Kasus Penipuan dan Penggelapan Melibatkan WNA sebagai Otak Pelaku Kejahatan

Kasus Penipuan dan Penggelapan Melibatkan WNA sebagai Otak Pelaku Kejahatan


Jakarta - Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Drs. Yusri Yunus dalam siaran pers mengatakan, Kejadiannya akhir Januari lalu tepatnya 30 Januari 2020 di Aravena Hotel, Senen Jakarta Pusat.

"Korban melaporkan telah ditipu oleh sekelompok yang dipimpin WNA asal Kamerun
berinisial DG. Keterangan awal pelaku belajar dari temannya sesama WNA yang tinggal di Jakarta selama 4 tahun dan pernah  bekerja di salah satu perusahaan tanaman kemudian saat pulang diajak temannya dan diajarkan bagaimana cara melakukan menipu orang dengan modus operandi meyakinkan korban dengan memperlihatkan video yang bisa menarik korbannya bisa menggandakan uang," terang Yusri di Mapolda Metro Jaya, Rabu Sore (19/2/2020).

"Menggandakan uang dengan kemampuan uang USD10 bisa jadi USD30, uang USD100 bisa jadi USD300,  sehingga korban tergiur dan dia coba dengan dana yang ada sebesar USD10.000 dengan harapan akan mendapatkan USD300.000. Pelaku ini berkelompok dan 4 pelaku berhasil diamankan yaitu DG WNA sebagai otaknya, S perannyab meyakinkan korban dengan memperlihatkan video dan uang yang ada. AMY perannya membayar dan meyiapkan Aravena hotel untuk fasilitas para korbannya. VL perannya mencari calon korbannya," ujar Kabid Humas.

Adapun kronologis penangkapan pelaku VL mendapatkan seorang korban kemudian S dan DG meyakinkan korbannya dengan perlihatkan video bahwa dalam waktu 10 jam uang tersebut akan berlipat ganda. Korbanpun menyerahkan uangnya USD10.000 dan pelaku memberikan sebuah kotak yang dibungkus rapi dan dibukanya nanti 10 jam kemudian.

Setelah dibuka korban setelah waktunya hanya ada kertas yang samar dollar yang dinamakan black dollar. Korban tak menerima kemudian melaporkan ke Polda Meto Jaya, tim melakukan penyelidikan atas laoran korban dan berhasil mengamankan 4 pelaku untuk diproses.

Pasal yang disangkakan adalah pasal 372 dan 378 dengan ancaman 4 tahun penjara.

Polisi masih mendalami kasus ini karena pengakuan DG belajar teknik menipu dari temannya sesama WNA. Ada kemungkinan temannya tersebut pernah melajukanbpenipuan yang sama.

Tambahan dari Subdit 6 Curanmor Polda Metro Jaya, bagaimana para pelaku mencari korbannya karena para pelaku ini memiliki komunitas jaringan tertentu dimana mereka berhubungan demmngan pemain valas. Sehingga ketika ada orang membutuhkan valas besar pelaku mendatangi secara langsung lalu menawarkan untuk membuat 3-10 kali lipat uang tersebut jadi ganda yang sebenarnya adalah tidak.(Guffe).








.

0 komentar:

Posting Komentar

 

SEL SURYA

SEL SURYA