Temuan Baru Kasus Bom Makasar

*

Temuan Baru Kasus Bom Makasar

Terkait penangkapan empat terduga teroris di Condet, Jakarta Timur dan Cibarusah, Bekasi, pihak penegak hukum hingga kini masih mendalami keterlibatan terduga teroris tersebut. Terlebih, dua diantara para tersangka tersebut sempat terlihat di sidang mantan pimpinan FPI di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur.

Menanggapi hal tersebut, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Yusri Yunus mengatakan bahwa keterkaitan antara terduga teroris dengan FPI masih dalam penelusuran Pihak Kepolisian. Hal ini juga dilakukan lewat barang bukti yang didapatkan pada saat operasi penangkapan.

“Apakah ada korelasinya dengan salah satu ormas terlarang yang sudah dinyatakan oleh pemerintah, korelasinya seperti itu iya memang ada beberapa kita temukan barang bukti di situ,” ujar Yusri.

Sementara itu, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Rumadi Ahmad, menyatakan bahwa pemerintah tidak memiliki niat untuk mengaitkan masalah terorisme dengan FPI. Namun, ketika ada atribut FPI yang ditemukan polisi dalam penggeledahan, itu jadi temuan barang bukti polisi.

"Tidak ada keinginan khusus dari pemerintah untuk mengaitkan semua persoalan dengan FPI. Soal terorisme itu semata-mata tindakan terorisme bisa dideteksi sedini mungkin. Jadi tidak secara khusus pemerintah menggiring opini, ingin memojokkan satu kelompok," ucap Rumadi.
Terkait penangkapan empat terduga teroris di Condet, Jakarta Timur dan Cibarusah, Bekasi, pihak penegak hukum hingga kini masih mendalami keterlibatan terduga teroris tersebut. Terlebih, dua diantara para tersangka tersebut sempat terlihat di sidang mantan pimpinan FPI di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur.

Menanggapi hal tersebut, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Yusri Yunus mengatakan bahwa keterkaitan antara terduga teroris dengan FPI masih dalam penelusuran Pihak Kepolisian. Hal ini juga dilakukan lewat barang bukti yang didapatkan pada saat operasi penangkapan.

“Apakah ada korelasinya dengan salah satu ormas terlarang yang sudah dinyatakan oleh pemerintah, korelasinya seperti itu iya memang ada beberapa kita temukan barang bukti di situ,” ujar Yusri.

Sementara itu, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Rumadi Ahmad, menyatakan bahwa pemerintah tidak memiliki niat untuk mengaitkan masalah terorisme dengan FPI. Namun, ketika ada atribut FPI yang ditemukan polisi dalam penggeledahan, itu jadi temuan barang bukti polisi.

"Tidak ada keinginan khusus dari pemerintah untuk mengaitkan semua persoalan dengan FPI. Soal terorisme itu semata-mata tindakan terorisme bisa dideteksi sedini mungkin. Jadi tidak secara khusus pemerintah menggiring opini, ingin memojokkan satu kelompok," ucap Rumadi.

0 komentar:

Posting Komentar

 

SEL SURYA

SEL SURYA