Problem Partai Demokrat, Moeldoko Salah Sasaran


Problem Partai Demokrat, Moeldoko Salah Sasaran

 

Partai Demokrat kembali bergejolak dengan munculnya dua kepemimpinan, yang keduanya mengaku Sah sebagai Ketua Umum DPP Partai Demokrat, dan polemic tersebut ditanggapi serius oleh Tokoh Sriwijaya, Ketua Dewan Pembina DPP Generasi Muda SRIWIJAYA yang juga Ketua Umum  Laskar Sriwijaya, Sadek SH, berikut petikan wawancaranya.

 

Bagaimana tanggapan GM Sriwijaya terhadap kemelut Partai Demokrat saat ini ?

Sadek SH : Saya dulu dari tahun 1995 sampai dengan 2010 adalah Ketua Umum DPP Generasi Muda Sriwijaya se Indonesia yang terdaftar nomor 024 di DPP KNPI, dan setelah membaca peraturan peraturan pemerintah tentang organisasi, tentang kepartaian, melihat dan mendengar Bagaimana seharusnya, jadi menurut saya Pak Moeldoko itu salah sasaran, Alasannya kenapa ?, karena seharusnya dalam KLB itu harus ada perwakilan minimal dua pertiga dari pada seluruh pengurus resmi, kemudian mendapat restu dari Dewan Pertimbangan partai dan lain-lain. Sehingga kongres itu boleh dikatakan benar, baik, dan sesuai dengan aturan main.

Kalau model yang dilaksanakan dalam Konggres Luar Biasa Partai Demokrat Deli Serdang, Sumatera Utara dan menetapkan pak Moeldoko sebagai ketua Umum Partai Demokrat tersebut, sebenarnya tidak mencukupi syarat-syarat yang harus di penuhi, dan dari segala aspeknya sudah tidak benar, kemudian setingkat Pak Moeldoko mantan Panglima TNI, ini kelihatannya aneh, Kalau yang di “kudeta” itu partai, di mana-mana di seluruh dunia Kalau yang di kudeta itu yang dikudeta itu adalah “Presiden” selaku pimpinan negara, itu baru kudeta, cuman risikonya kalau gagal digantung atau ditembak mati, jadi kalau sekarang ini yang dikudeta Partai Demokrat yang notabene masih sah, diakui pemerintah. bahkan tidak ada masalah dalam partai Demokrat, di bawah pimpinan AHY tersebut. Jadi kalau menurut saya kesimpulanya, tindakan itu salah besar yang dilaksanakan oleh pelaksanaan KLB Deli Serdang Pak Moeldoko dan kawan-kawan itu, termasuk Marzuki Alie dari Sriwijaya yang jadi ikut-ikutan.

 

Media : Kemungkinan dampak negatifnya apa, dalam kasus Demokrat tersebut ?

Sadek SH : Dampak negatifnya yang jelas itu Pak SBY kan mantan Jenderal, dan pak Moeldoko juga mantan Jenderal, sama-sama Prajurit Sapta Marga. Kemudian angkatan AHY itu sebentar lagi rata-rata Letnan Kolonel bahkan Kolonel Angkatan Darat yang berada di seluruh Indonesia. kemudian yang mungkin juga masih ada pengaruh-pengaruh pak Moeldoko di mana-mana, ini bisa terjadi dualisme pendapat-pendapat posisi-posisi dari seluruh anggota Angkatan Darat di seluruh Indonesia, kita kawatir bisa memecah belah bangsa dan membuat embrio kekacauan di negeri ini.

Dampak negatif yang lain, adalah urusan Partai Demokrat ini tidak akan pernah selesai sampai Pilpres nanti, ini bisa membuang-buang energi, buang-buang waktu, kemudian membuat serba salah Simalakama dari seluruh pejabat-pejabat negara, seluruh pimpinan Angkatan Darat, semuanya jadi kacau balau, karena yang beradu ini sama-sama Jenderal begitu.

 

Bagaimana Sumbang saran bapak Sadek ?

 

Sadek SH : Saran saya, demi Ketutuhan bangsa ini, kemidian demi Kesetiaan kepada Sapta Marga dan Sumpah Prajurit, dan kemudian kita tidak boleh lupa, bahwa kakeknya AHY itu, yaitu Kolonel Sarwo Edhie Wibowo, walaupun di bawah pimpinan Jenderal Soeharto, beliaulah pelaksana daripada Pembasmian pemberontakan komunis waktu itu, Andaikata tidak disapu bersih oleh pasukan RPKAD dibawah pimpinan Kolonel Sarwo Edhie dan dibantu oleh seluruh pasukan pasukan Angkatan Darat, yang setia pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, Setia kepada Saptamarga di seluruh Indonesia, tidak pernah akan ada lagi Masjid, tidak akan pernah ada Pesantren, tidak akan ada Habib tidak Anda Kyai, tidak ada santai, sudah tidak ada semua itu segala Kelenteng, Gereja dan lainnya. karena Komunis anti agama, itu yang perlu kita kenang adalah Jasa dari kolonel Sarwo Edhie Wibowo.  jadi kita tidak boleh lupakan begitu saja, sangat besar jasanya kepada umat Islam dan rakyat Indonesia.

 

Berapa besar dampaknya posisi Bapak Presiden Joko Widodo ?

Sadek SH : Walaupun kita bukan orangnya Pak Jokowi, tapi saya sudah bisa mengira-ngira dan prediksi, sebenarnya pak Jokowi terjebak pada Simalakama, mau berpihak ke mana?, sebagai panglima tertinggi Angkatan Perang, Sebagai kepala Pemerintah, sebagai Kepala Negara, maka Pak Jokowi harus memilih, demi Keutuhan Bangsa dan Negera, dan memilih Persatuan dan Kesatuan Republik Indonesia, serta memilih yang benar, untuk itu dalah hal ini pak Jokowi saya berharap bisa menjalankan amanah untuk membela yang Benar, dalam hal ini Presiden Jokowi harus terus terang, agar tidak makan oleh Prediksi, Asumsi, kira-kira, sinyalemen dan yang lain, oleh orang-orang disekitarnya, jadi kami berharap pak Jokowi secepatnya mengambil keputusan untuk membersihkan nama pak Jokowi yang selama ini sudah baik bagi Kami orang Sumatera, walaupun dalam Pilpres pak Jokowi di Sumatera hanya Lampung yang menang, namun tetap berjiwa besar dan tetap membangun Tol Lampung sampai Aceh, juga Trans di Provinsi lain, demi cintanya pada negeri ini, tanpa dendam maupun sakit hati, untuk itu saya beharap konflik Partai Demokrat bisa selesai, dan tidak perlu dengan proses hukum, yang benar adalah partai Demorat dibawah AHY.

 

Apa hal-hal yang perlu dipertimbangkan Pak Moeldoko ?

Sadek SH : hal-hal yang perlu dipertimbangkan adalah kalau terus di proses atau diteruskan ke pengadilan,serta perang urat syaraf, ngomong begini – begitu, maka akan menguras energy, apalagi yang dilawan itu pak SBY, bekas atasannya, orang yang mengangkat pak Moeldoko, kemudian gerakan pak Moeldoko itu, dampaknya terhadap angkatan darat sangat besar, maka saya berharap tidak perlu di perpanjang. Yang paling bagus pak Moeldoko menjadi Satria Sejati, Bikinlah Partai baru, sesuai aturan yang ada, seperti tokoh-tokoh Nasional lain, yang bisa membuat partai,  yang penting ada Cabang di 34 Provinsi dan 500 Kabupaten/Kota, dan didaftarkan serta ikut verifikasi KPU, sehingga bisa mengikuti Pemilu di 2024 mendatang, saya yakin itu bisa dilakukan oleh pak Moeldoko dan kawan-kawan.

Apa Solusi terbaik mengatasi Kemelud ini ?

Sadek SH : Solusi terbaik ya segera kolingdown, hentikan semua gerakan, semua harus berjiwa besar kalau KLB Partai Demokrat Deli Serdang Sumut itu salah, Susun Kepengurusan DPP, DPD hingga DPC Partai baru untuk Deklarasi dan Daftarkan ke Kumham maupun KPU, kalau konflik di Partai Demokrat tidak dihentikan bisa mengganggu stabilitas nasional, serta mengganggu kelangsungan pembangunan saat ini.

Apa alasan pak Sadek ikut bicara masalah ini ?

Sadek SH : Mohon maaf, ya sampai hari ini saya masih Ketua Dewan Penasehat Organisasi Kepemudaan Generasi Muda Sriwijaya se-Indonesia, kemudian banyak kenangan-kenangan yang saya ingat, sewaktu saya menjadi tim pak SBY, Kemudian saya lihat Pak SBY dan Partai Demokrat itu tidak ada masalah dan biasa-biasa saja, dan pak SBY juga pernah menjadi Panglima Kodam Sriwijaya, saya waktu itu sering Jumatan bareng beliau sebelum jadi Presiden, jadi saya pernah menghadap pagi-pagi ke pak SBY, didampingi Kapten Makmum ajudan beliau, banyak surat-surat penghargaan dari pak SBY, jadi saya tau persis, Partai Demokrat itu sejatinya nggak ada masalah apa-apa, kenapa harus dikudeta ? itu persoalannya.

Jadi kalau Pak Moeldoko memang betul-betul berjiwa Jenderal, Buatlah partai, apa susahnya ?, paling habis satu triliun itu selesai.

Apa sikap Bapak Sadek, sebagai Pimpinan Dewan Pembina GM Sriwijaya ?

Sadek SH : Karena meyakini serta mengetahui dengan benar masalah ini, sesuai dengan pengalaman saya di masa lalu, maka saya serukan kepada seluruh anggota GM Sriwijaya di seluruh wilayah Indonesia, baik di pusat maupun di daerah, di cabang-cabang dan seluruh Satgas GM Sriwijaya, serta orang-orang yang kenal kepada saya, dan pernah bertemu dengan saya, supaya kita berdiri di belakang AHY dalam masalah Partai Demokrat ini, karena “Yang benar akan tetap benar, dan yang benar akan tetap menang”, itu pesan Jenderal Nasution waktu melaksanakan penguburan jenazah para Pahlawan Revolusi di Kalibata waktu itu. itulah pesan saya, dalam hal ini DPP GM Sriwijaya berdiri di belakang AHY, demikian Terima kasih.

0 komentar:

Posting Komentar

 

SEL SURYA

SEL SURYA