 orang laki laki dan 4.122 orang perempuan. Pengungsi tersebut berada di Community house sebanyak 6.385 orang, shelter sementara 1.212 orang, rumah detensi imigrasi (Rudenim) 1.213 orang dan yang tinggal mandiri sebanyak 5.032 orang.

Hadir sebagai narasumber yaitu Direktur Pengawasan dan Penindakan Ditjen Imigrasi Iman Teguh Adianto membawakan materi tentang Kebijakan dan Upaya Ditjen Imigrasi Kemenkumham dalam rangka penampungan sementara pengungsi dari luar negeri guna mengembalikan fungsi Rudenim sesuai peruntukannya, Direktur Kewaspadaan Nasional Ditjen Polpum Kemendagri Drs. Masykur menyampaikan materi tentang peran Kementerian Dalam Negeri dalam upaya mendorong tugas pemerintah kota/kab dalam penyediaan tempat penampungan sementara pengungsi dari luar negeri sesuai Perpres No. 125 Tahun 2016, Perwakilan IOM Indonesia Nelson Bosch menyampaikan materi tentang Upaya IOM membantu Pemerintah Indonesia dalam penyediaan tempat penampungan sementara pengungsi dari luar negeri di Indonesia, Perwakilan UNHCR Indonesia Julia Zajkowski menyampaikan materi tentang Kebijakan dan upaya UNHCR Indonesia dalam upaya resettlement dan penyediaan tempat penampungan sementara pengungsi dari luar negeri di Indonesia.


Autentikasi :
Kasubbag Humas Bakamla, Mayor Marinir Mardiono

0 komentar:

Posting Komentar

 

SEL SURYA

SEL SURYA