Terkait Skandal Korupsi Proyek Riau 1, Besok Kompas Aksi di KPK

Terkait Skandal Korupsi Proyek Riau 1, Besok Kompas Aksi di KPK

Skandal korupsi proyek Riau 1 menjadi pusat perhatian berbagai kalangan aktivis nasional. Diketahui, saat ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) baru saja menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus dugaan suap terkait proyek tesebut.

Ketiganya ialah Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih, mantan Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham, dan Kontraktor Johannes Budisutriano Kotjo.

Adapun terhadap Direktur PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sofyan Basir, KPK belum bisa menetapkannya sebagai tersangka. Pasalnya, hingga saat ini KPK belum menemukan alat bukti untuk menjeratnya.

Mengenai hal itu sejumlah massa yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Profesional Anti Korupsi (Kompas) berencana menggelar aksi demo, di Gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (10/9) sekira pukul 12.00 Wib hingga selesai.

“Sofyan Basir sudah tiga kali di panggil KPK untuk dimintai keterangannya. Namun sampai hari ini belum juga di tetapkan sebagai tersangka,” papar Akmal Jaya Koordinator Aksi Kompas, saat berbincang kepada awak media, Minggu (9/9).

Akmal meyakini bahwa orang nomor satu di Perusahaaan BUMN PLN itu mengetahui aliran dana proyek PLTU Riau 1. Tentunya ia juga terseret, ia menduga ada KKN di dalamnya.

“Aksi besok (Senin (10/9), kami mendorong KPK untuk tuntaskan KKN PLN di proyek Riau 1 dan mendesak KPK mentersangkakan Sofyan Basir,” pungkasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dalam keterangannya di gedung DPR, Senayan, Rabu 5 September lalu menjelaskan, belum bisa memastikan keterlibatan Sofyan dalam kasus tersebut, KPK akan terus mendalaminya. Namun, sebelum hal tersebut dipastikan, dia meminta agar tidak mengklaimnya dengan menyebut nama terlebih dahulu.

“Belum ada ya (alat buktinya). Nanti kita lihat, kalau disebut juga, kita akan crosscheck juga. Nanti kita dalami dulu, kita nggak boleh sebut nama dulu,” katanya.

Terpisah, juru bicara KPK Febri Diansyah menyebut KPK menaruh perhatian penuh terhadap peran Sofyan dalam kasus tersebut. Pasalnya, PLN yang terkait dengan proyek tersebut tidak mungkin dipisahkan dari kerjasama proyek tersebut.

Meski begitu, KPK belum bisa memastikan kapan waktu yang tepat untuk memeriksa Sofyan kembali. Namun, dia memastikan bahwa keterangan Sofyan Basir sangat dibutuhkan untuk tersangka Idrus Marham.

“Tentu kami akan lihat apa yang dilakukan saksi saat jadi dirut PLN dan bagaimana penunjukan perusahaan. Dan bagaimana pertemuan dengan tersangka-tersangka lain, itu jadi poin yang diperhatikan penyidik,” kata Febri.

Diketahui Sofyan sendiri sudah tiga kali diperiksa oleh KPK terkait kasus ini. Namun, saat itu dia diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Eni Maulani Saragih dan Johannes Budisutrisno Kotjo yang sudah ditetapkan tersangka terlebih dahulu oleh KPK dalam kasus ini.

Eni diduga menerima sejumlah uang dari Johannes untuk memuluskan proyek tersebut. Sangkaan yang sama juga untuk Idrus Marham dilakukan KPK. Idrus diduga dijanjikan uang sejumlah 1,5 juta dollar AS oleh Johannes. (RED)

0 komentar:

Posting Komentar

 

CALEG PERINDO DPRD DKI DAPIL 9 NO.6

CALEG PERINDO DPRD DKI DAPIL 9 NO.6