Sosialisasikan Program RPL Kemenristek Dikti, STP Trisakti Gelar Talk Show

Sosialisasikan Program RPL Kemenristek Dikti, STP Trisakti Gelar Talk Show

Kementerian Ristek dan Dikti dalam pengakuan terhadap Capaian Pembelajaran (CP) yang diperoleh seseorang dari pendidikan formal atau non formal atau informal, dan/atau pengalaman kerja pada jenjang pendidikan tinggi, dimulai dari level 3 KKNI atau (Program D1) sampai dengan jenjang kualifikasi level 9 KKNI (Program Doktor), telah memberikan kemudahan masyarakat melalui jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), dan untuk mensosialisasikan hal tersebut, bertempat di Hotel Dharmawangsa Jaksel, Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti (STP Trisakti) menggelar Talk Show, yang diikuti para Praktisi Pariwisata dan Perhotelan serta para Kepala Sekolah SMK Pariwisata.

Dalam paparannya, Kepala seksi Rekognisi Pembelajaran Lampau, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Alamnas Syahra Ikhlas menjelaskan, Program RPL ini, adalah suatu program turunan dari UU Guru dan Dosen, terhakit dengan kerangka kualifikasi di Indonesia, dimana program RPL ini sebagai bentuk upaya memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat untuk bisa mengikuti pendidikan yang lebih tinggi.

Terlepas dari Background (latar belakang) apapun dari orang tersebut, ada 2 jenis, yaitu RPL Tipe A dan tipe B, dimana RPL tipa A ini adalah program RPL untuk memberikan kesempatan kepada siapa saja untuk bisa lanjut ke perguruan tinggi, jadi dengan pengalaman kerja maupun pendidikan non formal maupun informal, yang mau kuliah lagi, kita akui denga cara assessment, artinya jika seseorang memiliki kompetensi tertentu akan kita evaluasi, jadi saat dia kuliah tidak harus menempuh cara regular, karena pengalaman kerja tersebut akan kita konfersi kedalam SKS, sehingga memungkinkan mereka kuliah 1 tahun atau 2 tahun.


Sementara untuk Tipe B, yaitu seseorang dengan pengalamannya bisa disetarakan pada KKNI tertentu, bahkan hingga 9 level secara akademik, bahkan Kemenristek Dikti saat ini sedang menggenjot dari praktisi ahli, seperti bidang Pariwisata, Teknik maupun keilmuan lain untuk bisa menjadi dosen, agar mereka bisa berbagi pengalaman mereka di Kampus sebagai dosen, jadi meskipun mereka belum S2, namun dengan keahlian yang hebat bisa kita akui dan kita terbitkan SK di level 8, sehingga mereka bisa menjadi staf pengajar di Perguruan Tinggi, jadi program RPL ini merupakan upaya meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia, papar Alamnas syahra.

Ketua Yayasan Trisakti, DR Bimo Prakoso juga menambahkan, bahwa program Rekognisi Pembelajaran Lampau atau RPL ini sangat bagus, karena akan memberikan kesempatan pada praktisi untuk bisa naik jabatan hingga level tertentu, dan pemerintah memberikan kesempatan mereka bisa memperoleh gelar Magister hingga Doktor, dan mengabdikan diri ke Lembaga Pendidikan Tinggi, ini guna meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, dan Yayasan Trisakti juga mengapresiasi hal tersebut, dengan memberikan kesempatan para Praktisi untuk menjadi dosen di Sekolah Tinggi dibawah Yayasan Trisakti, maupun di Institut Transportasi dan Logistik Trisakti, ungkapnya.

Sementara Ketua STP Trisakti Fetty Asmaniati, SE.MM disela Talk Show mengungkapkan, bahwa saat ini banyak orang yang bekerja di sektor pariwisata bahkan mencapai posisi Direktur dibidang Usaha Pariwisata dan Perhotelan, namun tingkat pendidikan mereka belum Sarjana Pariwisata maupun Magister Pariwisata, bahkan ada juga yang hanya berpendidikan SMA, namun dengan pengalaman kerjanya mereka mampu memimpin sebuah perusahaan pariwisata, disinilah STP Trisakti memberikan kesempatan bagi mereka yang memiliki pengalaman kerja dibidang pariwisata untuk menyelesaikan pendidikan Sarjana maupun Pasca Sarjana, dengan bekal pengalaman kerja tersebut, kita akan menghargai pengalaman kerja mereka akan kita akui sebagai bentuk kuliah langsung yang sudah dijalani, sehingga mereka tidak harus menyelesaikan program Sarjana 4 tahun, namun bisa cukup 2 tahun dengan pendidikan formal di kampus maupun dengan pembelajaran jarak jauh.

Kebijakan tersebut adalah bagian kebijakan Pemerintah, dan hari ini kita hadirkan pembicara dari Kemenristek Dikti terkait dengan RPL tersebut, hari ini kami undang Asosiasi Hospitality And Tourism, Kepala Sekolah SMK Pariwisata yang bukan dari lulusan pariwisata serta para praktisi dibidang Pariwisata dan Perhotelan untuk mengetahui kebijakan RPL tersebut, STP Trisakti akan memberikan kesempatan mereka untuk mengikuti perkuliahan atau penyetaraan prodi Pariwisata dan Hospitality, pada program Sarjana maupun Pasca Sarjana, bagi yang berminat bisa mengakses di website STP Trisakti maupun hadir ke Kampus, paparnya.

Fetty Asmaniati juga mengaku bahwa program RPL ini merupakan upaya STP Trisakti untuk membantu program pemerintah untuk mencerdaskan anak bangsa, serta meningkatkan SDM dibidang Pariwisata dan Hospitality, dengan program pembelajaran sistem tatap muka maupun online, dengan program ini kita akan meningkatkan jenjang pendidikan SDM anak-anak bangsa untuk memperoleh jenjang pendidikan yang lebih tinggi, baik Sarjana Akademik, Sarjana Terapan maupun Magister, tambahnya. (Nrl).

0 komentar:

Posting Komentar

 

CALEG PERINDO DPRD DKI DAPIL 9 NO.6

CALEG PERINDO DPRD DKI DAPIL 9 NO.6