Pembukaan Geladi Waskita Dharma Perwira Siswa Dikreg XLVI Sesko TNI TA 2019 Di Mako Koarmada I

Pembukaan Geladi Waskita Dharma Perwira Siswa Dikreg XLVI Sesko TNI TA 2019 Di Mako Koarmada I

 Jakarta, 5 Agustus 2019,-- Panglima Komando Armada I (Pangkoarmada I) Laksamana Muda TNI Yudo Margono, S.E., M.M., memimpin Upacara Pembukaan Geladi Waskita Dharma Perwira Siswa Dikreg XLVI Sesko TNI TA 2019 bertempat di Mako Koarmada I, Jalan Gunung Sahari No. 67 Jakarta Pusat, Senin (5/8).

 Pangkoarmada I dalam sambutannya menyampaikan bahwa Geladi Waskita Dharma merupakan momentum yang sangat penting. Kegiatan ini dapat dijadikan sebagai salah satu sarana untuk mengaplikasikan pelajaran yang telah diterima dan kemampuan serta keterampilan para perwira siswa dalam menyusun rencana tindakan guna menghadapi kontijensi bagi Kotama Operasi TNI. Oleh karena itu, merupakan suatu kehormatan bagi jajaran Koarmada I mendapat kepercayaan dari Sesko TNI dalam penyelenggaraan kegiatan Geladi Waskita Dharma Perwira Siswa Dikreg XLVI Sesko TNI TA 2019 ini. Untuk itu, kami mengucapkan terima kasih dan penghargaaan yang tinggi kepada Komandan Sesko TNI beserta seluruh staf, serta ucapan selamat datang kepada para perwira siswa dan rombongan dari Sesko TNI di Mako Koarmada I.

 Dinamika perkembangan lingkungan strategis pada tataran global, regional dan nasional berlangsung dengan cepat dan dinamis serta memberikan multiplier effect terhadap geopoltik, geoekonomi dan geostrategi suatu negara. Perkembangan lingkungan strategi berubah seiring dengan terjadinya revolusi industri 4.0, disruption pada berbagai bidang, permasalahan pangan, energi, penyalahgunaan narkoba, meningkatnya aksi terorisme, kejahatan lintas negara, kebijakan negara-negara asing yang bersifat agresif dan terjadinya perubahan iklim dunia.

 Ancaman non militer yang berdimensi ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, informasi dan teknologi lebih mengemuka dan membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa yang merupakan pusat kekuatan atau center of gravity bangsa Indonesia. Ancaman ini lebih dikenal asymetric warfare, perang hibrida, ataupun proxy war yang membahayakan kedaulatan dan keutuhan NKRI serta keselamatan bangsa.  

 Oleh karena itu, Koarmada I sebagai bagian TNI Angkatan Laut yang bertindak sebagai penegak kedaulatan dan hukum di laut wilayah barat Indonesia dituntut mampu merumuskan spektrum ancaman berdasarkan dinamika perkembangan lingkungan strategis yang berubah serba cepat. Sebagai antisipasi setiap kemungkinan ancaman yang timbul, maka perlu disusun rencana untuk menghadapi kemungkinan kontijensi.

 Koarmada I selaku Kotama Operasi merupakan objek yang dapat memberikan ruang dan waktu bagi para perwira siswa agar mampu menyusun rencana tindakan kontijensi yang tepat dan dapat menjadi masukan bagi Koarmada I guna terciptanya penegakan kedaulatan dan hukum di Perairan Wilayah Barat Indonesia.

 Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Staf Koarmada I, Komandan Guspurla Koarmada I, Para Pejabat Utama Koarmada I, Perwira Pendamping Geladi dari Sesko TNI, dan Para Perwira Siswa Dikreg XLVI Peserta Geladi Waskita Dharma.

0 komentar:

Posting Komentar

 

SEL SURYA

SEL SURYA