Wantannas RI dukung inovasi pupuk hayati cair dalam mendukung ketahanan pangan

Wantannas RI dukung inovasi pupuk hayati cair dalam mendukung ketahanan pangan

Berbagai program dan inovasi dilakukan dalam mendukung terwujudnya ketahanan pangan, terutama dalam situasi menjalani adaptasi kebiasaan baru di masa pandemi covid-19 ini. Salah satunya dengan dilakukannya penelitian pupuk hayati cair, yang dilakukan oleh Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK) bekerjasama dengan Wanatirtha Nusantara.

Bertempat di Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK) Gambung, kab. Bandung - Jawa Barat, pada selasa 25 Agustus 2020 dilakukan pengamatan pemetikan teh dalam rangka penelitian aplikasi pupuk hayati cair.

Kegiatan dihadiri oleh Brigjen TNI Rido Hermawan, mewakili Deputi Sisnas Wantannas RI, Direktur PPTK Gambung Dr. Dadan Rohdiana, Agus Maryono pimpinan Wanatirtha Nusantara, tim peneliti, media dan segenap jajaran PPTK Gambung.


"Kerjasama penelitian pupuk hayati cair menunjukkan hasil positif dan ini merupakan produk bersama yang akan menjadi unggulan. Diketahui bahwa saat ini luas areal teh 108.000 hektar, dan ditargetkan pada tahun 2045 menjadi 123.000 hektar. Harapan saya aplikasi pupuk hayati cair dapat digunakan lebih maksimal" demikian sambutan pembuka Dr. Dadan Rohdiana Kepala Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK) Gambung

Sementara Agus Maryoto pimpinan Wanatirtha Nusantara menyampaikan "penelitian ini mulai dilakukan sejak MOU berjalan 5 bulan lalu dan dari evaluasi akhir hasilnya sangat positif sebagai produk bersama PPTK dan Wanaartha Nusantara. Tentu kami berharap hasil penelitian ini mendapat dukungan oleh Wantannas agar dirasakan multi manfaatnya"

Para tamu undangan disajikan teh unggulan PPTK Gambung dalam suasana penuh keakraban diatas ketinggian 1300 mdpl.



Brigjen Rido Hermawan, M.Sc dalam amanahnya mengatakan "kita terus melakukan upaya dalam menunjang ketahanan pangan berbasis alam serta meningkatkan produktivitas yang baik, terutama bagi petani. Tak lupa diperkuat dengan penyuluh pertanian yang handal. Ada beberapa hal menjadi persoalan bagi petani dan kita harus serius membantu mengatasinya diantaranya: regulasi yang berkaitan dengan harga, wawasan bagi perani yang masih perlu ditingkatkan serta permasalahan stunting masih menghantui"

Yang perlu dilakukan adalah merubah pola pikir petani dan juga masyarakat agar target pertanian menuju ketahanan pangan terwujud. Mulai lah dengan membuat demplot pertanian. Tinggalkan cara lama yang gunakan pola tabur benih langsung, lalu datang saat panen. Mari kita berubah melalui revolusi pertanian, demikian ungkap jenderal yang biasa disapa bang Rido

Cara yang dilakukan melalui penelitian pupuk hayati cair ini adalah pola baru yang menginspirasi. Dengan semangat mengamalkan falsafah Pancasila di segala sendi - sendi kehidupan maka kita yakin akan unggul di segala bidang untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa.

Dalam kesempatan tersebut, para tamu undangan diajak berkeliling kebun teh menyaksikan pemetikan hasil aplikasi penelitian pupuk hayati cair dan melihat fasilitas yang tersedia di PPTK Gambung

Dalam amanah penutupnya, beliau menyampaikan "kita harus mampu melakukan rakayasa pertanian dengan tujuan: masa panen dapat dipercepat, bertani dan bertanam di lokasi yang sama terus - menerus, dengan tetap mempertahankan unsur hara tanah, serta hasil pertanian berlipat ganda. Kami terus mendukung langkah penelitian ini dengan harapan aplikasinya menjadi komoditi unggulan yang mampu mendukung sektor ketahanan pangan" demikian disampaikan oleh Brigjen Rido Hermawan

Kegiatan ditutup dengan penyerahan cinderamata dari PPTK Gambung, yang diserahkan oleh Eko Pranoto kepada Brigjen TNI Rido Hermawan.

0 komentar:

Posting Komentar

 

SEL SURYA

SEL SURYA