Ganjil IJI Turnamen, Personel Bakamla RI Sabet Medali Emas

Ganjil IJI Turnamen, Personel Bakamla RI Sabet Medali Emas

Jakarta, 22 September 2019 (Humas Bakamla RI/PR Indonesian Coast Guard)--- Emily Azizah Putri, S.Kom., personel Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Bakamla RI menyabet medali emas dalam Ganjil Institut Ju-Jitsu Indonesia (IJI) Turnamen yang berlangsung di HAD Dojo Ramahadi RS. Ramahadi, Purwakarta, Jawa Barat, kemarin (21/9/2019).

Pencapaian oleh atlit putri yang sehari hari bertugas di Bagian Kepegawaian Bakamla RI dengan keberhasilannya memenangkan medali emas di kelas 55 kg itu didukung penuh oleh dojo Bakamla RI dan Institut Ju-Jitsu Indonesia.

Dalam pertandingan tersebut, Bakamla RI mengirimkan empat perwakilannya, yaitu Lorenzia Rezael Sanjaya, S.IP., Emily Azizah Putri, S.Kom., Prasetyo Kurnia Santoso, dan Riendinta Etta Surya. Adapun pertandingan diikuti oleh atlit-atlit Ju-Jitsu dari seluruh Indonesia di Cabang Olah Raga Ju-Jitsu untuk kategori Newaza.

Keberhasilan ini merupakan sumbangsih prestasi oleh personel Bakamla RI, yang diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh pengawak Bakamla RI untuk meningkatkan kompetensi yang dimiliki di bidangnya masing-masing dalam pelaksanaan tugas pengamanan laut Nusantara.


Autentikasi: Kasubbag Humas Bakamla RI Letkol Bakamla Mardiono
Readmore »

Kepala Zona Kamla Timur Jadi Pembicara di Akademi Maritim Maluku

Kepala Zona Kamla Timur Jadi Pembicara di Akademi Maritim Maluku

Ambon, 21 September 2019 (Humas Bakamla RI/PR Indonesian Coast Guard)
Kepala Zona Kamla Timur Laksamana Pertama Bakamla Vetty V. Salakay, S.H., M.Si., hadir sebagai pembicara di hadapan 50 Taruna/i Akademi Maritim Maluku Jl. DR. Kayadoe RT 05/05 Kudamati, Ambon beberapa hari lalu.

Dialog bertemakan" Wujudkan Taruna/i yang Unggul, Indonesia Maju". Adapun kegiatan ini diadakan untuk memberikan pengetahuan kepada Taruna/i Akademi Maritim Maluku terhadap tugas dan fungsi Bakamla RI dalam keamanan dan keselamatan pelayaran di Maluku. 

Selaku narasumber, ada beberapa hal yang disampaikan Laksma Vetty, yaitu dalam upaya penegakan hukum di wilayah Indonesia secara efektif ada beberapa tantangan yang kita hadapi. Pertama adalah posisi dan konstelasi geografis Indonesia. Kedua adalah posisi Indonesia yang terletak di dua benua, dua samudera, dan kurang lebih 70.000 kapal yang melintasi setiap tahun di perairan Indonesia kemudian terdapat empat choke point dari sembilan didunia. "Tantangan ketiga adalah tentang kewajiban UNCLOS yaitu terkait dengan ALKI, kita harus menjamin tiga jalur ALKI aman untuk digunakan.

Lebih lanjut, sebagai Bakamla dengan dasar hukum UU Nomor 32 Tahun 2014 tentang Kelautan, Perpres No. 178 tahun 2014 dan ditegaskan dalam amanat Presiden berbunyi "telah dimulai era baru, efisien dengan komando tunggal yang didukung sistem peringatan dini dan unit penindakan hukum. Semua stakeholder Keamanan Laut, saya perintahkan untuk mendukung aset awal Bakamla berupa kapal, pesawat dan personel". 

Bakamla RI khususnya Kantor Zona Kamla Timur mempunyai tugas melaksanakan keamanan dan keselamatan laut di wilayah alur laut kepulauan Indonesia (ALKI) tertentu sesuai dengan kewenangannya. Selain itu sesuai dengan amanat Presiden bahwa Kantor Zona Kamla Timur juga mempunyai fungsi pelaksanaan koordinasi, sinergi dan penyelenggaraan serta pemberian dukungan teknis kepada instansi terkait dalam pelaksanaan operasi keamanan dan keselamatan laut.

"Dalam menjalankan tugasnya Kantor Zona Kamla Timur didukung oleh dua unsur kapal berukuran 48 Meter yaitu KN Kuda Laut 403 dan KN Ular Laut 405 yang siap beroperasi, kemudian didukung oleh Stasiun Pemantauan Keamanan dan Keselamatan Laut (SPKKL) Kupang, SPKKL Ambon, SPKKL Jayapura dan SPKKL Merauke yang siap memantau perairan wilayah Zona Timur dalam segala bentuk ancaman di laut," kata Laksma Vetty.

Sementara itu, kehadiran Kepala Kantor Zona Kamla Timur didampingi oleh Kasubbid Kerja sama Zona Timur Mayor Bakamla Milla Letakompessy.

Autentikasi : Kasubbag Humas Bakamla RI Letkol Bakamla Mardiono.
Readmore »

Diskusi Terpumpun Kebijakan Satu Peta, Kepala Bakamla RI Bahas Kompleksitas Penegakan Hukum di Laut

Diskusi Terpumpun Kebijakan Satu Peta, Kepala Bakamla RI Bahas Kompleksitas Penegakan Hukum di Laut

Jakarta, 20 September 2019 (Humas Bakamla RI/Indonesian Coast Guard)--- Kepala Bakamla RI Laksdya A. Taufiq R. membeberkan tentang Kompleksitas Penegakan Hukum di Laut, pada kegiatan diskusi terpumpun “Urgensi Perundingan Batas Maritim dan Peran Peta Batas Wilayah Maritim dalam Mendukung Kebijakan Satu Peta (KSP)”, yang dihelat oleh Kementerian Luar Negeri RI, di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Jumat (20/9/2019).

Laksamana bintang tiga tersebut diundang sebagai salah satu pembicara untuk membawakan pembahasan bertema Tantangan Penegakan Hukum di Zona Maritim Indonesia. Dijelaskannya, posisi geogafis Indonesia yang berbatasan dengan 10 negara di laut, dimana masih adanya permasalahan batas maritime terutama di Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI). Sebagai contoh adalah insiden yang terjadi dengan apparat maritime Malaysia dan Vietnam di dispute area. Dikatakannya pula bahwa dalam rezim Hukum Laut Internasional pengguna laut memiliki hak lintas damai di wilayah Perairan Indonesia, Hak Lintas Alur Laut Kepulauan di Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI), Hak Lintas Transit di Selat Malaka dan Selat Singapura, Hak Akses dan Komunikasi sesuai perjanjian bilateral, Hak Kebebasan Pelayaran, Penerbangan, Pasang Kabel dan Pipa Bawah Laut di Zona Tambahan, Hak Kebebasan Pelayaran dan Penerbangan Internasional, Pemasangan Kabel dan Pipa Bawah Laut di ZEEI dan di Landas Kontinen. Untuk itu, fokus pencapaian tugas yang diemban adalah tercapainya pengamanan choke point di seluruh perairan Indonesia, terjaminnya keamanan ALKI, terjaganya kedaulatan NKRI, dan tegaknya hukum di seluruh perairan Indonesia.

Dalam presentasi yang disampaikannya, Laksdya Taufiq memberikan penekanan tentang mengedepankan fungsi Coast Guard untuk mengatasi ancaman non militer, karena Coast Guard sebagai bagian civil supremacy. Hal itu selaras dengan arahan Presiden RI untuk mengembangkan fungsi Bakamla RI sebagai Coast Guard Indonesia. Berbagai tantangan dalam penegakan hukum di laut, maka perlu adanya penguatan dasar penindakan melalui peta yang valid, karena pada saat penindakan apparat harus didukung dengan dasar yang jelas atas posisi pelanggaran, jenis kapal dan tindakan pelanggaran yang dilakukan.      

Keberadaan peta batas wilayah negara dan peta tematik lainnya yang valid, lebih komprehensif dan terintegrasi ini diperlukan untuk mendukung proses perundingan batas maritime di masa mendatang, yang diwujudkan dalam Kebijakan Satu Peta (KSP), dimana Kemenlu ditunjuk sebagai walidata peta batas wilayah negara, sekaligus sebagai Ketua Tim Perunding Batas Maritim. Kebijakan Satu Peta itu sendiri dapat membantu instansi operasional seperti Bakamla RI dalam melaksanakan penegakan hukum di laut dengan penggunaan sebuah peta tunggal yang integratif.

Acara dibuka oleh Perwakilan Dekanat Fakultas Hukum UGM, Kepala Departemen Hukum Internasional Prof. Dr. Agustinus Supriyanto, S.H., M.Si, Sebagai walidata Kebijakan Satu Peta yaitu Direktur Jenderal Hukum dan Perjanjian Internasional, Kemenlu Dr. iur. Damos Dumoli Agusman, S.H., M.A. juga memberikan sambutannya. 
Adapun selaku nara sumber pada sesi pertama yaitu Kepala Bakamla RI Laksdya Bakamla A. Taufiq R., Direktur Hukum dan Perjanjian Kewilayahan Kemenlu, Purnomo Ahmad Chandra, dan Guru Besar Fakultas Hukum UGM, Prof. Dr. Marsudi Triadmodjo, S.H., LL.M. Moderator yaitu Sekretaris Departemen Hukum Internasional, Fakultas Hukum UGM, Agustina Merdekawati, S.H., LL.M.

Sedangkan pada sesi kedua menghadirkan nara sumber antara lain Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi (Pushidros) Laksda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos, S.H., M.H., Deputi bidang Informasi Geospasial Dasar, Badan Informasi Geospasial (BIG) Ir. Mohammad Arief Syafi’I, M.Eng. Sc., Kepala Pusat Pemetaan dan Integrasi Tematik, Badan Informasi Geospasial dan Sekretariat Tim Percepatan Kebijakan Satu Peta Lien Rosalina, dan Peneliti Senior sekaligus Dosen Fakultas Teknik, UGM Dr. I Made Andi Arsana. Sesi kedua dipandu oleh Dosen Hukum Pajak, Fakultas Hukum Gadjah Mada, Taufiq Adiyanto, S.H., LL. M. selaku moderator.

Autentikasi: Kasubbag Humas Bakamla RI Letkol Bakamla Mardiono
Readmore »

Bakamla Amankan Kapal Minyak SPOB di Sungai Musi Palembang

Bakamla Amankan Kapal Minyak SPOB di Sungai Musi Palembang
Bakamla Amankan Kapal Minyak SPOB di Sungai Musi Palembang

Palembang, 19 September 2019 (Humas Bakamla/PR Indonesian Coast Guard).
Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI mengamankan kapal Self Propeller Oil Barge (SPOB) yang diduga bermuatan solar (HSD) hasil oplosan tanpa dilengkapi dokumen kapal yang sesuai di perairan Musi, Palembang, Kamis (19/9/19).

Kapal SPOB dengan inisial (RS) berhasil diamankan KN Belut Laut 406 saat melaksanakan Operasi KAMLA-VI di perairan Musi Palembang dengan menggunakan Sea Rider yang pada saat itu pukul 16.00 WIB diposisi 02°59'000"S - 104°46'470"T mendeteksi sebuah kapal yang sedang berlayar. Kemudian Sea Rider melaksanakan pengejaran terhadap kapal SPOB tersebut dan pukul 16.30 WIB posisi 02°59'000"S - 104°46'470"T Sea Rider melaksanakan pemeriksaan, dari hasil pemeriksaan didapati kapal SPOB (RS) membawa kurang lebih 20 ton muatan solar (HSD) tanpa dilengkapi dokumen kapal yang sesuai.

Berdasarkan keterangan dari nakhoda, kapal SPOB (RS) berlayar dari Meranti Jaya menuju Palembang dan telah selesai melakukan kegiatan bunker. Hasil pemeriksaan awal kapal SPOB (RS) diduga melanggar tindak pidana Minyak dan Gas. 

Untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut, komandan KN Belut Laut 406 Letkol Bakamla Heni Mulyono langsung memerintahkan kapal SPOB (RS) untuk ditangkap dan dikawal menuju pelabuhan Boombaru Palembang. 

Autentikasi : Kasubbag Humas Bakamla RI Letkol Bakamla Mardiono
Readmore »

Seskoal Gelar Round Table Discussion tentang Penyelesaian Konflik Papua dari Perspektif Sosiokultural

Seskoal Gelar Round Table Discussion tentang Penyelesaian Konflik Papua dari Perspektif Sosiokultural

Seskoal, 18 September 2019, Komandan Seskoal Laksamana Muda TNI Dr. Amarulla Octavian, S.T., M.Sc., D.E.S.D, mengatakan bahwa mengelola dan merawat ke-Indonesia-an sebagai bangsa yang majemuk, membangun sikap "Aku Indonesia" - Negara berbasis Bhinneka Tunggal Ika memang tidaklah mudah, seringkali berhadapan dengan pelbagai isu-isu sensitif bernuansa suku, agama, ras, antar golongan (SARA), kesenjangan sosial, disparitas pembangunan dan lain-lain yang  dapat berdampak pada stabilitas nasional dan menguji kadar/derajat nasionalisme. Hal ini dapat dipahami mengingat struktur masyarakat indonesia dibangun dari beragam suku, agama, etnisitas provinsionisme, geografis, bahasa, etnik, budaya, geografi, tingkat pendidikan maupun status sosial.

Sambutan yang dibacakan Seklem Seskoal Kolonel Laut (S) Hardiko tersebut diungkapkan dalam kegiatan Round Table Discussion (RTD) dengan topik "Penyelesaian Konflik Papua dari Perspektif Sosiokultural" yang diselenggarakan oleh Pusat Pengkajian Maritim (Pusjianmar) Seskoal pada Rabu (18/09).

Sebagai narasumber, Prof. Dr. Masri Mansoer, M.Ag., Wakil rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Islam Negeri Jakarta, mengemukakan bahwa konflik merupakan ekspresi pertikaian antara individu dengan individu lain, kelompok dengan kelompok lain atau pemerintah karena perbedaan yang diekspresikan, diingat, dan dialami serta sebagai persepsi mengenai adanya perbedaan mengenai kebutuhan atau intres, yang disebabkan oleh perbedaan tujuan yang ingin dicapai, alokasi sumber - sumber yang dibagikan, keputusan yang diambil, dan perilaku setiap pihak yang terlibat.

“Diperlukan beberapa langkah solusi dalam menyelesaikan permasalahan Papua” kata Masri. Langkah yang direkomendasikan adalah komitmen penegakkan hukum pelanggaran HAM dan tindakan rasis terhadap masyarakat Papua; mengambil langkah tegas dan menghukum aktor intelektual pencipta kerusuhan di Papua; dan menyelenggarakan dialog-partisipatif dengan pemerintah daerah, tokoh dan unsur masyarkat, tegas doktor yang berlatar belakang ilmu sosilogi tersebut.

Prof. Masri juga merekomendasikan untuk meminimalisir pendekatan kemanan dan kebijakan militerisme dalam penanganan Papua melalui sikap empati atau mengambil hati dan menjaga martabat dan kehormatan masyarakat Papua, melaksanakan pembangunan yang betul dibutukan (real need) masyarakat Papua seperti pendidikan, kesehatan dan ekonomi secara berkeadilan dan berkelanjutan, serta pendekatan pembangunan sosio-kultural berupa dialog, partisipatif, keunikan karakteristik, memperhatikan keragaman ekologi dan kearifan lokal masyarakat Papua, dan konsistensi penerapan Undang-Undang Otonomi Khusus (Otsus).

Dr. Vidhyandika Djati Perkasa, Kepala Departemen Politik dan Perubahan Sosial  CSIS, sebagai narasumber kedua menegaskan perlunya memahami dan menyelesaikan kompleksitas Papua secara multidemensial.

"Masalah di Papua sangat kompleks, sumber permasalahan sudah terang benderang di depan mata,  akan tetapi masih lemah komitmen, keberanian dan terobosan (business as usual) yang dilakukan selama ini", tegas peneliti CSIS ini. Perlu langkah solutif papua secara multidimensional yang meliputi dimensi Inter-linking factors, Ekonomi, Politik, HAM, Internasional, Budaya, Tata Pemerintahan (Governance), Sistem Elektoral dan Kepemimpinan, lanjut Vidhyandika.

Diskusi yang dilaksanakan dihadiri 45 orang terdiri dari Staf Potensi Maritim Mabesal, Pusjiantra TNI, Dosen Seskoal, serta Perwira Mahasiswa Dikreg Seskoal Angkatan ke-57 ini diharapkan mampu memberikan pandangan secara akademis maupun empiris membangun kerangka pemikiran untuk memahami pembangunan dan keamanan di Papua dalam perspektif sosiokultural.
Readmore »

Cupli Risman Wasekjen IK Alumni PMII Minta Hentikan Perzaliman Imam Nahrowi

Cupli Risman Wasekjen IK Alumni PMII Minta Hentikan Perzaliman Imam Nahrowi

Mesti KPK telah menetapkan Menpora Imam Nahrawi sebagai “tersangka” dalam kasus suap dana hibah KONI, namun azas praduga tidak bersalah seharusnya dijunjung tinggi oleh KPK, dimana dalam penentuan status hukum seseorang, harus didukung dengan bukti-bukti yang kuat, dan bukan sekedar pengakuan orang lain, seharusnya KPK berkonsentrasi mengumpulkan barang bukti terlebih dahulu, ketimbang menetapkan tersangka Imam Nahrowi,untuk itu hentikan Perzaliman Imam Nahrowi, ungkapkan Cupli Risman (Wasekjen IK Alumni PMII) saat ditemui sejumlah insan media Kamis 19 September 2019.

Sebagaimana kita ketahui, bahwa kasus ini merupakan kasus Miftahul Ulum yang bekerja sebagai Asisten Pribadi (Aspri) Menpora, dan sebagaimana pernyataan Iman Nahrowi, bahwa dirinya tidak pernah menugaskan (Ulum) untuk berkoordinasi atau membicarakan masalah fee dari dana hibah KONI, dan tidak ada uang KONI yang mengalir ke dirinya, Kalalu penetapan hanya karena pernyataan Miftahul Ulum tanpa bukti kuat, apalagi di masa-masa politik Indonesia yang sedang memanas menjelang pelantikan Presiden RI, kita kawatir penetapan tersangka Menpora bermuatan politik, KPK jangan membuat opini publik seakan Imam Nahrowi menerima uang hibah KONI 26,5 milyar, sementara KPK tidak punya barang bukti uang dari Imam Nahrowi, untuk itu IK Alumni PMII meminta KPK segera menghentikan perzaliman Imam Nahrowi, tegas Cipli Risman.

Keberhasilan Menpora Imam Nahrowi dalam menata Olahraga di tahan air, seperti pembekuan PSSI tahun 2015 dan membenahi PSSI, harus diacungi jempol, juga prestasi lain dengan keberhasilan sepekbola U-22 juara Piala AFF U-22 2019, Keberhasilan lain di era Imam Nahrawi, yaitu dengan sejumlah agenda besar olahraga di level internasional, salah satunya Indonesia saat itu sempat jadi tuan rumah untuk ajang Asian Games 2018. Dan Indonesia berhasil meraih peringkat empat di ajang tersebut dengan perolehan medali 31 emas, 24 perak, 43 perunggu. Terobosan lain terkait bonus di pentas internasional. Jika sebelumnya atlet peraih medali emas hanya mendapat bonus rata-rata Rp1 miliar, kini mereka bisa mengantongi bonus mencapai Rp5 miliar, serta prestasi lain dalam penataan olahraga Indonesia, ini harus kita akui Imam Nahrowi telah mampu menjalankan tugasnya sebagai Menpora dengan baik, untuk itu hentikan opini penzoliman Iman Nahrowi, pinta Cupli Risman. (Red)
Readmore »

Wakil Ketua BPK Terima Penghargaan PMI karena 50 Kali Donor Darah

Wakil Ketua BPK Terima Penghargaan PMI karena 50 Kali Donor Darah

JAKARTA, Humas BPK - Wakil Ketua BPK RI, Bahrullah Akbar baru saja memperoleh penghargaan dari Palang Merah Indonesia (PMI) DKI Jakarta sebagai apresiasi karena ia telah mendonorkan darah 50 kali.

Baharullah termasuk satu di antara 400 pendonor darah yang menerima penghargaan di Gedung Lemhanas, Jalan Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (14/9/2019).

Meski berpengalaman mendonorkan darahnya puluhan kali, ternyata saat pertama ia melakukan bukan didorong inisiatif pribadi. "Dulu itu kalau mau membuat SIM syaratnya harus donor darah. Saya waktu lulus SMA tahun 1978, hendak bikin SIM di Polda, ya  terpaksa harus donor darah," tutur Akbar ditemui usai penyerahan penghargaan.

Akbar mengaku tidak menyesal dan justru kian rutin menyumbangkan darah setelah merasakan banyak manfaatnya. Ia bahkan bersyukur pernah "dipaksa" menjadi pendonor darah.

"Sampai sekarang pada usia saya 60 tahun sudah 50 kali donor. Saya ucapkan terimakasih penghargaannya dari PMI," katanya.

Selain membantu orang yang membutuhkan darah, menurut Akbar pendonor menjadi lebih sehat terutama usai memberikan darahnya. "Habis donor itu jauh lebih sehat, lebih segar. Lihat saja tadi yang menerima penghargaan 50 kali mendonor, banyak usianya di atas 60 tahun. Mereka segar-segar semua," katanya.

Dari 400 pendonor penerima penghargaan, menurut Pengurus PMI DKI Jakarta, Irwan D Makdoerah, sebanyak 379 orang pendonor pria dan 21 orang pendonor wanita. Usia tertua atas nama Paul Gunawan berumur 68 tahun dan bergolongan darah O. Sedangkan usia termuda 28 tahun dipegang M. Yusuf juga bergolongan darah O.

Irwan menyatakan PMI berterimakasih kepada sukarelawan yang telah mendonorkan darahnya 50 kali sebab tidak sederhana untuk mencapai angka tersebut, butuh proses panjang disertai tekad kuat membantu sesama.

PMI Provinsi DKI Jakarta, menurut Iwan, akan terus berusaha memaksimalkan perekrutan pendonor darah. "Pada tahun 2019 PMI menargetkan perolehan sebanyak 350.000 kantong darah," jelas lrwan. Kebutuhan darah di DKI Jakarta mencapai 800 - 1.000 kantong per hari.
Readmore »

Wakasad : Latma Safkar Indopura, Wahana Bangun Hubungan TNI AD-Singapore Army

Wakasad : Latma Safkar Indopura, Wahana Bangun Hubungan TNI AD-Singapore Army

JAKARTA – tniad.mil.id,- Menurut Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad), Letjen TNI Tatang Sulaiman menyatakan bahwa selain untuk memajukan kedua Angkatan Darat, Latma juga sebagai wahana membangun hubungan yang kuat antara TNI AD dan Singapore Army

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen TNI Candra Wijaya, dalam rilis tertulisnya di Jakarta, Rabu (18/9/2019)

Diungkapkan Kadispenad, pada hari ini Wakasad dan Chief of General Staff Singapore Army, Brigjen Kenneth Liow memimpin upacara pembukaan Latma Safkar Indopura  ke-31 di Kranji Camp III, Singapura

"Safkar Indopura merupakan bagian dari latihan bilateral militer antara TNI AD dengan Singapore Army, yang pelaksanaannya diselenggarakan secara bergantian," ujar Candra.

Dikatakan Candra, dalam latihan yang ke-31 ini akan dilaksanakan selama 10 hari di Kranji Camp III dan Murai Urban Training Facility (MUTF) Singapura, mulai tanggal 17 hingga 26 September 2019,tambahnya.

"Sebagaimana biasanya dalam kegiatan Latma, masing-masing pimpinan angkatan darat dalam hal ini Wakasad dan Chief of General Staff Singapore Army, keduanya bertindak sebagai  pimpinan upacara," terang Candra.

Selain mengucapkan apresiasi dan kesan terhadap fasilitas latihan Singapore Army yaitu Murai Urban Training Facility dan juga Multi Mission Range Complex (MMRC), lanjut Candra, Wakasad berharap agar Latma ini dapat mengintesifkan interaksi prajurit TNI AD dan Singapore Army.

“Latma sebagai wadah interaksi prajurit dalam membangun hubungan person to person yang kuat sekaligus untuk menumbuhkan sikap saling percaya, saling mengerti, serta saling menghargai antar kedua Angkatan Darat,” tegasnya.

Lebih lanjut dijelaskan Candra, bahwa dalam latihan yang diikuti oleh 170 orang prajurit TNI AD ini akan memainkan tiga materi latihan, yaitu Combined Post Exercise atau latihan posko, Field Training Exercise atau latihan drill taktis dengan materi serangan pemukiman, serta materi menembak senapan.

“Sebagaimana disampaikan Wakasad, Latma ini juga, pada dasarnya ditujukan untuk sama-sama memajukan kedua Angkatan Darat dalam menghadapi tantangan tugas yang semakin kompleks dan dinamis,” ucap Candra.

“Jadi, dari latihan yang diikuti delegasi TNI AD, yaitu Brigif Mekanis 16/Wira Yudha yang dipimpin Letkol Inf Endra Saputra Kusuma ini, selain diharapkan memajukan kedua Angkatan Darat, juga sebagai wahana untuk membangun hubungan antar TNI AD dan Singapore Army yang lebih kuat dan kokoh,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Brigif Mekanis-16/Wira Yudha merupakan satuan tempur TNI AD yang berada di bawah komando dari Kodam V/Brawijaya, dan diresmikan pada tahun 2007.

Setelah serah terima obor dan bendera dilanjutkan dengan sesi foto bersama, dengan didampingi Kasdam V/Brw Brigjen TNI M. Bambang Ismawan, Waaspam Kasad Brigjen TNI Djaka Budi Utama, dan Waasops Kasad Brigjen TNI Rifki,  Wakasad juga berkesempatan untuk meninjau Display statis perlengkapan militer dari TNI AD dan Singapore Army. (Dispenad)
Readmore »

Tatap Muka Penasehat DWP dengan Istri Personel Bakamla RI

Tatap Muka Penasehat DWP dengan Istri Personel Bakamla RI

Jakarta, Rabu 18 September 2019 (Humas Bakamla RI/PR Indonesian Coast Guard).--- Keberhasilan Bakamla berawal dari adanya dukungan keluarga dan keberhasilan seorang suami ada doa yang kuat dari istri.

Hal tersebut dikatakan Kepala Bakamla RI/Indonesian Coast Guard (IDNCG) Laksdya Bakamla A. Taufiq R. selaku Penasehat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Bakamla RI., saat tatap muka dengan pengurus DWP Bakamla RI beserta ratusan istri personel Bakamla RI di Aula Mabes Bakamla RI, Jl. Proklamasi No.56, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (18/9/19).

Sementara itu, Ketua DWP Bakamla RI Ny. Ina A. Taufiq R., saat membuka acara mengatakan, tujuan diselenggarakannya acara tatap muka dengan penasehat DWP adalah selain merupakan salah satu program kegiatan DWP Bakamla juga seluruh anggota akan lebih meningkatkan wawasan tentang Bakamla. 

Hal ini sangat penting untuk diketahui mengingat usai Bakamla yang masih muda sehingga wajar seandainya masih ada yang bertanya-tanya tentang Bakamla. Disamping untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan, kegiatan ini diharapkan mampu menambah rasa kebanggaan terhadap institusi tempat dimana para suami mengabdikan diri.

Dikesempatan yang diberikan, Laksdya Taufiq sebagai penasehat DWP Bakamla RI menjelaskan tentang tugas pokok Bakamla RI. Bakamla dengan dasar hukum UU Nomor 32 Tahun 2014 tentang Kelautan, Perpres No. 178 tahun 2014 dan ditegaskan dalam amanat Presiden berbunyi "telah dimulai era baru, efisien dengan komando tunggal yang didukung sistem peringatan dini dan unit penindakan hukum. Semua stakeholder Keamanan Laut, saya perintahkan untuk mendukung aset awal Bakamla berupa kapal, pesawat dan personel". "Pertanyaannya adalah, apakah perintah Presiden ini dilaksanakan ?

Sedangkan tugas yang diamanatkan Presiden pada dasarnya Bakamla melaksanakan Patroli keamanan dan keselamatan laut di seluruh perairan Indonesia dan Yuridiksi Indonesia. Jadi tidak hanya di wilayah kedaulatan tapi di seluruh Yuridiksi sehingga Bakamla adalah institusi operasional yang berseragam. 

Ditambahkan pula, pada rapat kabinet ditegaskan bahwa Bakamla melaksanakan fungsi Coast Guard di Indonesia. Kalau berbicara Coast Guard maka secara universal mempunyai tiga fungsi yaitu Maritime Security, Maritime Safety dan Defense inward time di bawah Navy. Oleh karena itu Coast Guard merupakan suatu keniscayaan dengan tatanan dunia sekarang ini sehingga penegakan hukum disinergikan oleh Bakamla. Tetapi kita tahu bahwa UU Nomor 32 Tahun 2014 tentang Kelautan tidak menegaskan undang-undang yang lain sehingga undang-undang lain masih berlaku. Hal tersebut bukan menjadi masalah, yang penting adalah bagaimana kita melaksanakan di lapangan bisa bersinergi tanpa harus berkutat atau berdiskusi tentang undang-undang itu karena hal tersebut bukan tataran kita, tataran kita adalah operasional.

Hidup mati nasib baik buruk rejeki jodoh sudah ada yang mengatur, tinggal bagaimana ketulusan kita dalam menjalankan tugas pokok seorang personel Bakamla dalam pengabdian kepada negara. Kebanggaan seorang personel Bakamla bukan pada pangkat jabatan atau kedudukan melainkan berfungsi sebagai seorang personel saat ditempatkan dimanapun.

"Saya tekankan kepada pengurus DWP agar mengajak anggotanya dalam suasana kekeluargaan sehingga terjalin hubungan yang bagus dan pada akhirnya berdampak pada institusi Bakamla yang maju," tegas Laksdya Taufiq.

Turut mendampingi Kepala Bakamla RI yaitu Deputi Jakstra Laksda Bakamla Drs. Hariadi, S.H., dan Kepala Biro Umum Bakamla RI Laksma Bakamla Amin Budi Cahyono.

Autentikasi : Kasubbag Humas Bakamla RI Letkol Bakamla Mardiono
Readmore »

Direktur Strategi Bakamla RI/IDNCG Hadir Pembahasan Pencegahan Peristiwa Tenggelam

Direktur Strategi Bakamla RI/IDNCG Hadir Pembahasan Pencegahan Peristiwa Tenggelam

Jakarta, 18 September 2019 (Humas Bakamla RI/PR Indonesian Coast Guard) --- Menanggapi laporan World Health Organization (WHO) terkait kematian akibat tenggelam, Direktur Strategi Bakamla RI/Indonesian Coast Guard (IDNCG) Laksma Bakamla Sandy M. Latief hadir dalam Pembahasan Finalisasi Analisis Situasi Pencegahan Kejadian Tenggelam (Drowning Prevention) di Indonesia, dan Penyusunan Strategi Upaya Pencegahan Tenggelam, di WHO - Indonesia Country Office, Jakarta Selatan, Rabu (18/9/2019).

Pertemuan yang diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI ini turut dihadiri oleh beberapa instansi pemerintah terkait lainnya.

Fokus pembahasan dalam aspek kematian karena tenggelam, memberikan perhatian khusus bagi Pemerintah Republik Indonesia. Selain wilayah Indonesia yang lebih banyak terdiri dari perairan, usaha negara untuk memberikan pencegahan kematian karena tenggelam merupakan hal yang melatar belakangi dilakukannya pembahasan ini.

Pemerintah Republik Indonesia telah menerbitkan beberapa peraturan hukum untuk mencegah kasus tenggelam sebagai dampak terjadinya kecelakaan transportasi air, bencana alam, keadaan lingkungan yang tidak aman, dan sebagainya. Namun, perlu dirancang strategi dan kebijakan nasional khusus untuk pencegahan peristiwa tenggelam.

Pada media massa online, hampir setiap hari memberitakan adanya kasus tenggelam di laut ataupun di perairan pedalaman. Pencarian dengan google search menggunakan kata kunci "mati tenggelam" yang dilakukan pada April 2019 memberikan hasil sebanyak 22 halaman pencarian. Ditemukan berita 87 peristiwa tenggelam dengan 100 orang korban mati, dan 6 orang hidup. Lokasi kejadian tenggelam diantaranya 55 kejadian di tepi sungai, 11 kejadian di pantai, 8 kejadian di kubangan air, 8 kejadian di kolam renang, 2 kejadian di bendungan/dam, 2 kejadian di danau, dan 1 kejadian di sumur. 

Lebih lanjut, jenis kelamin korban tewas terdiri dari 25 orang wanita, 72 orang pria, dan 3 orang yang tidak dapat diidentifikasi. Rentang usia korban terbanyak adalah balita, anak usia sekolah dasar, dan lanjut usia. 

Hal ini sesuai dengan laporan WHO bahwa kematian akibat tenggelam adalah termasuk dalam 10 penyebab utama kematian pada anak-anak dan penduduk usia muda. Ditegaskan pula, masyarakat dan negara dapat mencegah sebagian besar kematian karena tenggelam. Oleh karena itu perlu untuk menentukan kebijakan dan program pencegahan untuk peristiwa tenggelam di Indonesia.

Autentikasi: Kasubbag Humas Bakamla RI Letkol Bakamla Mardiono
Readmore »

Timsus Trisula Bakamla RI/IDNCG - APMM Tangkap Kapal Miras dari Singapura

Timsus Trisula Bakamla RI/IDNCG - APMM Tangkap Kapal Miras dari Singapura

Kepulauan Riau, 18 September 2019 (Humas Bakamla RI/PR Indonesian Coast Guard) --- Dalam rangka mengamankan tindakan ilegal yang kerap kali terjadi di Perairan Indonesia, Tim Operasi Gabungan Bakamla RI/Indonesian Coast Guard (IDNCG) bersama Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) berhasil menangkap kapal yang diduga memuat miras dari Singapura di Perairan Malaysia, Rabu (18/9/2019).

Operasi gabungan yang terdiri dari Timsus Trisula Bakamla RI/IDNCG, TNI Angkatan Laut, Bea & Cukai, serta Polair, bekerja sama dengan satuan unsur dari negara sahabat yaitu Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM).

Kapal target yang diduga memuat barang ilegal berupa minuman keras (miras) dari Singapura, berhasil digagalkan oleh Satuan Tugas Operasi Gabungan, setelah berkoordinasi dengan APMM.

Diketahui bahwa kapal target telah memantau pergerakan Kapal Patroli RI di Perairan Kepri. Karena ingin menghindar, kapal tersebut putar haluan dan kembali memasuki Perairan Malaysia. Namun berkat kerja sama dan koordinasi yang dilakukan Bakamla RI dengan APMM, kapal tersebut berhasil ditangkap oleh unsur patroli APMM.

Hal ini merupakan salah satu bukti sinergitas antar aparat dalam menjaga keamanan dan keselamatan di laut. Tidak hanya antar instansi Pemerintah RI, kerja sama dan koordinasi terus dibangun dengan negara-negara tetangga.

Tak ada dalih untuk mengamankan perairan Nusantara. Segala daya dan upaya dikerahkan untuk menciptakan kondisi perairan yang aman dan kondusif. Raksamahiva Camudresu Nusantarasya = Kami adalah Penjaga Lautan Nusantara.


Autentikasi: Kasubbag Humas Bakamla RI Letkol Bakamla Mardiono
Readmore »

SPKKL Tarakan Bakamla Bersama Basarnas Cari Korban Musibah Roboh Tugu

SPKKL Tarakan Bakamla Bersama Basarnas Cari Korban Musibah Roboh Tugu

Tarakan, 16 September 2019 (Humas Bakamla RI/PR Indonesian Coast Guard)
Stasiun Pemantauan Keamanan dan Keselamatan Laut (SPKKL) Tarakan Bakamla bersama Basarnas Tarakan hari ini melanjutkan operasi bersama dalam rangka pencarian korban musibah roboh tugu (rumah penangkap ikan ditengah laut) yang diterjang ombak tinggi di perairan Bagan antara pulau Tarakan dan pulau Bunyu, Tarakan, Kalimantan Utara, Senin (16/9/19).

Awal kejadian, pada Jumat, 13 September 2019 pukul 04.00 WITA diperairan Bagan sebanyak 30 tugu diterjang ombak tinggi. Sebanyak 30 orang mengalami kecelakaan laut tersebut dan diketahui 29 orang dapat diselamatkan oleh nelayan sekitar dan 1 orang atas nama Irhandayani (30) masih dalam pencarian.




Tim SRT (Spesial Respon Tim) SPKKL Tarakan Bakamla bersama Basarnas Tarakan, hari ini melanjutkan pencarian terhadap satu korban yang masih hilang  dengan menyisir dilokasi robohnya 30 tugu di perairan Bagan.

Proses pencarian dimulai dari pantai Amal dengan jarak tempuh menuju  lokasi pencarian sepanjang 4.41 NM radial timur laut 45° waktu 60-90 menit menggunakan rubber boat milik Basarnas.

Tim SRT SPKKL Tarakan Bakamla yang terlibat antara lain Kepala SPKKL Tarakan Mayor Bakamla Herlambang Adhi Pradhana, S.E., dan dua staf SPKKL Tarakan Serka Bakamla Saprudin, Serma Bakamla Ilham Syah.

Autentikasi : Kasubbag Humas Letkol Bakamla Mardiono
Readmore »

Peserta Pendidikan Pendahuluan Bela Negara ITL Trisakti 2019, Kembali Ke Kampus

Peserta Pendidikan Pendahuluan Bela Negara ITL Trisakti 2019, Kembali Ke Kampus

4 hari sudah, Mahasiswa Baru Institut Transportasi dan Logistik Trisaktik (ITL Trisakti) mengikuti kegiatan Pendidikan Pendahuluan Bela Negara (PPBN) di Pusdik Zeni Bogor 12 - 15 September 2019, pesrta yang dibagi dalam 3 Gelombang tersebut, telah selesai mengikuti PPBN tersebut siap kembali ke Kampus, mulai aktif mengikuti perkuliahan di kampus ITL Trisakti. dan pelepasan peserta PPBN, disamping dihadiri perwakilan orang tua mahasiswa, juga hadir Ketua Yayasan Trisakti, Mayjen TNI (Purn) Dr Bimo Prakoso.

Usai memberikan bekal pada mahasiswa baru ITL Trisakti serta menutup Pendidikan Pendahuluan Bela Negara, Dr Bimo Prakoso menegaskan, bahwa Bela Negara adalah tanggung jawab seluruh bangsa Indonesia, bukan masalah pemerintah semata, untuk itu kita semua sama-sama memiliki tanggungjawab untuk bela negara.

Sebagaimana pesan Yayasan Trisakti baik pada Mahasiswa maupun dosen, agar di dadanya ada "Merah Putih", seluruh Pemuda Indonesia harus berwawasan kebangsaan, Siap membela negara, untuk itu yang nomor satu merah putih, baru yang kedua adalah"“pinter", Kalau kebalik berbahaya, jadi selama 4 hari ini mereka diberikan bekal wawasan kebangsaan, agar supaya disiplin, bisa membangun kerja sama, jangan menang sendiri, dan harus saling menyayangi, mencintai, kalau ada kesalahan yang botulin, bukan dengan dendam, semua demi kebaikan, bagaimana menuju ke arah yang hebat, bersama, tegasnya.

Saat ini mereka menerima pembekalan wawasan kebangsaan 4 sampai 5 hari, sebenarnya kita ingin bisa sebulan, tetapi kita tidak punya anggaran, untuk itu kita berharap kedepan ada dukungan pemerintah seperti Departeman Pertahanan agar bisa lebih lama, misalkan bisa 7 hari atau 12 hari, saya yakin mereka akan lebih hebat, yang kedua mereka juga disiplinnya pasti bagus, saya yakin mereka saat kuliah nanti, tidak akan coba coba untuk narkoba atau korupsi, Karen itu penyakit paling berat di Indonesia, yaitu narkoba sama korupsi, kolusi, nepotisme.

Kalau kita mau maju bersama, mari maju bersama, Kompak dan tidak boleh membedakan suku, agama harus inget "Kita Bhinneka, Kita Indonesia" tegas Dr Bimo Prakoso.

Hal senada juga diungkapkan Wakil Rektor ITL Trisakti Suparwan CK, bahwa PPBN ini kita berikan pada mahasiswa baru dalam upaya membuka kesadaran supaya Mahasiswa Baru yang pertama Mencintai Tanah Airnya, terus dia setia pada tanah airnya, baru dia muncul kesadaran Bela Negara, bangsa dan negaranya. Nah kalau sadar dia akan mempertahankan, akan memperkuat, akan menjaga negaranya. Apalagi mereka adalah mahasiswa yang nantinya akan jadi sarjana, kalau sudah jadi sarjana mau tidak mau dia mungkin menggunakan teknologi maupun Informasi dan Translaksi Elektronik, untuk mengurusi bangsa dan negaranya.

Dan dia jangan sampai juga terprovokasi oleh hal-hal yang tidak baik, oleh hal-hal yang tidak benar, sehingga akhirnya dia pun nanti waktu kuliah, dia akan menjaga kampusnya, Institut Transportasi dan Logistik Trisakti, mereka akan menjaga dalam hal apapun juga, dia akan menentang narkoba, akan memerangi narkoba, ganja,obat-obatan dan zat adektif lainnya, yang bisa merusak dan merugikan dirinya, dan akhirnya mereka akan menjadi mahasiswa yang disiplin, tanggung jawab serta bisa kerjasama yang baik, tegas Suparwan CK.

Sementara Kasie Opsdik Zeni AD, Kapten Achmad Afandi juga menambahkan, bahwa Pendidikan Bela Negara merupakan kewajiban setiap warga negara, untuk itu sebagaimana program pemerintah tersebut saat ini Pusdik Zeni siap mendukung hal tersebut, dimana seluruh instansi pemerintah dan swasta maupun mahasiswa kita berikan wawasan kebangsaan agar mereka memiliki rasa cinta tanah air yang tinggi, sehingga diharakan apabila mereka kembali ke Kampus maupun saat nanti mereka bekerja, merena benar-benar memiliki rasa cinta tanah air tinggi sehingga mampu menangkal pengaruh negative yang muncul akibat perkembangan teknologi yang pesat saat ini, paparnya. (Nrl).
Readmore »

Peringati 1 Muharram 1441 H, Yayasan Juang Anak Bangsa Bersama Yon Arhanudse 6 Gelar Bhaksos Berupa Pembagian Kebutuhan Pokok


Peringati 1 Muharram 1441 H, Yayasan Juang Anak Bangsa Bersama Yon Arhanud-6/BAY Gelar Bhaksos Berupa Pembagian Kebutuhan Pokok

Bertempat di Asrama Yon Arhanudse 6 Rangkok Jakarta Utara, Yayasan Juang Anak Bangsa (YJAB) bersama Balatyon Artileri Pertahanan Udara Sedang 6/Bhaladika Akasa Yudha (Yon Arhanud-6/BAY), Tanjung Priuk Jakarta Utara, pada Sabtu 14 September 2019, menggelar kegiatan Bakti Sosial, dengan membagikan 500 Paket Sembako, yang dibagikan pada Warga Sekitar Asrama dan warga Tanjung Priok yang kurang mampu.


Ketua panitia Bahsos dan Peringatan 1 Muharram 1441 H, Jennet Soplanit dalam sambutannya menegaskan, dengan tema “Dengan Semangat Tahun Baru Hijriah Kita Perisapkan Diri Menuju Perubahan Yang Lebih Baik”, maka atas nikmat Allah SWT kita sudah sepantasnya bersyukur atas Rahmatnya yang telah dilimpahkan kepada kita semua, untuk itu Yayasan Juang Anak Bangsa sebagai Organisasi Sosial Kemasyarakatan yang memiliki komitmen membantu masyarakat kurang mampu, terus berupaya meningkatkan kepedulian membantu mereka yang kurang mampu, dan ini kita berharap akan meningkatkan rasa syukur kita, dan kepedulian pada masyarakat, khususnya kaum dhuafa.


Hari ini kami selaku panitia akan memberikan memberikan bingkisan pada masyarakat yang berdomisili di Jakarta Utara, khususnya dilingkungan Kecamatan Tanjung Priok, berupa Beras, Tepung Terigu, Minyak Goreng, Mie instan, IKan kaleng,  Gula, The, Kopi serta yang lainnya, semoga bantuan ini akan bermanfaat bagi kita semua.



Acara ini dapat terlaksana atas dukungan semua pihak, oleh karena itu kami juga mengucapkan terimakasih pada seluruh panitia yang telah bekerja keras,  serta seluruh jajaran ,elah memberikan fasilitas dan tempat demi terselenggaranya kegiatan bakti sosial ini, dan tak lupa kami ucapkan terimakasih kepada donator dan sponsor yang telah mendukung sepenuhnya acara ini, ungkapnya.


Jennet Soplanit juga menambahkan, pihaknya bersyukur pada Tahun Baru Hijriah ini kita bisa membantu masyarakat kurang mampu, dengan 500 Paket kebutuhan pokok, dimana kita terus berupaya membangun kebersamaan dan kepedulian pada mereka yang membutuhkan ulurang tangan kita semua, semoga bantuan ini akan memberikan manfaat bagi yang menerima, ungkapnya.



Hal yang sama juga diungkapkan Komandan Yon Arhanud-6/BAY yang dibacakan oleh Wadanyon, Mayor Arh Andik Triayuli bahwa pihaknya menyambut baik kegiatan bakti sosial oleh Yayasan Juang Anak Bangsa ini, serta dalam rangka memperingatan 1 Muharram 1441 H, semoga kegaitan yang sangat baik ini dapat meningkatkan kepedulian dan kebersamaan, dan semoga bisa bermanfaat bagi kita semua, pintanya.

Readmore »

Kepala Bakamla Terima Audiensi Global Fishing Watch

Kepala Bakamla Terima Audiensi Global Fishing Watch

Jakarta, 13 September 2019 (Humas Bakamla RI/PR Indonesian Coast Guard). Sebagai upaya untuk mewujudkan lautan yang sehat, produktif dan tangguh dimana tata kelola sumber daya laut yang transparan dan efektif mendukung keanekaragaman hayati dan pembangunan berkelanjutan, Bakamla menerima kunjungan dari Global Fishing Watch (GFW) di Markas Besar Bakamla RI, Gedung Perintis Kemerdekaan, Jl. Proklamasi No.56, Menteng, Jakarta Pusat beberapa hari lalu.

Kehadiran Program Manager Global Fishing Watch Indonesia Ahmad Aki Baihaki beserta Junior Analyst GFW Liva Junaedi, Fisheries Analyst GFW Wildan Ghifari dan Outreach Officer GFW Rizqi Rahman disambut hangat oleh Kepala Bakamla RI Laksdya Bakamla A. Taufiq R.

Maksud kedatangan GFW ini adalah untuk menguatkan kerja sama GFW dan Bakamla agar dapat saling membantu lebih baik lagi. Hasil analisis kapal Vietnam kami yang ditindaklanjuti Bakamla dan membuahkan keberhasilan penangkapan adalah salah satu karya nyata kolaborasi GFW bersama Bakamla.

Mengawali pertemuan itu, Kepala Bakamla menjelaskan mengapa Indonesia perlu Coast Guard. Setiap negara mempunyai masalah yang sama terkait maritime security, oleh karena itu kita tidak dapat menyelesaikan masalah tersebut sendirian. "Memonitor semua kegiatan di laut legal maupun illegal, kemampuan surveillance perlu ditingkatkan dan kehadiran GFW sangat membantu terkait hal tersebut," terang Laksdya Taufiq.

Program Manager Global Fishing Watch Indonesia Ahmad Aki Baihaki mengucapkan terima kasih sudah disambut baik di tengah kesibukan Kepala Bakamla dalam kegiatannya. Dalam kesempatan yang baik itu pula Ahmad Aki Baihaki mengatakan bahwa GFW adalah organisasi nirlaba internasional yang independen dibentuk melalui kolaborasi antar mitra Oceana, Organisasi Konservasi Lautan Internasional, Skytruth dan para ahli dalam menggunakan teknologi satelit untuk melindungi lingkungan laut Indonesia. 

Setelah pertemuan ini silahkan ditindaklanjuti dengan MoU apa yang bisa kita kerjakan nantinya bersama-sama," kata Laksdya Taufiq.

Dalam pertemuan ini Kepala Bakamla didampingi oleh Sestama Bakamla Laksda Bakamla S. Irawan, M.M., Plh. Direktur Kerja sama Bakamla Kolonel Bakamla Salim dan Kepala Subdirektorat Dukungan Operasi Kolonel Bakamla Joni Junaidi, A.Pi., S.Pi.,M.Si.

Autentikasi : 
Kasubbag Humas Bakamla Letkol Bakamla Mardiono
Readmore »

KPK Di Gembosi Kewenangannya

KPK Di Gembosi Kewenangannya

Revisi Undang-undang KPK oleh Komisi III DPR-RI memiliki motif pelemahan kewenangan Lembaga Anti Rasua itu, hal ini sampaikan Direktur Eksekuti Komite Anti Korupsi Indonesia, Andi Baharuddin, SH di kantornya jumat sore.

Revisi Undang-undang KPK itu ada misi besar Legislatif dan Eksekutif dalam upaya menggembosi kewenangan yang di miliki KPK saat ini, saya melihat DPR dan pemerintah sama-sama ambisius untuk menutupi ruang KPK dalam pemberantasan korupsi.

Misalnya terbentuknya dewan pengawas KPK, ini tidak ada urgensinya sama sekali, justru dengan adanya Dewan pengawas itu, maka keberadaan KPK tidak independen lagi ujar Andi.

Komite Anti Korupsi Indonesia menolak terhadap revisi UU KPK itu. Ketika di singgung bagamana kinerja KPK saat ini, Andi menuturkan bahwa KPK saat ini sudah maksimal menjalankan tugasnya dgn baik, KPK menindak para koruptor tanpa pandang bulu, jadi tidak ada alasan DPR dan pemerintah merevisi UU KPK tersebut, tegasnya. (Red)
Readmore »

PEMBUKAAN LDD BAHASA INGGRIS BAGI PERSONEL SESKOAL

PEMBUKAAN LDD BAHASA INGGRIS BAGI PERSONEL SESKOAL

Seskoal, 12 September 2019, -- Sebanyak 20 orang personel Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) berpangkat Bintara, Tamtama,  PNS sederajat   dan PNS golongan III mendapatkan kesempatan untuk mengikuti Latihan Dalam Dinas (LDD) Bahasa Inggris yang dilaksanakan di Laboratorium Bahasa (Labsa) Opsjar Seskoal, Cipulir, Jakarta Selatan, Kamis (12/9).

LDD Bahasa Inggris ini dibuka oleh Kepala Operasional Pengajaran (Kaopjar) Seskoal Kolonel Laut (P) Yanu Madawanto, S.E., M.M. yang diwakili  Kepala  Seksi Program Pengajaran (Kasiprojar) Opsjar Seskoal Mayor Laut (S) Jamaludin.

Kaopsjar Seskoal Kolonel Laut (P) Yanu Madawanto, S.E., M.M., dalam amanat yang dibacakan oleh Kasiopsjar mengatakan bahwa LDD Bahasa Inggris dilaksanakan sebagai upaya untuk menambah pengetahuan yang merupakan salah satu wujud kepedulian Seskoaluntuk membekali personel TNI AL dengan kemampuan  berbahasa Inggris, dimana bahasa inggris sebagai salah satu sarana atau bahasa pengantar dalam berkomunikasi.

Belajar Bahasa Asing khususnya bahasa inggris menurut Pamen berpangkat Kolonel ini, berbeda dengan ketrampilan yang lainkarena sangat dibutuhkan kemauan yang kuat, ketekunan, keuletan, kesabarandan keberanian mempaktekkan bahasa itu sendiri di lingkungan masing-masing satuan. “Saya berharap para siswa dapat mengembangkan dan meresapkan hasil yang diperoleh selama mengikuti kursus untuk dapat diaplikasikan kedalam lingkungan kerja dan rutinitas sehari-hari”, ujarnya.

Kegiatan LDD Bahasa Inggris akan dilaksanakan  selama 9 Minggu setiap hari Senin dan Kamis dengan instruktur Letkol Laut (KH) Yudhi Febrano, S.S., M.TESOL., M.Tr. Hanla dan Mayor Laut (KH) Rudi Setiyono, S.Pd dengan bahan ajar diberikan secara lengkap dimulai dari perencanaan Klasikal/teori dan praktek.
Readmore »

PERWIRA MAHASISWA DIKREG SESKOAL ANGKATAN KE-57 LAKSANAKAN TES KESAMAPTAAN JASMANI SEMESTER 3

PERWIRA MAHASISWA DIKREG SESKOAL ANGKATAN KE-57 LAKSANAKAN TES KESAMAPTAAN JASMANI SEMESTER 3

Seskoal, 11 September 2019, -- Sebanyak 150 Perwira Mahasiswa Pendidikan Reguler (Dikreg) Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) Angkatan ke-57 TA. 2019 yang terdiri dari 138 Perwira Mahasiswa TNI AL, 2 TNI AD, 2 TNI AU, 8 Perwira Mahasiswa Manca Negara (Australia, Malaysia, Singapura, India, Pakistan, Korea Selatan, Jepang dan Thailand) melaksanakan tes kesamptaan jasmani semester 3 yang berlangsung di lapangan Arafuru Seskoal, Cipulir, Jakarta Selatan, Rabu (11/09).

Tes kesamaptaan jasmani ini dipantau langsung oleh Wakil Komandan Seskoal Laksamana Pertama TNI Tatit Eko W., M.Tr (Han) serta turut diawasi Sekertaris Lembaga (Seklem) Seskoal Kolonel Laut (S) Hardiko, S.Sos., M.M., Direktur Pendidikan (Dirdik) Seskoal Kolonel Laut (P) Imam Musani, S.E., M.Si., Komandan Korps Siswa (Dankorsis) Seskoal Kolonel Marinir Sudin Kaban, S.H., para Pejabat, para Dosen dan Patun Seskoal.

Dalam kesempatan tersebut, Dankorsis Seskoal secara lisan menyampaikan penekanan kepada para Perwira Mahasiswa dalam melaksanakan tes Kesamptaan Semester 3  ini secara sungguh-sungguh dan penuh rasa tanggung jawab, namun tetap memperhatikan faktor kesehatan.

Pelaksanaan tes kesamaptaan jasmani semester 3 ini dibagi menjadi 3 gelombang yang terdiri 50 Perwira Mahasiswa disetiap gelombangnya. Tes kesampataan jasmani meliputi tes kesegaran jasmani “A” yaitu lari 12 menit dan tes kesegaran jasmani “B” untuk Pull Up (Pria) dan Chinning (Wanita), Sit Up, Push Up dan Shuttle Run  bertujuan untuk mengetahui kondisi fisik serta kebugaran dari seluruh Perwira Mahasiswa dan juga perkembangan kesamptaan dari pelaksanaan tes samapta sebelumnya.

Sebelum melaksanakan tes sampta ini para Perwira Mahasiswa sudah diberikan kesempatan untuk pembinaan fisik secara leluasa yang diawali dengan kegiatan lari pagi, senam jasmani hingga olahraga kecabangan yang dimiliki. Sehingga kesemaptaan yang diujikan untuk mengukur kekuatan stamina dan ketahanan fisik yang dilaksanakan pada hari ini diharapkan mendapatkan hasil yang maksimal. Dimana hasil dari pelaksanaan tes ini akan dijadikan bahan laporan sekaligus persyaratan untuk dapat dinyatakan lulus mengikuti pendidikan Seskoal selain penilaian dalam bidang akademis maupun kepribadian dari para Perwira Mahasiswa Dikreg Seskoal tersebut.
Readmore »

Personel Bakamla RI Tingkatkan Kemampuan Pengambilan Foto Udara Maritim

Personel Bakamla RI Tingkatkan Kemampuan Pengambilan Foto Udara Maritim

Jakarta, 12 September 2019 (Humas Bakamla RI/PR Indonesian Coast Guard)
Dalam rangka memperkuat dukungan data intelijen, sejumlah personel Bakamla RI/Indonesian Coast Guard (IDNCG) melakukan pengambilan foto udara maritim dalam latihan praktek foto udara di Markas Besar Bakamla RI, Jl. Perintis Kemerdekaan, No.56, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (12/11/2019).

Latihan diikuti 10 orang peserta dari jajaran Satuan Kerja Bakamla RI di bawah bimbingan instruktur Kolonel Laut (P) Imam Musani dari Seskoal dan Mayor Laut (P) Aries Topan dari Mabesal. Latihan praktek foto udara disimulasikan dari atas ketinggian gedung Perintis Kemerdekaan, dengan sasaran di bawah ketinggian sekitar 100 feet berupa objek benda bergerak dengan kecepatan tinggi.



Melalui pelajaran praktek lapangan ini diharapkan para peserta latihan mendapatkan gambaran bagaimana mengambil gambar objek bergerak maupun diam dari atas ketinggian saat terbang dengan pesawat patroli maritim. Selain itu diharapkan para peserta dapat menanggulangi setiap kendala pengambilan foto udara, baik dari faktor keterbatasan sudut pengambilan gambar di dalam pesawat serta mampu menguasi peralatan kamera yang digunakan saat itu.

Adapun materi yang telah diajarkan dalam latihan foto udara maritim selama lima hari itu antara lain subtantif operasi udara maritim, teori fotografi udara, teori pemotretan udara maritim dan interpretasi foro udara maritim serta praktek pengambilan foto udara maritim yang dilaksankan pada hari ini.

Autentikasi : Kasubbag Humas Bakamla RI Letkol Bakamla Mardiono.
Readmore »

SPKKL Bali Ikuti Latihan Menembak Eksekutif

SPKKL Bali Ikuti Latihan Menembak Eksekutif

Bali, 12 September 2019 (Humas Bakamla RI/PR Indonesian Coast Guard)--- Personel Stasiun Pemantauan Keamanan dan Keselamatan Laut (SPKKL) Bali Bakamla RI mengikuti Latihan Menembak Eksekutif yang digelar oleh Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Denpasar, di Lapangan Tembak Bhayangkara Perbakin Bali Jl. WR. Supratman Kesiman Kertalagu Kec. Denpasar Timur Kota Denpasar, Bali, kemarin.

Latihan menembak pistol dan senjata laras panjang yang digelar dalam rangka Peringatan HUT ke 74 TNI AL Tahun 2019 di Denpasar ini dipimpin langsung oleh Komandan Lanal Denpasar Kolonel Laut (P) Henricus Prihantoko. Kegiatan dihadiri sejumlah pejabat KSOP, PSDKP, KPLP, Jasa Marga, personel SPKKL Bakamla Bali, serta para prajurit Lanal Denpasar.
 
Menurut Danlanal Denpasar, kegiatan menembak pistolh eksekutif ini bertujuan 7j44j tali silaturahmi dan kerjasama antara TNI AL dengan instansi terkait di kerja Lanal Denpasar Bali serta wujud peningkatan profesionalisme dalam pelaksanaan tugas dapat terus bersinergi dengan baik, seperti yang telah terjalin selama ini”, ujar Kadek Lis.

Autentikasi :
Kasubbag Humas Bakamla RI, Letkol Bakamla Mardiono
Readmore »

UIJ MoU Dengan STIKES Widya Cipta Husada, Tingkatkan Daya Saing Di Era Global

UIJ MoU Dengan STIKES Widya Cipta Husada, Tingkatkan Daya Saing Di Era Global

Lembaga Pendidikan Tinggi sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional, memiliki peran strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi, dengan memperhatikan dan menerapkan nilai humaniora serta pembudayaan dan permberdayaan bangsa Indonesia yang berkelanjutan, dan untuk meningkatkan daya saing, dalam menghadapi globalisasi di segala bidang, serta menghasilkan intelektual, ilmuwan dan profesional yang berbudaya, kreati, toleran, demokratis dan berkarakter tangguh, serta berani membela kebeneran untuk kepentingan bangsa, Universitas Islam Jakarta, pada Rabu 11 September 2019, melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Cipta Husada Malang, Jawa Timur.

Usai MoU, Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Cipta Husada Malang, Dr. Tayubi Heriyanto, SE.MM menjelaskan, bahwa kerjasama ini untuk meningkatkan kesehatan baik di tata kelola, para pengelola maupun kesehatan mahasiswa itu sendiri, untuk itu hari ini kita lakukan kerjasama dengan Universitas Islam Jakarta.


Dimana MoU ini sebagai kolaborasi melalui Tri Darma Perguruan Tinggi, baik Pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat, dan kita akan lihat kira-kira apa yang kita butuhkan, apakah dilingkungan sini butuh kebijakan tentang kesehatan lingkungan, maka kita bantu dibidang lingkungannya, kalau kami bidang Agama Kurang, maka UIJ ini bisa mentransfer tentang keagamaannya.

Setelah MoU ini kita berharap segara diterbitkan MoA, mungkin bidang kesehatan dulu, sehingga para pengelola di UIJ bisa melakukan medical Cek Up, apabila ada yang kurang sehat bisa kita bantu penyembuhan secara medic maupun non medic, seperti herbal, ungkap Dr Tayubi Heriyanto.



Sementara Rektor UIJ, Prof Raihan juga menegaskan, bahwa kerjasama antar perguruan tinggi merupakan kebutuhan semua perguruan tinggi, dan tentunya setiap perguruan tinggi butuh kerjasama, walaupun mungkin tidak satu prodi atau dari berbagai prodi, karena ilmu itu tidak bisa berdiri sendiri, kemudian tentunya kita punya 11 Prodi, dan Stikes Widya Cipta Husada memiliki 6 Prodi, dan tentunya masing-masing memiliki spesialisasi yang berbeda, dari situ nanti kita dalami dan kita lihat kebutuhan dalam proses belajar mengajar atau dalam penelitian atau pengabdian masyarakat, yang jelas untuk pengabdian masyarakat kita butuh provinsi-provinsi yang ada di luar Jakarta, karena sebagian penduduk Indonesia berada di desa-desa.

Oleh karena itu tidak ada salahnya semua perguruan tinggi swasta yang ada di Jakarta, juga sudah tidak selalu melihat luar negeri, tetapi juga melihat provinsi lain, dan saya yakin lebih bermanfaat bagi profesi lain, apakah bidang kewirausahaan, ekonomi dan sebagainya, dan Dr Tayubi punya Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan yang cukup potensial, yang berarti kita bisa saling sharing dan tentunya ini menjadi lebih bermanfaat bagi kedua belah pihak, ungkapnya. (Nrl)
Readmore »

Dr Siti Rahmi, Guru SD Yang Raih Gelar Doktor PAI UIJ

Promovenda Siti Rahmi, Guru SD Yang Raih Gelar Doktor PAI UIJ Dengan Cumlaude

Siti Rahmi, Sosok Wanita Betawi kelahiran Jakarta, 18 Januari 1982, yang selalu tampil sederhana dan mengabdikan dirinya sebagai Guru Agama Islam DPK pada SDIF Assalafy Kebon Nanas Selatan, Cipinang, Jakarta Timur, Promovenda Siti Rahmi dinyatakan lulus sebagai Doktor Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Jakarta, seusai ujian promosi Sidang Senat Terbuka UIJ, dimana Promovenda menyampaikan disertasi dengan judul "Inovasi Model Kemp Dalam Pembinaan Mental dan Spiritual Bagi Narapidana Di Lembaga Pemasyarakatan".

Usai meraih gelar Doktor Pendidikan Agama Islam dari Universitas Islam Jakarta, Dr Siti Rahmi mengaku bersyukur bisa menyelesaikan tugas akademik serta meraih nilai terpuji/Cumlaude, diakuinya untuk meraih gelar doktor ini membutuhkan ketekunan, kerja keras dan perjuangan panjang, namun bersyukur Suami, Orang Tua dan kedua anaknya selalu memberikan dukungan penuh, hingga hari ini bisa mempertahankan desertasi tersebut.



Karya Ilmiah dan penelitian yang dilakukan dari dalam Lapas Kelas 2 Cipinang tersebut, diakuinya karena orang tua bekerja sebagai Sipir di Lembaga Pemasyarakatan, dan Desertasi ini ditulis karena ingin berbeda dengan yang lain, keluar masuk Lapas adalah hal yang biasa dilakukan dari kecil, untuk itu kontribusi untuk merubah Napi agar tidak kembali lagi ke Lapas atau tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum, disinilah perlu adanya pendidikan Agama Islam, dalam merubah mental dan spiritual warga binaan lapas.

Desertasi hasil penelitian dengan tema, Inovasi Model Kemp Dalam Pembinaan Mental dan Spiritual Bagi Narapidana Di Lembaga Pemasyarakatan ini, Dr Siti Rahmi juga berharap akan bisa membantu pemerintah, khususnya pada Dirjen Lapas Kemenkumham, untuk bisa menjadi acuan bagi Lembaga Pemasyarakatan Kelas 2 Cipinang, maupun Lapas lain, untuk merubah perilaku serta akhak warga binaan, sehingga tidak kembali lagi ke lapas, ungkapnya.


Promotor, Prof. Dr. Dedy Djubaedi, MA usai menguji Dr Siti Rahmi menegaskan, bahwa pihaknya bersyukur promovenda telah melakukan penelitian di Lapas dalam upaya memberbaiki akhlak dan moral warga binaan, apalagi saat ini bangsa Indonesia sedang kesulitan untuk mendidik bangsa menjadi bangsa yang baik, yang bermoral, yang terhindar dari perbuatan perbuatan kejahatan. Ini artinya harus ada usaha-usaha, jadi ketika promovenda yang saya bimbing ini, punya niatan untuk menyuguhkan sebuah tema tentang narapidana di lembaga pemasyarakatan, bagi saya ini harus saya apresiasi, karena niatan baik yang ternyata didorong juga secara pribadi, bahwa ayahandanya itu juga pernah bekerja di lembaga pemasyarakatan, jadi disertasi ini menarik untuk inspirasi bagi publik.

Yang kedua adalah sebagai temuan yang nanti bisa dimanfaatkan oleh berbagai pihak, untuk melakukan pembinaan-pembinaan dengan model yang ditemukan, yaitu "model Kemp", kami memberikan penilaian yang baik dengan harapan masyarakat bisa memanfaatkannya di kemudian hari, tegas Prof Dedy Djubaedi.




Hal senada juga diungkapkan Rektor UIJ, yang juga Ketua panitia penguji doktor, Prof Raihan, dimana Dr Siti Rahma merupakan doktor Pendidikan Agama Islam UIJ ke 4, dan dalam presentasi hari ini, juga punya nilai inovasi bagi dunia pendidikan, terutama untuk pendidikan nonformal di Lembaga Pemasyarakatan, Bagaimana membina Lembaga Pemasyarakatan dengan pola pendidikan Agama Islam.

Oleh karena itu kita harapkan dengan ada temuan ini, Promovenda akan memberikan langkah-langkah dengan tulisan-tulisannya, kemudian diberikan kepada pihak-pihak terkait agar bisa diperhatikan, sehingga lapas bisa lebih maksimal, kita lihat tadi bahwa dari keinginan-keinginan penghuni Lapas sudah dimintai beberapa informasi dan lain sebagainya, tentang pembinaan yang selama ini, sehingga dengan temuan-temuan itu, maka tentunya sebagai insan akademis, tentunya dengan teori-teori pendidikan, kita bisa melihat, merefleksikan, modifikasi atau menambah, atau mengubah, atau memperbaiki teori yang ada. Dan banyak hal-hal yang harus kita perbaiki dalam bidang pendidikan, baik formal maupun nonformal, ungkap Prof Raihan. (Nrl).
Readmore »

Bakamla RI Benchmarking Reformasi Birokrasi Ke Kemenkumham

Bakamla RI Benchmarking Reformasi Birokrasi Ke Kemenkumham

Jakarta, 11 September 2019 (Humas Bakamla RI/PR Indonesian Coast Guard)--- Sebagai upaya peningkatan Reformasi Birokrasi (RB) di Lingkungan Bakamla RI/ Indonesian Coast Guard (IDNCG), Tim RB Bakamla RI melakukan benchmarking atau studi banding ke Kantor Pusat Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 6-7 Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (11/9/2019).

Kunjungan dalam rangka benchmarking dipimpin oleh Wakil Ketua RB yang sehari hari menjabat sebagai Kasubdit Kerja Sama Dalam Negeri Kolonel Bakamla Eli Susiyanti, S.H., M.H., M.M., bersama Kasubdit Monev Jak Kamla Frida Maria, S.H. dan perwakilan dari masing-masing pilar RB. Kunjungan disambut oleh Kepala Bagian Reformasi Birokrasi Biro Perencanaan Sekretariat Jenderal Sri Yusfini beserta jajaran eselon IV dibawahnya.

Mengawali pertemuan itu, Kolonel Bakamla Eli menjelaskan sekilas tentang Bakamla RI yang meliputi sejarah pembentukan Bakamla RI, Struktur Organisasi saat ini, Undang-Undang Nomor 32/2014 yang mendasari tugas dan fungsi Bakamla RI sebagai penjaga laut nusantara,serta sarana prasarana dan personel. Selanjutnya dipaparkannya pula tentang perkembangan evaluasi RB Bakamla RI terhadap 8 komponen pengungkit dan 5 komponen hasil, berikut juga Hasil Evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) yang telah diterima Bakamla RI.

Dikatakannya, bencmarking ini dilakukan guna mengetahui bagaimana pelaksanaan RB di Kemenkumham, serta untuk mengadopsi dan mengadaptasi keunggulan RB Kemenkumham RI sebagai Best Practise.

Kabag RB Kemenkumham menyambut baik proses studi banding tersebut dan mengidentifikasikan praktek RB yang telah berlangsung di Kemenkumham. Penekanan diberikan pada penerapan kinerja E-Government, dimana semua pelaksanaan pekerjaan dilakukan dengan system, terintegrasi dan paperless. Selain itu dijelaskannya juga penerapan reward dan punishment di lingkungan Kemenkumham.

Disebutkannya bahwa sebelumnya Kemenkumham juga telah mengadopsi satu aplikasi tentang Sistem Surat Masuk Keluar dari Pemprov Tangsel, yang berjalan dengan baik hingga sekarang untuk mengukur pencapaian kinerja personel tiap harinya. “Bakamla RI juga dapat mengadopsi system yang sejenis”, ujarnya. Dikatakannya pula, Kemenkumham siap mendukung perbaikan yang dilakukan Bakamla, “Perbaiki sistemnya, monitor progressnya, dan kami siap menyediakan contoh dokumen-dokumen yang dibutuhkan dalam pelaksanaannya”, ujar Yusfini menutup pertemuan itu.

Autentikasi :
Kasubbag Humas Bakamla RI, Letkol Bakamla Mardiono
Readmore »

Zona Maritim Tengah Bakamla RI Dialog interaktif di Stasiun TV Nasional

Zona Maritim Tengah Bakamla RI Dialog interaktif di Stasiun TV Nasional

Manado, 11 September 2019 (Humas Bakamla RI/PR Indonesian Coast Guard)---Kantor Kamla Zona Maritim Tengah berkesempatan menjadi pembicara dalam dialog interaktif secara live di salah satu stasiun TV Nasional pada program siaran Forum Publik LPP TV Nasional Provinsi Sulawesi Utara, beberapa hari lalu.

Hadir sebagai pembicara dalam dialog yang berlangsung pukul 18.00 s d. 19.00 WITA tersebut antara lain dari Bakamla RI diwakili oleh Kolonel Bakamla Ahmad Muharam yang sehari-hari menjabat sebagai Kepala Bidang Operasi Kantor Kamla Zona Maritim Tengah, Lantamal VIII Manado dengan pembicara diwakili Mayor Laut KH Samuel Pontoh, dan dari BPPD Provinsi Sulawesi Utara yang dihadiri langsung oleh Kepala BPPD Provinsi Sulawesi Utara Ir. Djemi Gagola., M.Si., M.E.

"Sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang No. 32 Tahun 2014 tentang Kelautan yaitu pada pasal 61 yang kemudian diperkuat dengan Peraturan Presiden Nomor 178 Tahun 2014 pasal 2, tugas Badan Keamanan Laut Republik Indonesia adalah melakukan patroli keamanan dan keselamatan laut di wilayah perairan Indonesia dan wilayah perairan yuridiksi Indonesia”, tutur Kolonel Bakamla A. Muharam dalam dialog interaktif tersebut.

Dibeberkannya, dalam Undang-Undang No 32 tahun 2014 pada pasal 62 yang kemudian diperkuat oleh Peraturan Presiden RI No. 178 tahun 2014 pasal 3 disebutkan 7 fungsi Badan Keamanan Laut Republik Indonesia, yaitu pertama menyusun kebijakan nasional tentang keamanan dan keselamatan laut di wilayah perairan Indonesia dan wilayah perairan yuridiksi Indonesia, kedua, menyelenggarakan sistem peringatan dini terkait keamanan dan keselamatan laut di wilayah perairan Indonesia dan wilayah perairan yuridiksi Indonesia, ketiga, melaksanakan penjagaan, pengawasan, pencegahan dan penindakan pelanggaran hukum di keamanan dan keselamatan laut di wilayah perairan Indonesia dan wilayah perairan yuridiksi Indonesia, keempat, menyinergikan dan memonitor pelaksanaan patroli perairan oleh intansi terkait, kelima, memberikan bantuan teknis dan operasional terhadap intansi terkait, keenam, memberikan bantuan pertolongan dan keselamatan laut di wilayah perairan Indonesia dan wilayah perairan yuridiksi Indonesia dan ketujuh adalah melaksanakan tugas lain dalam sistem pertahanan nasional, “dalam hal ini diartikan sebagai komponen cadangan di masa perang”, ujarnya lebih lanjut. 

Ditengah dialog, menanggapi pernyataan Kepala BPPD Provinsi Sulawesi Utara, dikatakan oleh Kolonel Muharam bahwa berdasarkan tugas dan fungsi Bakamla RI, maka sudah menjadi bagian tugas Kantor Kamla Zona Maritim Tengah juga yang berkedudukan di Manado dan tentunya jangkauan tugas operasinya mencakup sampai dengan wilayah perbatasan, dengan adanya program peningkatan kawasan perbatasan khususnya di perbatasan Utara Sulawesi Utara yaitu dapat menunjang perikehidupan masyarakat perbatasan dalam hal ini pendekatan kesejahteraan (posperity approach) masyarakat perbatasan.

Diakhir dialog, untuk menjawab pertanyaan pemirsa terkait upaya dalam menjaga keamanan laut agar masyarakat pengguna laut terkesan merasa nyaman. Kantor Kamla Zona Maritim Tengah Manado sebagai kepanjangan tangan Bakamla RI di daerah senantiasa mengoptimalkan operasi keamanan dan keselamatan laut sebagai tupoksinya secara terprogram sepanjang tahun dengan menyinergikan aset yang ada antara lain 2 Stasiun pemantau (SPKKL Bitung dan Kema serta SB Manembo-nembo) dengan unsur-unsur patroli di lapangan yang difokuskan di kawasan perairan perbatasan utara Sulawesi Utara. selain itu mengoptimalkan juga sharing informasi dengan stakeholder terkait tentang analisa anomali kapal di laut yang bisa digunakan sebagai referensi operasi dalam mengerahkan unsur-unsur patroli di laut.

Autentikasi : Kasubbag Humas Bakamla RI Letkol Bakamla Mardiono.
Readmore »

SATGAS PELANTARA -IX SAIL NIAS 2019 DISAMBUT MERIAH DI NIAS SELATAN

SATGAS PELANTARA -IX SAIL NIAS 2019 DISAMBUT MERIAH DI NIAS SELATAN

Nias Selatan, 10 September 2019, Kedatangan Satuan Tugas(Satgas) Pelayaran Lingkar Nusantara (Pelantara) Saka Bahari, Bela Negara dan Kapal Pemuda Nusantara-IX Sail Nias 2019 dibawah pimpinan Dansatgas Pelantara -IX Sail Nias 2019 Kolonel Mar I Dewa Gede Wirawan, S.E., disambut meriah oleh masyarakat Nias Selatan bertempat di Dermaga Teluk Dalam, Nias Selatan, Sumatera Utara, Selasa (10/9).

Kedatangan para peserta Pelantara -IX Sail Nias 2019 ini diawali dengan pengalungan bunga oleh Wakil Bupati Nias Selatan Sozanolo Ndruru, Danlanal Nias Selatan Letkol Laut (P) Jan Lucky Boy Siburian, S.E., M.Tr. Hanla, kepada Dansatgas Pelantara-IX Sail Nias 2019 Kolonel Mar I Dewa Gede Wirawan, S.E., Wadansatgas Pelantara-IX Sail Nias 2019 Letkol Mar Riyadi dan Komandan KRI Tanjung Kambani-971 Letkol Laut (P) Masrurun, S.E., M. Tr. Hanla.

Selama di Nias Selatan Satgas Pelantara IX Sail Nias Selatan 2019 akan melaksanakan berbagai kegiatan untuk empat hari kedepan antara lain kegiatan Upacara Buka Tutup BTI, Bakti Sosial, Bersih Pantai, Wisata Bahari, Pentas Seni dan Budaya serta Acara Puncak Sail Nias 2019.

Dansatgas Pelantara IX Sail Nias 2019 pada kesempatan tersebut menyampaikan ucapan terima kasih atas sambutan dan dukungan yang luar biasa dari masyarakat Nias Selatan atas terselenggaranya acara tersebut. Kegiatan yang dilaksanakan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah melalui TNI Angkatan Laut, Kemhan dan Kemenpora dalam pembinaan dan pembentukan Character Building generasi muda bangsa sebagai calon pemimpin masa depan.

Kegiatan Pelantara-IX Sail Nias 2019 ini merupakan pembinaan generasi muda menjadi generasi yang tangguh dan mempunyai kepedulian sosial yang tinggi sehingga diharapkan menjadi sarana pembinaan generasi muda bangsa untuk lebih mencintai tanah airnya, sebagai bangsa bahari untuk mencintai lautnya, ujar Dansatgas Pelantara-IX Sail Nias 2019.

Turut hadir pada acara ini Ketua Kwartir Cab. Nias Selatan, Forkompinda Kab. Nias Selatan, Peserta Pelantara-IX Sail Nias 2019 serta Saka Bahari Lanal Nias Selatan. (Nrl)
Readmore »

PERINGATI HUT TNI ANGKATAN LAUT KE-74, KRI TELUK SIBOLGA-536 GELAR UPACARA DI SABANGMAWANG, NATUNA UTARA

PERINGATI HUT TNI ANGKATAN LAUT KE-74, KRI TELUK SIBOLGA-536 GELAR UPACARA DI SABANGMAWANG, NATUNA UTARA

Bertempat di Dermaga Posal Sabangmawang, Ranai, Kepulauan Natuna Utara, Prajurit KRI Teluk Sibolga-536, Unsur Satuan Kapal Amfibi Koarmada I menggelar Upacara sederhana dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun TNI Angkatan Laut yang ke-74. (10/09/2019)

Disela-sela tugasnya sebagai unsur gelar operasi dalam pengamanan wilayah perbatasan Natuna Utara guna menjamin kepentingan maritim Indonesia, KRI TSG-536 merayakan Hari Ulang Tahun TNI AL dengan menyelenggarakan upacara sederhana di atas geladak kapal yang bersandar di Dermaga Posal Sabangmawang, Lanal Ranai.

Mengutip amanat Kepala Staf TNI Angkatan Laut pada peringatan HUT TNI AL yang ke-74 ini, yang dibacakan oleh Komandan KRI TSG-536, Mayor Laut (P) Memet Kurniawan, M.Tr.Opsla dihadapan seluruh prajuritnya, disampaikan bahwa sesuai Pasal 9 UU RI No. 34 tahun 2004 tentang TNI, telah diatur 5 (Lima) Tugas Angkatan Laut, yakni Bidang Pertahanan Matra Laut, Penegakan Hukum dan Keamanan Maritim, Diplomasi Maritim, Pembangunan dan Pengembangan Kekuatan Maritim, dan Pembinaan Wilayah Pertahanan Laut. Selain itu, selaras dengan visi Pemerintah RI lima tahun ke depan, area yang menjadi fokus utama untuk TNI AL tahun ini adalah peningkatan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), oleh karena itu tepat kiranya pada peringatan HUT kali ini tema yang diambil yaitu “Bersama Rakyat TNI Angkatan Laut Siap Membangun SDM Unggul, Fondasi Indonesia Maju”.

Sebagai salah satu satuan operasional TNI AL yang saat ini sedang berada di daerah operasi, khususnya di perbatasan Laut Natuna Utara, prajurit KRI TSG-536 tidak henti-hentinya selalu meningkatkan kesiapsiagaan operasional dengan melaksanakan latihan mandiri internal dalam kerangka peningkatan pembangunan SDM yang unggul sebagai prajurit profesional seperti yang sudah dinyatakan di atas. Kemudian tidak lupa Komandan beserta seluruh Prajurit KRI TSG-536 sesaat setelah upacara dilaksanakan menyampaikan pesan ucapan terimakasih kepada keluarga besar KRI TSG-536 yang selalu memberikan dukungan moril, doa dan motivasi sehingga dapat memberikan kepercayaan diri yang kuat dalam melaksanakan tugas operasi yang diemban.

Dirgahayu Ke-74 TNI Angkatan Laut, 10 September 2019, Jalesveva Jayamahe…Justru di Laut Kita Jaya…!!!
Readmore »

Kasal: TNI AL Akan Terus Tingkatkan Pembangunan SDM untuk Indonesia Maju

Kasal: TNI AL Akan Terus Tingkatkan Pembangunan SDM untuk Indonesia Maju

Jakarta, 10 September 2019,-- Selaras dengan visi pemerintah lima tahun ke depan, area yang menjadi fokus utama untuk TNI Angkatan Laut tahun ini adalah peningkatan pembangunan sumber daya manusia. Karena tingginya tingkat profesionalisme dan komitmen yang ditunjukkan oleh prajurit dan pns TNI Angkatan Laut dengan jelas merupakan bekal pokok di jalur kemajuan bangsa Indonesia.

Demikian dikatakan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, S.E., M.M., pada saat memimpin Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-74 TNI Angkatan Laut di Dermaga Sunda Komplek Satuan Koarmada I Pondok Dayung Jakarta Utara, Selasa (10/9).

Lebih lanjut Kasal dalam amanatnya mengatakan, tepat kiranya pada peringatan HUT kali ini tema yang diambil yaitu “Bersama Rakyat TNI Angkatan Laut Siap Membangun SDM Unggul, Fondasi Indonesia Maju”. Perlu kita sadari bersama, bahwa kekuatan pertahanan sebuah negara terukur dalam komponen konseptual, fisik dan moral dengan faktor sumber daya manusia sebagai tulang punggungnya. Dengan demikian keunggulan SDM TNI Angkatan Laut merupakan tuntutan yang sudah tidak dapat ditawar-tawar lagi.

“Kita semua berikeinginan agar TNI Angkatan Laut diawaki oleh prajurit yang terlatih, terdidik, dilengkapi secara baik dan dijamin kesejahteraannya sesuai dengan jati diri prajurit TNI sebagai tentara profesional. Kebijakan pembangunan TNI Angkatan Laut ke depan selain untuk mencapai kesiapan operasional, juga diarahkan pada peningkatan profesionalisme personel”, kata Kasal.

Sebelum mengakhiri amanatnya Kasal memberikan beberapa penekanan di antaranya, tingkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, jawab tantangan bangsa ke depan dengan upaya membangun SDM TNI Angkatan Laut yang unggul sebagai prajurit profesional yang berpedoman pada Sumpah Prajurit, Sapta Marga, Delapan Wajib TNI dan Trisila TNI Angkatan Laut, kembangkan diri dan tingkatkan kesiapsiagaan untuk mampu menghadapi tantangan global yang semakin kompleks dan dinamis dengan mengembangkan pola pikir dan pola tindak yang adaptif, produktif, inovatif dan kompetitif.

Jalin semangat persatuan dan kesatuan bangsa dengan semua lapisan masyarakat sebagai kekuatan dasar sistem pertahanan negara dan tingkatkan jiwa kekeluargaan sesama prajurit TNI Angkatan Laut serta jalin soliditas dan sinergitas TNI Angkatan Laut dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia dimanapun kalian bertugas dan kembangkan intuisi dan naluri sebagai prajurit matra laut serta tanamkan nilai-nilai maupun tradisi TNI Angkatan Laut dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam peringatan hari jadinya kali ini, TNI Angkatan Laut juga menampilkan demonstrasi beladiri gabungan yg terdiri dari Kopaska Martial Art Koarmada l, Aikido Kopaska Koarmada I, Tim Karate Koarmada I, Jiu Jitsu Dislambair Koarmada I, Merpati Putih Seskoal serta unsur KRI dan Ranpur antara lain: KRI Bung Tomo-357, KRI Sutanto-377, KRI Sultan Thaha Syaifuddin-376, KRI Sembilang-850, KRI Torani-860, KRI Teluk Cirebon-543 dan 4 Unit BTR.

Selain itu juga digelar Naval Base Open Day dengan kegiatan panggung prajurit serta pameran Alutsista TNI AL yang menampilkan kapal perang, dan helikopter TNI AL.

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain, KASAU, Kapolri, Wakasal, Kabakamla RI, Sekjen Kemhan, Danjen Akademi TNI, Wakapolri, Gubernur DKI, para mantan KASAL, para pejabat utama tiga angkatan serta para tamu undangan lainnya.
Readmore »

STAND SESKOAL RAMAIKAN PAMERAN PERINGATAN HUT KE-74 TNI AL

STAND SESKOAL RAMAIKAN PAMERAN PERINGATAN HUT KE-74 TNI AL

Seskoal, 10 September 2019, Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) ikut meramaikan pameran Alutsista TNI AL dalam rangka peringatan HUT ke-74 TNI AL yang digelar di Dermaga Pondok Dayung Koarmada I, Jakarta Utara, Selasa (10/09).

Pameran Alutsista TNI AL ini dilaksanakan setelahUpacara Parade dan Defile dengan Inspektur Upacara Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, S.E., M.M., dengan diikuti peserta pameran lainnya seperti Mabesal, Koarmada I, Kolinlamil, Puspomal, Kormar, Puspenerbal dan Pushidrosal.

Stand yang didesain sederhana dan apik dibawah koordinator Letkol Laut (P) Lugi S yang sehari-hari menjabat sebagai Kepala Pusat Perpustaan (Kapustaka) Seskoal dg menampilkan e-library Seskoal, akses Perpustakaan Seskoal telah dapat meng akses ke perpustakaan Universitas yang berada di Indonesia dan Perpustakaan Seskoal Singapura/ SAFTI Military Institute of Singapore Armed Forces. Pada kesempatan itu pula, Seskoal menampilkan Jurnal-jurnal Maritim dari Pusat Pengkajian Maritim (Pusjianmar) Seskoal, majalah Dharma Wiratama, Tesis dan taskap para Pasis Seskoal.

Dalam kegiatan pameran ini 5 Perwira Mahasiswa Dikreg Seskoal Angkatan ke-57 dilibatkan sebagai guide stand pameran. Stand Seskoal juga memberikan souvernir kepada para pengunjung pameran dengan memberikan buku-buku tulisan Danseskoal yang dibagikan secara cuma-cuma diharapkan manfaatnya akan lebih cepat sampai diterima oleh khalayak ramai.
Readmore »

PENCAK SILAT BETAKO MERPATI PUTIH CABANG KHUSUS SESKOAL MERIAHKAN PERINGATAN HUT KE-74 TNI AL

PENCAK SILAT BETAKO MERPATI PUTIH CABANG KHUSUS SESKOAL MERIAHKAN PERINGATAN HUT KE-74 TNI AL

Seskoal, 10 September 2019, -- Sebanyak 50 personel Prajurit dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) yang tergabung dalam Pencak Silat Merpati Putih Cabang Khusus Seskoal ikut  meriahkan Peringatan hari Ulang Tahun ke-74 TNI Angkatan Laut denganenampilkan  demontrasi keahlian bela diri yang merupakan budaya asli bangsa Indonesia yaitu bela diri Pencak Silat Tangan Kosong Merpati Putih usai pelaksanaan Upacara Peringatan HUT ke-74 TNI AL di Dermaga Pondok Dayung Koarmada I, Jakarta Utara, Selasa (10/09).

Upacara Peringatan HUT ke-74 TNI AL dengan Inspektur Upacara (Irup) Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, S.E., M.M., mengusung tema “Bersama Rakyat TNI Angkatan Laut Siap Membangun SDM Unggul, Fondasi Indonesia Maju” melibatkan 1.134 personel dari Markas Besar Angkatan Laut (Mabesal), Markas Komando (Mako) Koarmada I, Prajurit KRI Jajaran Koarmada I, Kolinlamil, Korps Marinir, Seskoal serta Pushidrosal.

Dalam meriahkan Peringatan HUT ke-74 TNI Angkatan Laut, Prajurit dan PNS Seskoal  yang dipimpin Kepala Departemen Strategi (Kadepstra) Seskoal Kolonel Laut (P) Hariyo Poernomo, M.M., selaku Ketua Pengurus Merpati Putih Cabang Khusus Dharma Wiratama Seskoal menampilkan gerakan-gerakan kombinasi seperti pematahan hebel dan besi dragon dengan jumlahnya yang bervariasi dengan puncak tampilan adalah demontrasi patahan yang dilaksanakan diatas tower berupa beton hebel rangkap 74 oleh salah satu prajurit Seskoal Peltu (Keu) Yuniar Fatrosa.

Untuk diketahui bersama, seni bela diri Pencak Silat Tangan Kosong Merpati Putih ini dibentuk didasarkan atas 4 Sikap, Watak dan Prilaku yang harus ditumbuhkan antara lain Rasa Jujur dan Welas Asih, Percaya pada diri sendiri, Keserasian dan keselarasan dalam penampilan sehari-hari, Menghayati dan mengamalkan agar menimbulkan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Selain demonstrasi bela diri Pencak Silat Tangan Kosong Merpati Putih dari Seskoal, ditampilkan pula demonstrasi beladiri gabungan yang terdiri dari Kopaska Martial Art Koarmada I, Aikido Kopaska Koarmada I, Tim Karate Koarmada I, Jiu Jitsi Dislambair Koarmada I, serta unsur KRI dan Ranpur antara lain KRI Bung Tomo-357, KRI Sytanto-377, KRI Sultan Thaha Syaifuddin-376, KRI Sembilang-850, KRI Torani-860, KRI Teluk Cirebon-543 dan 4 Unit BTR.
Readmore »

 

SEL SURYA

SEL SURYA