STP Trisakti Ajak Orang Tua Mahasiswa Baru Ikuti Wisata Budaya Betawi

STP Trisakti Ajak Orang Tua Mahasiswa Baru Ikuti Wisata Budaya Betawi

Wisata merupakan salahsatu kegiatan akademik bagi Mahasiswa Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti (STP Trisakti) mulai dari persiapan program perjalanan, Guide Tour, Mengisi Hiburan saat berwisata hingga penyajian aneka makanan kecil maupun Makan Siang, semua disajikan oleh Mahasiswa STP Trisakti, hal tersebutlah pesan yang ingin disampaikan pada orang tua mahasiswa baru STP Trisakti, akan kegiatan anaknya saat mendalami ilmu Pariwisata di kampus.

Ketua Yayasan Trisakti, DR Bimo Prakoso disela acara tersebut menegaskan, bahwa STP Trisakti dalam upaya memperkenalkan budaya melalui Wisata Budaya Betawi, merupakan kegiatan sebagaimana yang diamanatkan oleh Trisakti, yang salahsatunya adalah “Mempertahankan Budaya Bangsa”, dimana kita boleh belajar budaya dari luar, namun kita harus tetap mempertahankan budaya sendiri, jangan kita malah hanyut akan budaya asing, kita harus cinta budaya sendiri dan kalau perlu turut mengembangkannya.

Kalau kita datang ke Korea maupun Jepang selalu ditawarkan untuk menggunakan pakaian tradisi mereka, dan harus menyewa, mungkin pengelola Perkampungan Budaya Betawi alangkah baiknya juga menyiapkan pakaian tradisi Betawi dan disewakan setiap tamu yang hadir di sini, sehingga tamu dari dalam dan luar negeri juga ada kebanggaan mengenakan pakaian tradisional Betawi, harapnya.

Disini semua sudah didesain rumah adat Betawi, termasuk rumah milik warga sekitar Perkampungan Budaya Betawi, belum lagi menu jajaran diaeral wisata ini juga aneka makanan khas Betawi, demikian juga seluruh mahasiswa STP Trisakti juga belajar bahkan mengembangkan aneka kue tradisional Betawi agar semakin dikenal, menarik untuk dinikmati dan dicintai masyarakat, ini wujud jatidiri bangsa yang harus dilestarikan, harapnya.

Dr Bimo Prakoso juga bersyukur STP Trisakti sudah go internasional, dimana hari ini 13 negara telah mengirimkan mahasiswa ke STP Trisakti, bahkan para mahasiswa juga memiliki prestasi bukan saja nasional tetapi internasional, dimana saat pemilihan Mahasiswa Berprestasi untuk Vokasi, mahasiswa SPT Trisakti meraih juara 1 mahasiswa Berprestasi tingkat Nasional, di Thailand meraih juga 2 dan 3, untuk itu kedepan Kurikulum juga harus disertakan masukan dari Industri, dan kita godog bersama agar bisa saling mendukung, dan dirinya berharap orang tua akan mendorong anak-anaknya untuk juga menambah program pembelajaran tentang Bahasa Mandarin, Bahasa Jepang, Inggris, Perancis atau Korea hingga level 4, sehingga kompetensinya juga meningkat, mahasiswa harus belajar, belajar, belajar hingga Sukses, paparnya.



Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti, Fetty Asmaniati, SE,MM dalam kesempatan tersebut juga mengucapkan terimakasih pada seluruh orang tua mahasiswa yang mempercayakan pada anaknya untuk di didik di STP Trisakti, Wisata Budaya hari ini adalah ajang Silaturahmi antar sesama orang tua mahasiswa, maupun dengan para dosen maupun pembimbing akademik serta dunia industri Mitra STP Trisakti, agar kedepan bisa bersama-sama membangun kualitas pembelajaran akademik yang semakin baik, dalam menyiapkan para mahasiswa menjadi tenaga ahli dan professional dibidang Pariwisata.

Wisata Budaya Betawi hari ini adalah kegiatan keempat, dimana sebelumnya sudah dihadirkan orang tua mahasiswa baru ke Wisata Kota Tua dan Monas, kedua ke Kampung Betawi Pamulang, Ketiga ke Taman Mangrow serta Budha Tsu Chi dan hari ini ke Perkampungan Budaya Betawi, Setu Babakan, dimana Indonesia memiliki aneka ragam Seni Budaya yang tumbuh dan berkembang hingga saat ini, dan diharapkan kita semakin menggenal ragam budaya ini, sehingga budaya Betawi akan tetap dipertahankan, bahkan hari ini mahasiswa STP Trisakti dari 13 Negara juga turut serta dalam Wisata Budaya Betawi agar mengenal salahsatu budaya di Indonesia, beberapa waktu lalu STP Trisakti juga telah mengirim mahasiswa untuk memperdalam ilmunya ke Hongkong dan China, serta rombongan STP Trisakti sebentar lagi juga akan berangkat ke China untuk terus membangun kerjasama dengan beberapa Universitas di luar negeri, sehingga diharapkan kedepan mahasiswa baru nantinya juga bisa ikut program kerjasama untuk pertukaran mahasiswa ke China, Hongkong serta negara lain, harapnya.


Dukungan juga diberikan oleh Dunia Usaha, dimana Perusahaan Sinar Meadow melalui program CSR-nya juga memberikan beasiswa maupun dukungan praktik bagi mahasiswa STP Trisakti, perusahaan produsen Minyak Goreng dan Margarine ini sengaja masuk ke institusi pendidikan untuk turutserta mencetak tenaga baru dibidang kuliner, karena bisnisnya juga bergerak untuk mendukung usaha kuliner, ungkap Regina Iskandar, Manajer Tehnical Aplikasi PT Sinar Meadow.

Lebih jauh dijelaskan bahwa PT Sinar Meadow dengan teknologi mengadopsi Australia tetapi seluruh bahan baku yang diolah adalah asli dari Indonesia sendiri, kalau impor mahal, tetapi kita lokal dengan kualitas tidak kalah dengan impor, dan kerjasama STP Trisakti dengan Sinar Meadow sudah 4 tahun lalu, dan juga binaan Komunitas UKM bersama institusi, dimana para alumninya adalah pengusaha dibidang Kuliner, kita terus mengedukasi, dan hari ini Makanan Tradisional Betawi juga banyak di produkti dengan bahan produk Sinar Meadow, karena kita bersama-sama menggali menu tradisional yang mulai disukai turis asing, dan ternyata orang asing sangat tertarik dengan produk jajanan kita yang beraneka ragam dan rasa, kita punya jajanan unik dan mengadopsi minyak gorang padat produk kami, tegasnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Marketing Coco Mas, Adi Mulyanto, bahwa kerjasama Coco Mas dengan STP Trisakti telah lama untuk bersama-sama membangun kualitas akademika khususnya untuk praktek dengan produk Coco Mas seperti Santen Kelapa dan produk lainnya, karena Coco Mas sangat peduli dengan pendidikan, disamping itu Beasiswa juga diberikan pada Mahasiswa STP Trisakti berprestasi, bahkan Coco Mas juga selalu hadir pada setiap iven di STP Trisakti dengan produk unggulan seperti Kemasan Air Kelapa Murni dan Es Doger yang memperoleh penghargaan MURI, bahkan sudah ke pangsa Ekspor ke Mancanegara, dan Coco Mas sangat bangga dengan kegiatan hari ini untuk bersama-sama mengembangkan Kuliner Betawi dan mengajak seluruh orang tua mahasiswa baru STP Trisakti untuk juga belajar membuat kue-kue tradisional Betawi, paparnya.



Kehadiran juga disambut Kepala Penerangan Perkampungan Budaya Betawi, Bayu, bahwa awalnya diresmikan oleh Gubernur Sutiyoso 18 tahun silam, dan hingga saat ini masih terus berbenah, dimana saat ini kita kelola 289 hektar dengan berbagai perencanaan namun belum selesai semua, baik Museum, Theater, Setu, Gedung Serbaguna, Rumah Betawi, Kuliner serta aneka seni lainnya, da nada juga whokshop membatuk, membuat ondel-ondel dan makanan tradisional, sementara pengelolaan Setu masih dikelola masyarakat, zona B untuk kuliner masih kosong, namun saat ini khusus untuk membatik dan masyarakat bisa belajar membatik, untuk zona C akan dibangun Replika Budaya Betawi, dan zona pengembangan lainnya yang semua masih kurang potensinya, termasuk pelaku mengisi kekosongan, untuk itu diharapkan akan ada masukan kajian akademik serta pembinaan untuk pengembangan Perkampungan Budaya Betawi kedepan, kita sangat mengharapkan kerjasama kedepan untuk meningkatkan potensi di lokasi ini maupun binaan-binaan bagi masyarakat Setu Babakan, harapnya. (Nrl).

0 komentar:

Posting Komentar