STP Trisakti Gelar Teleconference Bangun Kembali Kerjasama Dengan IMI Switzerland


STP Trisakti Gelar Teleconference Bangun Kembali Kerjasama Dengan IMI Switzerland
Dalam upaya meningkatkan kerjasama dengan Perguruan Tinggi di luar negeri, untuk menghasilkan lulusan berdaya saing global serta mampu menghadapi tantangan dan persaingan tingkat nasional maupun internasional, pada Selasa 16 Maret 2021, Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti (STP Trisakti) menggelar pertemuan berbasis elektronik secara langsung (teleconference) dengan pembicaraan interaktif didalamnya, antara Pimpinan STP Trisakti dengan IMI University Switzerland.

Presiden Direktur yang juga Pendiri IMI University Swiss, Prof Andrew Murray dalam kesempatan tersebut menegaskan, bahwa hingga hari ini Perkuliahan IMI Switzerland juga belum melakukan tatap muka, proses perkuliahan masih dilakukan secara online, hal ini disebabkan lambatnya vaksinasi di Swiss.


Prof Andrew Murray juga mengucapkan terimakasih atas kerjasama yang sudah berjalan hingga 14 tahun dengan STP Trisakti, dalam pertukaran mahasiswa maupun dosen, kerjasama selama ini sudah berjalan dengan baik, untuk itu kedepan diharapkan bisa ditingkatkan kembali, dan kami juga mengucapkan terimakasih pada Alumni yang turutserta membangun kerjasama internasional ini, paparnya.


Sementara Wakil Ketua III STP Trisakti, Ismet Emier Osman juga menjelaskan, bahwa teleconference ini sebagai upaya tindaklanjut kerjasama dengan IMI Switzerland, dimana kerjasama sudah dilakukan kuranglebih 14 tahun, dengan kerjasama program double degree, dimana sudah hampir 50 alumni program pertukaran mahasiswa tersebut, bahkan hingga hari ini masih ada Mahasiswa STP Trisakti yang kuliah di IMI Swiss, meskipun tidak dengan tatap muka, namun masih ada mahasiswa STP Trisakti di sana.


Melalui teleconference hari ini kita juga ingin mengupgrade kembali kerjasama dengan IMI, serta meningkatkan kapasitas atau kemampuan masing-masing institusi, untuk menciptakan pengiriman mahasiswa, serta menghasilkan lulusan yang berkualitas, nanti kedepannya setelah Pandemi Covid 19 berakhir, serta masuk pada era new normal, tentu banyak perubahan - perubahan yang akan kita adaptasi seperti Kurikulum, yang mana sebelumnya tidak ada protokol kesehatan, dan sekarang dunia industri pariwisata sudah menerapkan protokol kesehatan, khusus untuk destinasi wisata maupun industri pariwisata.


Oleh karena itu kita nanti ingin sama-sama akan mengupgrate dari sisi kurikulum, khususnya apa yang dibutuhkan pada saat kita sudah dalam masa era new Normal itu, kita bisa sisipkan di kurikulum, sehingga mahasiswa kita nanti yang lulus dari sana mendapatkan pengalaman, tidak hanya pengalaman khusus di bidang dunia industri pariwisata tapi tentang pengalaman dalam menghadapi kondisi-kondisi yang tidak kita perkirakan sebelumnya, jadi kita bisa sama-sama kita tingkatkan kembali kualitas daripada kurikulum maupun lulusannya, tegas Ismet Emier Osman. (Red).

0 komentar:

Posting Komentar

 

SEL SURYA

SEL SURYA