Sadek SH : Siapapun Wapresnya Jokowi, Kami Keluarga Besar Sriwijaya Tetap Dukung Pak Jokowi

Sadek SH : Siapapun Wapresnya Jokowi, Kami Keluarga Besar Sriwijaya Tetap Dukung Pak Jokowi

Menanggapi munculnya beberapa nama Calon Wakil Presiden yang akan mendampingi Ir. H Joko Widodo dalam Pemilihan Presiden 2019 mendatang, Ketua Dewan Pembina GM Sriwijaya, H Sadek SH menegaskan, bahwa Keluarga Besar Sriwijaya di seluruh Indonesia telah diinstruksikan untuk tetap mendukung Jokowi, siapapun Wapresnya, berikut petikan wawancara dengan H Sadek, SH.

Bagaimana komentar Bapak tentang gonjang ganjing calon wapres yang akan mendampingi Jokowi pada Pilpres 2019 mendatang ?

Sadek SH :
setelah saya berbicara dengan sesepuh maupun Tokoh-tokoh Sumatera bagian Selatan, yang mempunyai loyalitas pada bangsa dan negara ini, yaitu antara lain dengan bapak Insinyur Alex Noerdin dan dengan bapak Mister Muddai Madang, mereka merestui untuk memberikan sedikit gambaran pemikiran-pemikiran kami, orang-orang Sumatera pada umumnya dan keluarga besar Sriwijaya pada khususnya. Setelah melihat seluruh program-program yang ada yang dilaksanakan oleh Pak Jokowi, setelah melihat begitu besar cintanya kepada bangsa dan negara ini, dan setelah beliau mampu membuat tol laut dan dapat menyamakan harga-harga semen dan Minyak di Papua di Irian Jaya dengan Jakarta, maka kami berkesimpulan bahwa Presiden Jokowi-lah yang benar-benar, pada saat ini mampu melaksanakan amanat dari pada Pancasila, ke 5-nya.
Jadi kalau yang dulu seperti Ir Sukarno adalah sebagai “Pendiri” atau Pahlawan dari pada bangsa ini, Pak Harto juga sebagai “Bapak Pembangunan”, tapi yang betul-betul melaksanakan Pancasila, kami lihat dan kami rasakan, baru Pak Jokowi-lah, Oleh sebab itu kami berkesimpulan bahwa siapapun Wapres-nya kami akan tetap mendukung daripada Presiden Jokowi untuk melanjutkan kepemimpinan negeri ini, pada Pilpres 2019 mendatang.

Bagaimana kriteria Cawapres, seperti apa yang diusulkan GM Sriwijaya ?

Sadek SH :
Kriteria Cawapres yang yang cocok untuk mendukung Pak Jokowi ada 2 Sisi, di satu sisi tokoh tersebut adalah seorang negarawan sejati, mampu untuk melaksanakan kerjasama dengan Presiden, dan kemudian mempunyai nama besar di negeri ini. dan kemudian juga mampu bekerja sama, membuat suatu hubungan emosional dengan DPR RI dan seluruh menteri-menteri yang ada. Satu sisi yang lain adalah “Sisi Ghaibnya”, disinilah yang perlu kita pahami, bahwa seorang tokoh yang punya nama besar tidak cukup untuk mendampingi Jokowi, seorang tokoh yang berpengalaman bagaimanapun tidak cukup Kecuali dia yang mampu di Bidang Ekonomi, kebudayaan juga mampu mengimbangi pokok-pokok pikiran atau gagasan gagasan yang ada pada Pak Jokowi. Cawapres itulah yang tentunya cocok mendampingi, apakah itu dari militer, Apakah Polisi, Apakah dari Sipil atau orang Partai, itu tidak menjadi masalah, tapi dua sisi itu adalah utama. Dia mempunyai niat yang baik terhadap bangsa dan negara ini, mampu beradaptasi dan mampu juga berkomunikasi dengan seluruh stake holders yang ada dan sisi Ghaibnya, dia tidak saya mempunyai nama besar, Wapres itu juga mempunyai kemampuan yang tinggi dalam bidang ekonomi, dengan kata lain dia mampu tidak memikirkan hal-hal yang berkaitan dengan korupsi dan lain-lain.

Apa rencana anda, apabila sudah terpilih Cawapres nanti ?

Sadek SH :
apabila sudah ditetapkan pasangan Cawapres pendamping Jokowi, maka kami dari Keluarga Besar Sriwijaya dan Sumatera pada umumnya, kecuapi satu Provinsi yang tidak mendukung Jokowi, akan membuat Relawan, yaitu Relawan Sriwijaya For Jokowi, dibawah petunjuk bapak Mister Muddai Madang dan Bapak Alex Noerdin, akan kami laksanakan gerakan dan langkah seperti apa, akan ditentukan kemudian, dan kami sudah berkomunikasi dengan tokoh Sumbangsel, 5 Provinsi telah siap mendukung Jokowi. Langkah awal adalah memerintahkan pengurus Pusat, Wilayah dan Cabang GM Sriwijaya se Indonesia, untuk patuh perintah harian DPP GM Sriwijaya dengan mendukung Jokowi, siapapun Wapresnya.

Beberapa saat lalu, bangsa ini dikejutkan dengan Aksi Terorisme, Bagaimana menanggapi hal tersebut ?

Sadek :
Masalah Terorisme di negeri ini sebenarnya sudah banyak Pakar-pakar yang berbicara, tapi kita Sederhanakan saja masalahnya, itu para pelaku terorisme cukup didekati, kemudian diberikan satu ruang kasih sayang, ruang keadilan. di mana mereka bisa menjalani hidup layak di negeri ini, dan kemudian diberikan tuntunan lain, seperti bagaimana masyarakat Pancasila, bagaimana NKRI, bagaimana cita-cita pendiri bangsa Bung Karno dan Bung Hatta, itu dulu yang perlu diberikan kepada mereka, dan satu hal lagi yang sangat penting adalah kita mempunyai niat yang baik kepada mereka, sebagai satu rumpun daripada bangsa ini. hanya mereka “Keliru”, keliru didalam menghadapi pokok-pokok pikiran dalam masalah globalisasi. inilah yang perlu diluruskan.

Masalah lain yang dihadapi bangsa ini, bagaimana sebaiknya menghadapi globalisasi dan bebas visa di negeri ini ?

Sadek SH :
Masalah globalisasi ini adalah masalah dunia, di mana tidak ada lagi ruang dan waktu yang mampu memisahkan, namun negara ini harus juga mengacu kepada negara-negara lain, seperti Arab Saudi seperti Singapura dan lain-lain di dunia. tidak ada yang namanya orang asing yang mempunyai hak milik di negeri ini, walaupun dia berproses di pengadilan, sebagai acuan dari pada Undang-undang Kewarganegaraan, itulah kekelirahan besar daripada bangsa ini, Undang-undang kewarganegaraan nomor 12 tahun 2006, itu sama saja kita sudah menjual negeri ini, Karena orang asing apabila berposes di Pengadilan sebagai WNI, Dia haknya sama dengan WNI, jadi salah satu dampak daripada lainnya adalah bebas Visa, ini kalau mereka mempunyai niat jahat, jadi terus terang saja ada beberapa bangsa asing seperti Jepang, Korea, Jerman, Amerika dan sebagainya Itu hanya berniat berusaha di negeri ini, tapi ada satu suku bangsa yang tidak saja buka usaha, tapi ingin juga merebut bangsa dan negeri ini, saya sudah bicarakan berkali-kali di depan di media, hati-hati menghadapi bangsa ini, mereka tidak saja berniat berdagang berusaha di sini, tapi dia berniat perampok negeri ini, nah jadi bebas visa dan bebas tenaga asing berkeliaran beribu-ribu, itu terus terang adalah orang-orang yang sudah dididik militer, dimobilisasi, yang pada saatnya nanti seperti Jepang menguasai Indonesia pada tahun 1935, Jepang berdagang sepatu merk Asahi keliling-keliling, rupanya itu tentara semua dan pada tahun 1942, mereka menaklukan Belanda di seluruh negeri, itu tadi yang berdagang sepatu rupanya tentara Jepang, ini yang tidak pernah kita dicatat, dan perlu kita catat sebagai sejarah dari pada masa silam, dan perlu dicamkan bahwa ada 1 negara di dunia yang ingin mencaplok negeri ini, kalau tidak percaya silahkan, Apabila terjadi perang nanti di Pasific, antara dua negara adidaya, maka kita akan jadi korban.

0 komentar:

Posting Komentar

 

SEL SURYA

SEL SURYA