Semarakkan Wayang Orang, Konitas Berbagai Etnis Main Wayang Orang

Malam ini (Jumat 20/07/2018) di Gedung Bharata semarak dengan pertunjukan wayang orang yang di perankan oleh pemain-pemain dari berbagai komunitas dan etnis.
Cerita dengan tema "Ande-ande Lumut" yang menceritakan seorang raja yang ingin meminang gadis belia nan cantik, namun dalam cerita ada filosopi yang dapat diambil.

"Jadi pada cerita tradisional Jawa kuno, pergolakan-pergolakan juga pernah terjadi, namun ujung-ujungnya kebenaran jugalah yang muncul, dari cerita ande-ande lumut ini, intinya penting sekali cerita-cerita rakyat ini di lestarikan karena mengajarkan filosopi dasar humanisme bahwa kebenaran jugalah yang akan muncul, jadi hidup itu harus on the tracklah" kata Silvana selaku Ketua panitia penyelenggara pertunjukan wayang orang kepada media di sela-sela pertunjukan di gedung wayang orang Barata, Senen, Jakarta Pusat. Jumat 20 Juli 2018.

Tampak kursi terisi penuh di gedung Barata saat pertunjukan yang sangat menarik, karena melibatkan juga pelawak Polo dan Kadir.


"Setiap pertunjukan harus ada humornya agar pertunjukan tersebut ada daya tariknya, tidak monoton" tambah Silvana yang juga sebagai Ketua Umum Wanita Cinta NKRI.

Diakui mayoritas penonton dipenuhi usia lanjut, ini tantangan kedepan untuk menarik generasi muda.

“Himbauan kepada pemerintah agar terus dapat memberi bantuan kepada kami seniman-seniman yang masih semangat berkarya, kami bisa diberi bantuan untuk penyelenggaraan pertunjukan, sehingga para seniman otomatis punya kerjaan, kepada anak milenial sekarang, jangan sampai budaya seni kita hilang, mari lestarikan dengan cara menyenangi kesenian negeri kita” harap Toti selaku pembina dari Wanita Cinta NKRI.

Polo , Kadir tokoh Srimulat dan Ibu Silvana bersama pendukungnya

Dalam waktu dekat juga Silvana akan menjadi ketua penyelenggara festival paduan suara seluruh Indonesia yang akan digelar finalnya di Istora Senayan pada 28 Oktober 2018. 

Dalam profesi pemain wayang orang atau ludruk, pemain harus bisa menanggalkan identitas kalau mau tampil maksimal.

“Kami semua sama saat mentas, bahkan pak Menteri Perhubungan, Pak Budi Karya dan juga Gubernur Pak Ganjar, berbaur dan kompak karena bisa melebur dalam pementasan, disini filosopinya bahwa kita semua sama tidak memandang suku, etnis dan agama, semua satu dalam NKRI” tutup Silvana.

0 komentar:

Posting Komentar

 

SEL SURYA

SEL SURYA