STP TRISAKTI BERSAMA PEPABRI SIAP DUKUNG PENGEMBANGAN WISATA DESA LINGGAMEKAR, KUNINGAN


STP TRISAKTI BERSAMA PEPABRI SIAP DUKUNG PENGEMBANGAN WISATA DESA LINGGAMEKAR, KUNINGAN

Desa Linggamekar merupakan desa yang indah dengan pemandangan alamnya berada di bawah kaki gunung ciremai

Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI dan Polri (PEPABRI) telah menggandeng Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti (STP Trisakti) Jakarta untuk bersama-sama menjadikan Kabupaten Kuningan sebagai destinasi wisata “Agroedutourism”, hal tersebut terungkap dalam pembahasan kerja sama antara PEPABRI dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuningan, serta Perwakilan dari STP Trisakti di Wisma PEPABRI, Jalan Linggarjati, Kecamatan Cilimus, beberapa waktu lalu.

Ketua Umum PEPABRI H. Agum Gumelar mengemukakan, kemitraan strategis Wisma PEPABRI dengan Desa Linggamekar melalui program pemberdayaan masyarakat dengan konsep desa wisata, diharapkan dapat membawa manfaat bagi kedua belah pihak, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Linggamekar dan desa-desa di sekelilingnya.


Untuk mewujudkan ini, maka diperlukan adanya bantuan dan dukungan dari berbagai pihak, sebab ketika berbicara pariwisata maka semua pihak harus benar-benar terlibat. Baik dukungan masyarakat, sumber daya manusia, pemerintah daerah dan pusat. kedepan pembahasan ini harus dilanjutkan untuk lebih konkrit lagi,” kata Agum yang juga anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) RI.

Bupati Kuningan H. Acep Purnama, juga mengaku menyambut baik rencana pengembangan wisata alam tersebut, Karena akan mendukung Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Kabupaten Kuningan tahun 2008-2027, dengan visi menciptakan kabupaten yang menjunjung konsep agropolitan dan wisata termaju di Jawa Barat pada 2027.

Sungguh saya sangat berbahagia sekali mendengar hal ini. Untuk itu saya ucapkan terima kasih atas kerja sama ini, semoga Kabupaten Kuningan ke depan semakin maju, katanya.


Sebagai Kabupaten Konservasi, lanjut Acep, Kuningan memiliki alam yang sangat baik, diharapkan dengan adanya program pengembangan destinasi wisata berbasis pertanian dan pendidikan, ke depan wisata alam akan semakin maju. Untuk itu, dirinya akan mendorong kebijakan Pemkab Kuningan yang mengarah kepada semangat konservasi dan pelestarian alam.

Kami akan menjadikan Kuningan ke depan terjaga lingkungannya. Melalui rencana pengembangan wisata ini, saya berharap wisata alam Kuningan yang berbasis pendidikan dan pertanian akan semakin baik, juga paling penting akan mensejahterakan masyarakat Kabupaten Kuningan, khususnya Desa Linggamekar dan sekitarnya, tambahnya.

STP Trisakti yang diwakili, Agi Pradipta dalam presentasi perencanaan tersebut menjelaskan, bahwa dengan Potensi Desa Linggamekar yang beraneka ragam dari berbagai aspek. Mulai dari landscape perencanaan, proses rencana pengambangan daerah tempat wisata, ekonomi sosial budaya masyarakat, desain sarana dan prasarana wisata hingga “time line-nya”, berdasarkan informasi umum yang mereka gali hasil penelitian di Desa Linggmekar.

Dikemukakannya, konsep agroedutourism merupakan kegiatan perjalanan atau wisata yang dipadukan dengan aspek pertanian. Hal tersebut mengacu pada unsur rekreatif yang sudah menjadi ciri kegiatan wisata, unsur pendidikan dalam kemasan paket wisatanya, serta unsur sosial ekonomi dalam pembangunan pertanian dan perdesaan.

Kegiatan ini pula menitik-beratkan kepada upaya menampilkan kegiatan pertanian dan suasana perdesaan sebagai daya tarik utama wisatanya tanpa mengabaikan segi kenyamanan.


“Sebagai kabupaten dengan akses lebih dekat dari Bandara Kertajati Majalengka, harus bisa memanfaatkan peluang ini. Yang berkunjung jangan hanya sekedar transit, tapi harus membeli komoditas hasil produksi masyarakatnya. Di sini kami melihat ada potensi wisata agropolitan, peternakan, seni budaya. Nantinya, bisa dibangun wahana glamping, membuat tempat swafoto yang unik, membangun small galery yang berisi alat pertanian dan hasil panen petani. Sebagai contoh, kita bisa melihat pembangunan desa tematik di Kota Bogor, atau desa-desa wisata seperti yang ada di daerah Imogiri Yogyakarta,” tuturnya.

Lebih jauh Agie menegaskan, bahwa untuk mengelola sebuah Destinasi wisata ada beberapa hal yang harus saling terkait seperti :
1. Peran Kemitraan yang Strategis (Saling membutuhkan dan Saling memberi manfaat) antara Badan Pengelola Destinasi Wisata dgn Masyarakat setempat, sehingga Masyarakat dapat merasakan manfaat dgn kehadirannya Destinasi Wisata tersebut.
2. Sistem Pengelolaan Aktivitas dan Atraksi Wisata secara professional, bersama - sama dgn Masyarakat mengembangkan sebuah nilai aktivitas dan Atraksi Wisata yg bernilai unik, menarik/ atraktif, asli dan otentik.
3. Kesadaran utk menjaga kebersihan dan memelihara keseimbangan lingkungan dgn Konsep 3 R (Reduce, Reuse and Recycle) bagi pengolahan limbah sampah dampak dari kegiatan Wisata... Dan untuk melaksanakan point 3 ini perlu adanya pemahaman atas Konsep Sapta Pesona dan Gerakan Sadar Wisata dari Masyarakat setempat berikut juga pihak Pengelola.
4. Harus selalu adanya Bimtek, pendamping serta pola Kemitraan dgn  Konsep Penta Helix dgn harapan segala bentuk mulai dari Perencanaan hingga aktualisasi dilapangan dilakukan dgn sinergi, elaborasi dan
kompherensif.
5. Peran  Media dan Publikasi sangat diharapkan sebagai sarana promosi bahkan provokasi bagi bertumbuh kembangnya sebuah Destinasi Wisata yg berkualitas dan berciri khas berbeda dengan daerah lainnya.

Pengelola Wisata juga harus sering bikin event dan teragendakan secara lokal maupun nasional, untuk program public Relations, perlu promotion bersama, intinya harus ada Rembug Masyarakat, Pengelola difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Kuningan dan dimediasi oleh Akademisi.

Harus selalu Ada niat yang kuat fokus pada satu titik tujuan dan selalu mengedepankan 3B (Berkomunikasi, Bersinergi dan Berhamonisasi pada setiap perbedaan yang ada), ungkapnya pada Wartawan. (Pry)

0 komentar:

Posting Komentar

 

CALEG PERINDO DPRD DKI DAPIL 9 NO.6

CALEG PERINDO DPRD DKI DAPIL 9 NO.6