Dr Ferdinand F Tumewu, SPm : Pemerintah Harus Secepatnya Kembali Gelar Sensus Penduduk

D
r Ferdinand F Tumewu, SPm : Pemerintah Harus Secepatnya Kembali Gelar Sensus Penduduk

Sensus Penduduk Indonesia yang terakhir digelar tahun 2010, saat ini menurut Dr Ferdinand F Tumewu, SPm sudah tidak relevan lagi jika digunakan pemerintah dalam pengambilan kebijakan, khususnya dalam pengambilan kebijakan bidang kesehatan, untuk itu Dokter yang juga sering kali turun ke masyarakat dalam kegiatan pengobatan gratis tersebut berharap Pemerintah segera menggelar sensus penduduk kembali.

Menurut Dr Ferdinand F Tumewu, SPm bahwa dari tahun 2010 kondisinya sangat berbeda dengan saat ini, dimana banyak masyarakat yang dahulu masih produktif, namun saat ini sudah tidak produktif lagi atau sudah berusia lanjut, sehingga harus diberikan bantuan untuk kesehatan mereka, demikian juga angka kelahiran selama tahun 2010 hingga 2018 ini sangat besar, sehingga mereka juga harus diberikan asuransi kesehatan untuk menunjang kesehatan mereka.

Dr Ferdinand F Tumewu, SPm yang juga Selebrity Ibukota sebagai Vokalis di New Golden Band (NGB) yang polular dengan lagu "Jomblo dan Menunggumu Sayang" ini, kerap kali melakukan road show untuk pengobatan gratis yang juga dibarengi dengan pergelaran musik untuk menghibur masyarakat di daerah terpencil, selama keliling di sejumlah daerah, juga melihat bahwa pelayanan kesehatan di daerah-daerah masih sangat kurang, banyak warga yang tidak memperoleh perlindungan asuransi kesehatan, inilah perlunya memaksimalkan program Indonesia Sehat dengan data baru yang falid, sehingga KIS bisa tepat sasaran serta membantu dalam peningkatan kesehatan masyarakat diseluruh Indonesia, tegasnya.

Dengan data Sensus yang tepat juga akan membantu Pemerintah dalam program Pendidikan maupun Ekonomi kerakyatan, dimana pemberian Kartu Indonesia Pintar (KIP) juga harus didukung dengan data terbaru, apakah yang bersangkutan layak untuk diberi KIP, dan jangan sampai yang seharusnya dibantu justru tidak memperoleh bantuan dari KIP, belum lagi pemberian Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) maupun pemberian Raskin, sebagaimana Program Keluarga Harapan harus diberikan tepat sasaran khususnya dalam meningkatkan keluarga prasejahtera menjadi keluarga sejahtera, karena pada kenyataannya banyak warga yang seharusnya dibantu, namun belum tercover program tersebut, untuk itu dengan “Sensus” ulang, diharapkan benar-benar dapat menyisir warga kurang mampu yang ada di pelosok-pelosok wilayah Indonesia, tegas Dr Ferdinand.

Saat diminta tanggapan akan program penataan transportasi di Indonesia, khsususnya di Ibukota Jakarta menjelang ASEAN GAMES beberapa hari lagi, Dokter yang banyak memperoleh penghargaan Nasional maupun Internasional ini menilai, bahwa Kota-kota besar seperti Ibukota Jakarta ini sudah waktunya memanfaatkan teknologi informasi bidang transportasi, atau dikenal dengan “intelligent transportasion”, dimana seluruh wilayah ibukota diawasi dengan CCTV yang terkoneksi dengan program canggih, sehingga jika ada yang melanggar lalu lintas secara otomatis terakam jenis pelanggaran maupun identitas kendaraan tersebut, sehingga tindakan tidak harus diberikan dengan tilang, tetapi berupa tagihan denda yang dikirim ke rumah, atau saat pelanggar mengurus surat kendaraan (Perpanjangan STNK), ini dapat meningkatkan kedisiplinan pengguna jalan raya, menghindari adanya pungli serta mengurangi petugas Polisi di lapangan, bahkan akan mencegah kejahatan di jalan raya yang marak di viral-viral media sosial selama ini, tegas Dr Ferdinand F Tumewu, SPm. (Pry)

0 komentar:

Posting Komentar