KRI BANDA ACEH 593 IKUTI LATMA CARAT 2018

KRIKRI BANDA ACEH 593 IKUTI LATMA CARAT 2018

Jakarta, 15 Agustus 2018, Salah satu kapal perang dari jajaran Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) KRI Banda Aceh-593 mengikuti Latihan Bersama (Latma) Cooperation Afloat Readiness And Training(CARAT) ke-24 tahun 2018 yang digelar TNI AL dengan US Navy.

Sebanyak 730 personel TNI AL dan 715 personel AL AS ikut dalam pelatihan gabungan yang dimulai awal bulan Agustus 2018 dan dilaksanakan di Jakarta, Laut Jawa dan Laut Bali.

Dan pada Rabu (15/8) Kapal perang jenis Landing Platform Dock (LPD) yang dikomandani oleh Letkol Laut (P) Ali Setiandy, M.Tr (Hanla), M.Tr(Han) ini dan USS. Rushmore melakukan pendaratan pantai di Banongan, Situbondo dengan mendaratkan Pasukan Marinir 1 Jakarta (Batalyon 4) dan US. Marine (USMC).

Sebelumnya KRI Banda Aceh 593 dan USS Rushmore dari Angkatan Laut Amerika Serikat atau US Navy menggelar Sea Phase atau manuver lapangan di Laut Jawa, Selasa (14/8) dan langsung menuju Banongan untuk melaksanakan pendaratan pasukan marinir.

Sea Phase/Manuver Lapangan tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Satuan Kapal Eskorta (Dansatkor) Koarmada I Kolonel Laut (P) Isswarto selaku Dansatgas Carat 2018 yang On Board di KRI Banda Aceh-593.

Dalam latihan Sea Phase ini, TNI AL selain melibatkan unsur KRI KRI Banda Aceh-593, jugan KRI Sultan Iskandar Muda-367 serta mengerahkan dua unsur udara berupa pesawat Cassa serta Heli BO-105. Sedangkan US Navy mengerahkan USS Rushmore L 47 serta pesawat P-8.

KRI Banda Aceh merupakan kapal perang berjenis Landing Platform Dock dengan ukuran panjang 22.004 meter dan lebar 125 meter. Berat kapal ini mencapai 7.286 ton. Kapal perang ini memiliki kecepatan maksimum 15 knot dan memiliki daya angkut sebanyak 344 personel.

Kapal perang yang berada dibawah kendali Satlinlamil Jakarta ini juga mampu menampung 5 unit helikopter jenis MI-2 atau Bell 412, 2 unit LCVP, 3 unit meriam Howitzer, dan 20 Tank. Untuk persenjataan perang, kapal ini dilengkapi meriam kaliber 20 mm dan 40 mm.

Selama melaksanakan Sea Phase, KRI Banda Aceh 593 bersama kapal perang lain yang terlibat melaksanakan Serial Latihan di Perairan Laut Jawa antara lain: Search and Rescue Exercise (SAREX), Fast Inshore Attack Craft (FIAC), Encounter Screen Exercise, Flag Echo, Flag Hoist, Publications Exercise(NSIC), Gunnery Exercise(Gunnex), Photo Exercise(Photex), Replacement and Sea(RAS) Exercise, Tacman Non Manuver (OOW EX) danFlashing Exercise (Flashex).

Latma CARAT merupakan program latihan rutin setiap satu tahun sekali yang digelar oleh TNI AL dan US. Navy. Latihan ini bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme prajurit TNI AL mengenai doktrin peperangan laut, operasi amfibi, bhakti sosial dan penanggulangan bencana alam. Selain itu juga untuk meningkatkan hubungan bilateral antar Angkatan Laut kedua negara.(Dispen Kolinlamil)A ACEH 593 IKUTI LATMA CARAT 2018

Jakarta, 15 Agustus 2018, Salah satu kapal perang dari jajaran Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) KRI Banda Aceh-593 mengikuti Latihan Bersama (Latma) Cooperation Afloat Readiness And Training(CARAT) ke-24 tahun 2018 yang digelar TNI AL dengan US Navy.

Sebanyak 730 personel TNI AL dan 715 personel AL AS ikut dalam pelatihan gabungan yang dimulai awal bulan Agustus 2018 dan dilaksanakan di Jakarta, Laut Jawa dan Laut Bali.

Dan pada Rabu (15/8) Kapal perang jenis Landing Platform Dock (LPD) yang dikomandani oleh Letkol Laut (P) Ali Setiandy, M.Tr (Hanla), M.Tr(Han) ini dan USS. Rushmore melakukan pendaratan pantai di Banongan, Situbondo dengan mendaratkan Pasukan Marinir 1 Jakarta (Batalyon 4) dan US. Marine (USMC).

Sebelumnya KRI Banda Aceh 593 dan USS Rushmore dari Angkatan Laut Amerika Serikat atau US Navy menggelar Sea Phase atau manuver lapangan di Laut Jawa, Selasa (14/8) dan langsung menuju Banongan untuk melaksanakan pendaratan pasukan marinir.

Sea Phase/Manuver Lapangan tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Satuan Kapal Eskorta (Dansatkor) Koarmada I Kolonel Laut (P) Isswarto selaku Dansatgas Carat 2018 yang On Board di KRI Banda Aceh-593.

Dalam latihan Sea Phase ini, TNI AL selain melibatkan unsur KRI KRI Banda Aceh-593, jugan KRI Sultan Iskandar Muda-367 serta mengerahkan dua unsur udara berupa pesawat Cassa serta Heli BO-105. Sedangkan US Navy mengerahkan USS Rushmore L 47 serta pesawat P-8.

KRI Banda Aceh merupakan kapal perang berjenis Landing Platform Dock dengan ukuran panjang 22.004 meter dan lebar 125 meter. Berat kapal ini mencapai 7.286 ton. Kapal perang ini memiliki kecepatan maksimum 15 knot dan memiliki daya angkut sebanyak 344 personel.

Kapal perang yang berada dibawah kendali Satlinlamil Jakarta ini juga mampu menampung 5 unit helikopter jenis MI-2 atau Bell 412, 2 unit LCVP, 3 unit meriam Howitzer, dan 20 Tank. Untuk persenjataan perang, kapal ini dilengkapi meriam kaliber 20 mm dan 40 mm.

Selama melaksanakan Sea Phase, KRI Banda Aceh 593 bersama kapal perang lain yang terlibat melaksanakan Serial Latihan di Perairan Laut Jawa antara lain: Search and Rescue Exercise (SAREX), Fast Inshore Attack Craft (FIAC), Encounter Screen Exercise, Flag Echo, Flag Hoist, Publications Exercise(NSIC), Gunnery Exercise(Gunnex), Photo Exercise(Photex), Replacement and Sea(RAS) Exercise, Tacman Non Manuver (OOW EX) danFlashing Exercise (Flashex).

Latma CARAT merupakan program latihan rutin setiap satu tahun sekali yang digelar oleh TNI AL dan US. Navy. Latihan ini bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme prajurit TNI AL mengenai doktrin peperangan laut, operasi amfibi, bhakti sosial dan penanggulangan  bencana alam. Selain itu juga untuk meningkatkan hubungan bilateral antar Angkatan Laut kedua negara.(Dispen Kolinlamil)

0 komentar:

Posting Komentar

 

CALEG PERINDO DPRD DKI DAPIL 9 NO.6

CALEG PERINDO DPRD DKI DAPIL 9 NO.6