Webinar Kebangsaan Dalam Memperingati Hari Kebangkitan Nasional & HUT IP-KI ke 67 Tahun

 


Webinar Kebangsaan Dalam Memperingati Hari Kebangkitan Nasional & HUT IP-KI ke 67 Tahun


Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IP-KI) sebagai organisasi nasional yang didirikan oleh para pejuang kemerdekaan Indonesia, pada 20 Mei 2021 tepat berusia 67 tahun, dan kini IP-KI terus berupaya menanamkan semangat Kejuangan di kalangan Pemuda, dan pada Kamis 20 Mei 2021, dari Pukul 15.30 s.d 17.30 WIB, Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional dan HUT IP-KI ke 67 Tahun digelar Webinar Kebangsaan Diskusi Interaktif secara Virtual.



Seminar online tersebut diselenggarakan oleh DPP IP-KI & UNITI bekerja sama dengan Bhakti Untuk Negeri, sementara Topik yang diambil "NAPAK TILAS KEBANGSAAN JENDERAL BESAR AH NASUTION".


Dengan Pembicara Ibu Hendrianti Sahara Nasution (Putri Sulung Jenderal Besar AH Nasution), Prof. Dr. Anhar Gonggong (Sejarawan Indonesia), Bapak Bambang Sulistomo, SIP, M.Si (Ketua Umum DPP IP-KI), Bapak Baskara Sukarya (Ketua Umum UNITI), Bapak M. Fuad Nasar (Sesdirjen Bimas Islam Kemenag RI / Pemerhati Sejarah) dan Host Troy Vladznovsky (Founder Bhakti Untuk Negeri).


Untuk peserta dapat mengikuti Webinar ini, melalui Link zoom serta juga dapat di ikuti melalui Channel YouTube Bhakti Untuk Negeri.



Ketua Umum IP-KI, Bambang Sulistomo, S.IP, MSi, melihat AH Nasution lebih pada sifat kejujuran dan sikap yang sangat aktif karena sebagai Perwira yang dibentuk oleh kennil, yang sangat mumpuni sebagai Tentara Profesional dan mengabdi pada bangsa dan negara, bukan pada golongan.


Sebagai Perwira PETA yang lahir di Sumatera Utara, saat itu AH Nasution bereaksi keras terhadap DPR yang ingin campur tangan terhadap Militer, sehingga terdampak akan jabatannya, hingga sempat dicopot dari jabatannya, namun pada tahun 1954, AH Nasution mendirikan IP-KI untuk membendung gerakan radikal.


Mesti IP-KI pernah menjadi salah satu partai politik di negeri ini, namun saat ini IP-KI tidak akan menjadi Parpol, karena kehidupan politik saat ini sebelum bangsa bisa mewujudkan tegaknya keadilan, IP-KI lebih memilih berjuang diluar legeslatif maupun Pemerintahan, untuk mewujudkan keadilan dan kesejahteraan rakyat, tegas Putra Bung Tomo yang saat ini sebagai Ketua Umum IP-KI.


Bambang Sulistomo, S.IP, MSi, juga berharap pada para tokoh nasional saat ini untuk bisa memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan rakyat, IP-KI prihatin saat ini banyak Tokoh nasional yang memikirkan kelompoknya sendiri, bahkan menyiapkan diri menghadapi Pemilu/Pilpres 2024, dan hari ini kita membahas perjuangan AH Nasution dalam webinar kebangsaan, Karena untuk menghargai jasa-jasa beliau dan terus menanamkan semangat Kejuangan pada seluruh generasi penerus bangsa, tegasnya.



Sejarawan Indonesia Prof Anhar Gonggong dalam paparannya melihat bahwa saat itu dari tahun 1945 sd 1959 merupakan waktu peralihan dan melepaskan diri dari penjajahan Belanda, dan bangsa ini belum punya sistem politik, baik posisi DPR maupun posisi Tentara, karena DPR adalah sifatnya sementara, bahkan sudah muncul pemberontakan-pemberontakan, sementara Politisi belum punya pengalaman dalam berpolitik, sehingga DPR ingin ikut campur pada masalah Tentara, sehingga AH Nasution menolak campur tangan politisi di tubuh Tentara Nasional Indonesia.


Prof Anhar Gonggong juga melihat, bahwa AH Nasution dikenal dekat dengan Ulama di Partai NU, untuk minta masukan Ulama, dalam memberikan masukan kepada Presiden Soekarno, di situlah kita tahu, sikap AH Nasution agar keputusan Pemerintah yang konstitusi juga mendapat dukungan dari Ulama serta Partai Islam, ungkap Prof. Anhar Gonggong.


Hendrianti Sahara Nasution, putra sulung AH Nasution juga mengungkapkan bahwa bapak AH Nasution merupakan sosok yang cinta sejarah, hingga banyak menulis perjuangan beliau sendiri, saya bangga dengan bapak Nasution maupun ibu, yang sama-sama mempunyai cita-cita yang sama demi Kebangsaan, ungkapnya.


M Fuad Nasar (pemerhati sejarah) juga melihat bahwa AH Nasution merupakan sosok Tokoh yang besar, namun memiliki kepedulian kepada generasi muda, sangat terbuka akan pemikiran beliau, dan AH Nasution sebagai tokoh Nasionalis Religius, seorang Prajurit Pejuang, Pemikir serta Pemimpin Bangsa yang punya integritas total.


Dalam pemikirannya AH Nasution melihat bahwa pejuang kemerdekaan adalah menghantarkan ke pintu gerbang kemerdekaan Indonesia, sementara dalam mewujudkan masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera merupakan tugas generasi muda sebagai penerus bangsa.


Dan pendidikan merupakan Sentral untuk menentukan kemajuan suatu bangsa, dimana melalui Pendidikan harus bisa membentuk generasi penerus bangsa yang berkarakter, jujur dan memiliki moralitas perjuangan, AH Nasution merupakan tokoh negarawan yang mementingkan kepentingan bangsa dan negara diatas kepentingan pribadi, ungkap M Fuat Nasar. (Pry/Nrl)

0 komentar:

Posting Komentar

 

SEL SURYA

SEL SURYA