Sturman Panjaitan, S.H : Gotong-royong Merupakan Budaya Yang Harus Dipertahankan


Sturman Panjaitan, S.H : Gotong-royong Merupakan Budaya Yang Harus Dipertahankan

Disela kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPRRI di di Hotel Raddison, Batam, pada pertengahan Desember 2020, Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) Mayjen TNI MAR (PURN) Sturman Panjaitan, SH. Mengajak masyarakat agar mempertahankan Budaya Gotong-royong sebagai Warisan Budaya Bangsa yang tidak dimiliki negara lain.

Disamping itu Gotong-royong merupakan perwujudan dari pengamalan nilai Pancasila. Dimana Gotong-royong menjadi modal masyarakat Indonesia untuk mencapai cita-cita yang tertuang dalam pembukaan Undang-Undang Dasar tahun 1945. Dengan bergotong-royong maka akan terbangun kerja-sama, dalam kelompok masyarakat untuk mencapai suatu hasil positif. Untuk itu Budaya Gotong-royong harus dipertahankan ditengah globalisasi maupun digitalisasi saat ini.

Sturman Panjaitan, SH juga meminta pada seluruh masyarakat Kota Batam, Kepri untuk memelihara semangat Gotong-royong dalam menyelesaikan masalah di lingkungan masyarakat, karena Gotong-royong merupakan cirikhas bangsa Indonesia, sebagai salahsatu bagian Budaya Indonesia.

Lebih jauh ditegaskan, bahwa kita harus bersyukur, karena gotong-royong merupakan budaya maupun tradisi di masyarakat yang telah tumbuh dan berkembang dalam kehidupan sosial masyarakat Indonesia yang majemuk. serta menjadi kebiasaan secara turun-temurun. Dalam menyelesaikan pekerjaan seseorang maupun kelompok, dengan saling membantu satu sama lain, sehingga pekerjaan cepat selesai, ringan dikerjakan dan memupuk toleransi antar sesame, ditengah keberagaman masyarakat, tanpa memandang perbedaan suku, ras maupun agama, untuk itulah mari tingkatkan semangat kegotong-royongan dilingkungan kita, pintanya.

Sturman Panjaitan, SH juga mengajak Masyarakat dan Pemuda di Batam ini, untuk senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan, dengan turutserta memerangi Radikalisme, jangan sampai kita terpancing dengan paham radikalisme, mari kita melaksanakan perilaku gotong-royong, membangun kebersamaan untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sturman Panjaitan SH melihat, bahwa Pemuda sangat rentan terpapar paham radikalisme, oleh karena itu sangat penting dilaksanakan sosialisasi 4 Pilar MPRRI ini, agar Para Pemuda tidak terpengaruh dengan berita bohong atau hoaxs yang dapat memecah belah persatuan bangsa, untuk itu para pemuda harus bisa berhati-hati dalam bermedia sosil, gunakan media sosial dengan bijak dan benar, pintanya. (Red).

0 komentar:

Posting Komentar

 

SEL SURYA

SEL SURYA