Seniman dan Budayawan Betawi Syaiful Amri, Raih Doktor Budaya Dari Universitas Indonesia

Seniman dan Budayawan Betawi Syaiful Amri, Raih Doktor Budaya Dari Universitas Indonesia

Artis Seniman dan Budayawan Betawi Syaiful Amri, Raih Doktor Budaya Dari Universitas Indonesia

Artis Ibukota yang telah mengisi dunia Sinetron beberapa stasiun televisi nasional, juga banyak menyutradarai Seni Tradisi Betawi “Lenong Modern” seperti Komedi Betawi (Kombet) ini, dengan kerja kerasnya, akhirnya Syaiful Amri memperoleh Gelar Doktor Budaya (S3) program studi Ilmu Susastra Kajian Tradisi Lisan (KTL ) di Universitas Indonesia, Desertasi yang dibawakan adalah “Rekacipta Lenong Dalam Kombet Sebagai Adaptasi Terhadap Perubahan Zaman”.

Usai Wisuda Sabtu 1 September 2018 di Bailirung Kampus UI Depok, Dr Syaiful Amri, pada wartawan menjelaskan, bahwa gelar tertinggi dalam perjalanan akademik ini, adalah sebuah perjalanan panjang dan penuh suka duka, namun atas dukungan dan dorongan keluarga, promotor Ibu Pudentia co. Promotor Pak Tommy Cristommy dan Ibu Yulianti Parani serta seluruh sahabat dan mitra selama ini, akhirnya mampu menyelesaikan kelulusan S3 Fakultas Ilmu Budaya dari Universitas Indonesia.

Dalam Presentasi yang dilakukan hingga ke Belanda dan Perancis, karena tentang Budaya Indonesia banyak data-data tersimpan di Perpustakaan Belanda, hal tersebutlah ia gali khusus tentang Budaya Betawi, bahkan di Belanda juga ada Kampung Batavia, paparan di Universitas Leiden Belanda ini sebagaimana Desertasi Rekacipta Lenong Dalam Komedi Betawi Sebagai Adaptasi Terhadap Perubahan Zaman. Dan saat sidang akademik pihaknya juga menampilkan Komedi Betawi, mungkin hanya satu-satunya peserta Sidang Desertasi yang juga menyertakan pergelaran kesenian Komedi Betawi, paparnya.

Sebagai masyarakat Asli Betawi, Dr Syaiful Amri juga mengaku bangga karena bersama anak-anaknya juga berkomitmen melestarikan dan mengembangkan Seni Budaya Betawi dan tahun 2018 bisa sama-sama di wisuda dimana dirinya S3, meneliti tentang Lenong Kombet, anaknya yang pertama Lutfi Virdiansyah S2 Jur Sastra Budaya Pertunjukan program KTL FIB Universitas Indonesia dengan Meneliti tentang Kesenian Samrah, dan anaknya kedua, Ibnu Hafizh Baihaqi prodi Sastra Indonesia UNJ juga meneliti tentang Si Pitung bahkan sudah menjadi Sutradara KOMBET UNJ, jadi kami bertiga meneliti Seni Budaya Betawi, tanpa disadari saya sudah melakukan pewarisan dalam Kajian Tradisi Lisan ungkap Syaiful Amri yang kini juga masih aktif menjadi ASN di Dinas Pariwisata dan Budaya Provinsi DKI Jakarta.

Sebagai peneliti yang juga alumni Fakultas Teater IKJ ini, Dr Syaiful Amri juga akan membagikan ilmunya kepada para mahasiswa, bahkan dalam kesempatan mengajar, juga telah mengisi sebagai dosen tamu di Institut Kesenian Jakarta maupun Universitas Negeri Jakarta, bahkan telah juga membentuk beberapa kelompok Lenong Komedi Betawi baik dilingkungan kampus maupun masyarakat.

Ketua Yayasan Komedi Betawi yang ia dirikan bersama para seniman Betawi, Dr Syaiful Amri mengaku akan terus berjuang, bukan saja memajukan Seni Tradisi Betawi, bukan saja di ajang Nasional namun harus bisa go internasional, untuk tampil di bebarapa negara di dunia, dimana saat tampil memaparkan Komedi Betawi di Universitas Leiden Belanda, ternyata banyak mahasiswa Belanda yang ingin belajar tentang Seni Budaya Betawi, untuk itu dirinya optimis Budaya Betawi kudu diangkat, sebagaimana pantun yang dibuatnya, “Tanem Sawi kudu di aerin, Petik pepaya di pagi hari, Budaya Betawi kudu di Lestariin, kalau bukan saya siape lagi”, paparnya.


Dr Syaiful Amri yang juga aktif di Lembaga Kebudayaan Betawi ini juga bersyukur masih banyak tokoh-tokoh Betawi yang berjuang untuk memajukan dan melestarikan Seni Budaya Betawi, pemikiran-pemikiran maupun usaha dengan gigih untuk mempertahankan dan memperjuangkan Budaya Betawi agar menjadi tuan rumah di Ibukota Jakarta, sebagai tanah Betawi ini, dan dirinya juga bersyukur jika banyak juga generasi muda yang datang dari daerah lain, tetapi turut serta belajar Seni Betawi dan melestarikan Kesenian Betawi, ini merupakan inovasi baru, karena meskipun bukan asli Betawi tapi peduli dengan Seni Budaya Betawi, namun bagi masyarakat asli Betawi sendiri harus bangkit untuk aktif dalam melestarikan Seni Budaya Betawi, dan harus mampu berinovasi baru sehingga tradisi Betawi bukan saja di kembangkan namun harus di jaga keberadaannya.

Sebagaimana amanat Undang-Undang tentang Daerah Khusus Ibukota Jakarta, maupun Peraturan Daerah (Perda) serta Pergub DKI Jakarta dalam pelestarian dan peningkatan budaya Betawi, diharapkan dunia usaha di Jakarta juga berpartisipasi aktif, sebagaimana aturan yang ada, pihaknya juga bersyukur saat ini sekolah-sekolah dari TK hingga Perguruan Tinggi telah membuka kegiatan Ekstra Kurikuler tentang Seni Budaya Betawi, baik Seni Tari, Seni Lenong, Samrah, Tanjidor, Gambang Kromong, Kriya Topeng Betawi, Ondel-ondel, Batik Betawi, silat Betawi serta kesenian Betawi lainnya, ini harus di apresiasi, kita bersyukur Seni Betawi telah menjadi kajian-kajian akademik, apalagi Gubernur DKI Anies Baswedan sangat komit untuk memperhatikan kesenian Betawi, ini moment baik bagi para pelaku seni Budaya Betawi, memanfaatkan fasilitas yang ada di DKI Jakarta, baik fasilitas di Anjungan DKI Jakarta TMII, Perkampungan Budaya Betawi, Balai Latihan Kesenian di 5 Wilayah Kota, serta fasilitas lain yang ada, seperti RPTRA dan yang lain, untuk mengembangkan Seni Budaya Betawi, pinta Dr Syaiful Amri. (Pry) telah mengisi dunia Sinetron beberapa stasiun televisi nasional, juga banyak menyutradarai Seni Tradisi Betawi “Lenong Modern” seperti Komedi Betawi (Kombet) ini, dengan kerja kerasnya, akhirnya Syaiful Amri memperoleh Gelar Doktor Budaya (S3) program studi Ilmu Susastra di Universitas Indonesia, Desertasi yang dibawakan adalah “Rekacipta Lenong Dalam Kombet Sebagai Upaya Terhadap Perubahan Zaman”.

Usai Wisuda Sabtu 1 September 2018 di Balai room Kampus UI Depok, Dr Syaiful Amri, pada wartawan menjelaskan, bahwa gelar tertinggi dalam perjalanan akademik ini, adalah sebuah perjalanan panjang dan penuh suka duka, namun atas dukungan dan dorongan keluarga serta seluruh sahabat dan mitra selama ini, akhirnya mampu menyelesaikan kelulusan S3 Sastra Budaya dari Universitas Indonesia.

Dalam Presentasi yang dilakukan hingga ke Belanda dan Perancis, karena tentang Budaya Indonesia banyak data-data tersimpan di Perpustakaan Belanda, hal tersebutlah ia gali khusus tentang Budaya Betawi, bahkan di Belanda juga ada Kampung Batavia, paparan di Universitas Leiden Belanda ini sebagaimana Desertasi Rekacipta Lenong Dalam Komedi Betawi Sebagai Upaya Terhadap Perubahan Zaman. Dan saat sidang akademik pihaknya juga menampilkan Komedi Betawi, mungkin hanya satu-satunya peserta Sidang Desertasi yang juga menyertakan pergelaran kesenian Momedi Betawi, paparnya.

Sebagai masyarakat Asli Betawi, Dr Syaiful Amri juga mengaku bangga karena bersama anak-anaknya juga berkomitmen melestarikan dan mengembangkan Seni Budaya Betawi, dimana dirinya meneliti tentang Lenong, anaknya yang pertama Lutfi Virdiansyah prodi Sastra Universitas Indonesia dengan Meneliti tentang Kesenian Samrah, dan anaknya kedua, Ibnu Hafizh Baihaqi prodi Sastra Indonesia juga meneliti tentang Si Pitung, jadi kami bertiga meneliti Seni Budaya Betawi, ungkap Syaiful Amri yang kini juga masih aktif menjadi ASN di Dinas Pariwisata dan Budaya Provinsi DKI Jakarta.

Sebagai peneliti yang juga alumni Fakultas Teater IKJ ini, Dr Syaiful Amri juga akan membagikan ilmunya kepada para mahasiswa, bahkan dalam kesempatan mengajar, juga telah mengisi sebagai dosen tamu di Institut Kesenian Jakarta maupun Universitas Negeri Jakarta, bahkan telah juga membentuk beberapa kelompok Lenong Modern Komedi Betawi baik dilingkungan kampus maupun masyarakat.

Ketua Yayasan Komedi Betawi yang ia dirikan bersama para seniman Betawi, Dr Syaiful Amri mengaku akan terus berjuang, bukan saja memajukan Seni Tradisi Betawi, bukan saja di ajang Nasional namun harus bisa go internasional, untuk tampil di bebarapa negara di dunia, dimana saat tampil memaparkan Komedi Betawi di Universitas Leiden Belanda, ternyata banyak mahasiswa Belanda yang ingin belajar tentang Seni Budaya Betawi, untuk itu dirinya optimis Budaya Betawi kudu diangkat, sebagaimana panting yang dibuatnya, “Tanem Sawi kudu di aerin, Petik papaya di pagi hari, Budaya Betawi kudu di Lestariin, kalau bukan saya siape lagi”, paparnya.

Dr Syaiful Amri yang juga aktif di Lembaga Kebudayaan Betawi ini juga bersyukur masih banyak tokoh-tokoh Betawi yang berjuang untuk memajukan dan melestarikan Seni Budaya Betawi, pemikiran-pemikiran maupun usaha dengan gigih untuk mempertahankan dan memperjuangkan Budaya Betawi agar menjadi tuan rumah di Ibukota Jakarta, sebagai tanah Betawi ini, dan dirinya juga bersyukur jika banyak juga generasi muda yang datang dari daerah lain, tetapi turutserta belajar Seni Betawi dan melestarikan Kesenian Betawi, ini merupakan inovasi baru, karena meskipun bukan asli Betawi namun peduli dengan Seni Betawi, namun bagi masyarakat asli Betawi harus bangkit untuk aktif dalam melestarikan Seni Budaya Betawi, dan harus mampu berinovasi baru sehingga tradisi Betawi bukan saja di kembangkan namun harus di jaga keberadaannya.

Sebagaimana amanat Undang-Undang tentang Daerah Khusus Ibukota Jakarta, maupun Peraturan Daerah (Perda) serta Pergub DKI Jakarta dalam pelestarian dan peningkatan budaya Betawi, diharapkan dunia usaha di Jakarta juga berpartisipasi aktif, sebagaimana aturan yang ada, pihaknya juga bersyukur saat ini sekolah-sekolah dari TK hingga Perguruan Tinggi telah membuka kegiatan Ekstra Kurikuler tentang Seni Budaya Betawi, baik Seni Tari, Seni Lenong, Samrah, Tanjidor, Gambang Kromong, Kriya Topeng Betawi, Ondel-ondel, Batik Betawi, silat Betawi serta kesenian Betawi lainnya, ini harus di apresiasi, kita bersyukur Seni Betawi telah menjadi kajian-kajian akademik, apalagi Gubernur DKI Anies Baswedan sangat-sangat memperhatikan kesenian Betawi, ini moment baik bagi para pelaku seni Budaya Betawi, memanfaatkan fasilitas yang ada di DKI Jakarta, baik fasilitas di Anjungan DKI Jakarta TMII, Perkampungan Budaya Betawi, Balai Latihan Kesenian di 5 Wilayah Kota, serta fasilitas lain yang ada, seperti RPTRA dan yang lain, untuk mengembangkan Seni Budaya Betawi, pinta Dr Syaiful Amri. (Nrl).

0 komentar:

Posting Komentar

 

CALEG PERINDO DPRD DKI DAPIL 9 NO.6

CALEG PERINDO DPRD DKI DAPIL 9 NO.6