Komandan Pusdik Zeni AD Buka PPBN Mahasiswa ITL Trisakti

Komandan Pusdik Zeni AD Buka PPBN Mahasiswa ITL Trisakti

Pendidikan Pendahuluan Bela Negara (PPBN) sebagai salahsatu kegiatan wajib bagi mahasiswa baru Institut Transportasi dan Logistik Trisakti (ITL Trisakti) tahun akademik 2018-2019 ini telah digelar 3 angkatan, dimana angkatan 1 dan 2 telah digelar dengan jumlah 700 peserta, dan pada Selasa 27 Agustus 2018 untuk angkatan ke 3 diikuti 498 mahasiswa baru, dan acara PPBN dibuka secara resmi oleh Komandan Pusdik Zeni Kol.

Dalam sambutan pembukaan Komandan Pusdik Zeni Kolonel CZI Sapto Widhi menegaskan, bahwa Pendidikan pendahuluan bela negara bagi mahasiswa baru Institut Transportasi dan Logistik Trisakti tahun akademik 2018-2019 ini, merupakan upaya penanaman rasa cinta tanah air dan wawasan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Bela Negara adalah tekad, sikap dan tindakan warga negara yang teratur, menyeluruh, terpadu dan berkelanjutan yang dilandasi oleh kecintaan pada tanah air.

Kesadaran berbangsa dan bernegara serta keyakinan akan Kesaktian Pancasila sebagai ideologi negara dan kerelaan untuk berkorban, guna menghadapi setiap ancaman baik yang datang dari dalam maupun luar negeri, yang membahayakan kemerdekaan dan kedaulatan NKRI.



Pendidikan pendahuluan bela negara ini adalah pendidikan dasar bela negara guna menumbuhkan kecintaan kepada tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara Indonesia, akan Kesaktian Pancasila, kerelaan berkorban bagi negara serta memberikan kemampuan awal bela negara bagi mahasiswa baru Institut Transportasi dan Logistik Trisakti, serta merupakan upaya yang dilakukan oleh setiap warga negara sebagai penilaian hak dan kewajiban dalam rangka penyelenggaraan pertahanan keamanan negara, ungkapnya tegas.

Sasaran pendidikan pendahuluan bela negara adalah terwujudnya warga negara Indonesia yang mengerti menghayati serta yakin untuk menunaikan kewajiban dalam upaya bela negara, ciri-cirinya yang pertama cinta tanah air yaitu mengenal mencintai wilayah rasionalnya, sehingga waspada dan siap Membela tanah air Indonesia terhadap segala bentuk ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan yang dapat membahayakan kelangsungan hidup bangsa dan negara oleh siapapun dan dari mana pun.

Yang kedua sadar berbangsa Indonesia yaitu Selalu membina kerukunan, persatuan dan kesatuan di lingkungan keluarga, pemukiman pendidikan dan pekerjaan serta mencintai budaya bangsa dan selalu mengutamakan kepentingan bangsa diatas kepentingan pribadi, keluarga dan golongan.

Yang ketiga sadar negara Indonesia yaitu sadar bertanah air, bernegara dan berbangsa satu, yaitu Indonesia. Serta mengakui dan menghormati Bendera Merah Putih, lagu kebangsaan Indonesia Raya, lambang negara Garuda Pancasila dan Kepala Negara serta manfaatnya seluruh peraturan perundang-undangan yang berlaku. kesaktian Pancasila sebagai ideologi negara, yaitu yakin akan kebenaran Pancasila sebagai satu-satunya falsafah dan ideologi bangsa dan negara yang telah terbukti kesaktiannya dalam penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara, guna tercapainya tujuan nasional.

Kemudian ciri-ciri yang keempat yaitu rela berkorban untuk bangsa dan negara, yaitu rela mengorbankan waktu, Tenaga, pikiran dan harta benda maupun tanah untuk kepentingan umum, sehingga pada saatnya yang mengorbankan jiwa raga demi kepentingan bangsa dan negara, karena memiliki kemampuan awal bela negara diutamakan secara fisik atau mental memiliki sifat-sifat disiplin, kerja keras, mentaati segala peraturan perundang-undangan yang berlaku, percaya akan kemampuan sendiri, tahan hujan, pantang menyerah dalam menghadapi kesulitan untuk mencapai tujuan nasional, serta secara fisik atau jasmani yang sangat diharapkan memiliki kondisi kesehatan dan keterampilan jasmani yang dapat mendukung kemampuan awal bela negara, Kolonel CZI Sapto Widhi.


Usai pembukaan, Wakil Rektor ITL Trisakti Suparwan Cecep Kosasih menegaskan, bahwa PPBM ini kita berikan, yang pertama loyal terhadap bangsa dan negara pada situasi dan kondisi saat ini, jadi jiwa dan raganya itu adalah untuk bangsa dan negara.

 Juga untuk membentuk para Mahasiswa agar bisa berperilaku dengan baik, santun, disiplin dan tanggung jawab, ungkapnya.

Kita berikan arahan-arahan supaya dia paham bernegara, berbangsa di dalam pergaulan kehidupan sehari-hari, juga bisa menangkal radikalisme, dan mereka punya sikap yang baik, disiplin dan bertanggung jawab.

Bela negara adalah bentuk setiap warga negara berhak ikut serta di dalam usaha bela negara bagi setiap warga negara, dahulu ada wajib militer namun saat ini sudah tidak diwajibkan lagi, namun semangat bela negara harus tetap ditanamkan pada diri setiap warga negara.

Harusnya penanaman bela negara dan cinta tanah air dimulai dari SD sampai dengan perguruan tinggi, dan untuk ITL Trisakti sudah mulai dari tahun 2015 dan sampai sekarang, tegas Suparwan CK.


(Nrl)

0 komentar:

Posting Komentar