DHARMA SHANTI HARI SUCI TAHUN BARU SAKA 1941/2019 TNI, POLRI DAN MASYARAKAT HINDU SORONG

DHARMA SHANTI HARI SUCI TAHUN BARU SAKA 1941/2019 TNI, POLRI DAN MASYARAKAT HINDU SORONG
 
 Sorong, 14 Maret 2019. Dharma Shanti Hari Suci Tahun Baru Saka 1941/2019 yang diselenggarakan jajaran TNI, Polri, dan masyarakat Hindu Sorong berlangsung khidmat, penuh persaudaraan dan kekeluargaan di Komando Armada (Koarmada) III, Jl. Bubara No. 1 Distrik Sorong Manoi, Kota Sorong, Papua Barat, Kamis (14/3). Kegiatan tersebut merupakan pertama kali diselenggarakan dengan melibatkan seluruh komponen bangsa yang digagas oleh Panglima Komando Armada III Laksamana Muda TNI I N.G. Ariawan, S.E., M.M. 

 Pada kesempatan ini juga hadir Walikota Sorong Drs. Ec Lambert Jitmau, M.M., anggota DPRD Kota Sorong, Kakanwil Ditjen Bea dan Cukai Khusus Papua, pejabat Pemkab Sorong, Korem 181/Praja Vira Tama, Pasmar 3, Kodim 1802/Sorong, Polresta Sorong, Kanwil Kementerian Agama Kota dan Kabupaten Sorong, Pengadilan Negeri Kota Sorong, Kanwil Ditjen Bea dan Cukai Khusus Papua, Kejaksaan Negeri Kota Sorong, Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama Kota dan Kabupaten Sorong, sejumlah prajurit TNI, Polri, dan ratusan masyarakat Hindu Kota dan Kabupaten Sorong. Dari jajaran Koarmada III hadir Kepala Staf Koarmada III Laksma TNI Dadi Hartanto, M.Tr. (Han), Komandan Guspurla Koarmada III Laksma TNI Rahmad Jayadi, S.E., para Komandan Lantamal, Komandan Lanal, Kafasharkan, dan Karumkit TNI AL jajaran Koarmada III. Sedangkan Pendharma Wacana I Ketut Gusti Suardana, S.Ag.

 Panglima Koarmada III Laksda TNI I N.G. Ariawan, S.E., M.M., dalam sambutannya mengatakan, Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1941/2019 M yang bertepatan jatuh pada tanggal 7 Maret 2019 merupakan Hari Suci Umat Hindu yang dilaksanakan setiap satu tahun sekali. Hari Suci Nyepi menjadi momentum untuk introspeksi dan mawas diri melalui Catur Brata Penyepian, meliputi Amati Geni (menahan amarah dan hawa nafsu) Amati Lelungoan (tidak bepergian), Amati Lelanguan (tida foya-foya), dan Amati Karya (tidak bekerja).

 “Momentum ini tidak hanya untuk Umat Hindu, tetapi semua bisa menangkap esensi dari apa sesungguhnya filosofi dan makna Hari Nyepi itu sendiri. Kita memang perlu introspeksi, mawas diri, merenungi hakikat sebagai manusia dan apa yang kita sudah lakukan dihari-hari sebelumnya,” ujarnya.

Merekatkan Keberagaman Dalam Kebersamaan

 Dalam menyambut Hari Suci Nyepi tahun ini, Parisada Hindu Dharma Indonesia telah menentukan tema nasional Perayaan Nyepi Tahun Saka 1941 adalah “Melalui Catur Brata Penyepian Kita Sukseskan Pemilu 2019”. Panglima Koarmada III menegaskan bahwa tema ini memiliki makna bahwa dalam menjalankan Catur Brata Penyepian sebagai bagian dari upaya pembersihan diri baik Bhuana Alit dan Bhuana Agung untuk mewujudkan semangat baru dengan jiwa yang damai, lebih harmonis sesuai nilai-nilai Tri Hita Karana yang artinya Sradha Bakti pada Tuhan harus diwujudkan dengan menjaga keharmonisan sesama, menjaga hubungan harmonis dengan alam yang semuanya diciptakan oleh Brahman Penguasa Jagad Raya.

 Pangkoarmada III mengharapkan dengan dilandasi keharmonisan inilah, maka hubungan antar umat beragama di Indonesia mampu merekatkan keberagaman dalam kebersamaan sebagai media yang dapat mensukseskan pelaksanaan Pemilu tahun 2019 dengan aman dan lancar. “Pemilu tahun 2019 harus kita sukseskan bersama-sama. Wujudkan Pemilu yang damai, sejuk dan bermartabat. TNI, Polri dan ASN (Aparatur Sipil Negara) netral. Sementara masyarakat juga ASN pergunakan hak pilihnya dengan baik,” ujarnya.

0 komentar:

Posting Komentar

 

SEL SURYA

SEL SURYA