Lolos Sebagai Calon Peserta Ajang World Schools Debating Championship (WSDC) Tahun 2021, Katiana Indrasasana Siap Bersaing Dengan Peserta Dari Berbagai Negara


Lolos Sebagai Calon Peserta Ajang World Schools Debating Championship (WSDC) Tahun 2021, Katiana Indrasasana Siap Bersaing Dengan Peserta Dari Berbagai Negara

Jakarta  - Bukan hanya anak-anak berbakat dari luar negeri saja yang memiliki kemampuan hebat dan luar biasa tetapi beberapa anak Indonesia pun memiliki keahlian sangat menakjubkan seperti Katiana Indrasasana (16 Tahun) dari sekolah Sekolah Pelita Harapan Lippo Village, Tanggerang, Banten kelas 11 yang telah masuk dalam pembinaan calon peserta ajang World Schools Debating Championship (WSDC) tahun 2021.

Indonesia telah membentuk tim dalam ajang WSDC tahun 2021 di Macau secara daring, yang diselenggarakan oleh WSDC Ltd, England. Pembentukan tim debat Indonesia ini diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional, Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan dengan melakukan pembinaan calon peserta WSDC. Para peserta tersebut merupakan juara Best Speaker pada National Schools Debating Championship (NSDC)  dan independent selection tahun 2020.

S

ementara pembinaan calon peserta WSDC 2021 ini dilaksanakan pada tanggal 10 – 19 April 2021 secara daring. Setelah melaksanakan pembinaan, akhirnya dream team Indonesia terbentuk. 


Perjuangan Katiana diraih tidaklah mudah sudah mencapai titiknya dilakukan lebih kurang selama 3 tahun dengan menggeluti debate. Dalam tiga tahun terakhri ini Katiana selalu mendapatkan penghargaan siswa terbaik (valedictorian) dari sekolahnya, Ia pun mempunyai semangat untuk perlombaan debat.

Saya untuk masuk kedalam Tim Indonesia melakukan banyak berlatih dan memenangkan sejumlah prestasi dan penghargaan dari setiap kompetisi, ujar Katiana melalui media whatapps kepada redaksi,Senin(12/07/2021).

Untuk diketahui Katiana mempunyai banyak prestasi yang hampir setiap tahun didapatkan  seperti penghargaan untuk bidang-bidang mata pelajaran sekolah (matematika, english, ekonomi, bisnis) dan 2 tahun terakhir saya mendapatkan penghargaan valedictorian (Top Student Award), penghargaan Grand Finalist pada Pertandingan National Student Debating Championship (NSDC) yang diadakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tahun 2020 jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA), Young Thinker’s Trophy Awards  tahun 2020 dan menang sebagai Best Speaker 2020 dan Juara 1st Best Speaker merepresentasikan Tim sekolah pada KOMPeK ( Komoetisi ekonomi) yang diselenggarakan oleh Universitas Indonesia tahun 2021.

Topik-topik pembahasan seperti topik filosofi, ekonomi, dan juga environmental, sangat menarik perhatian Katiana. Dari topik-topik tersebut Katiana merealisasikannya dan mendirikan organisasi sendiri: Sampah Sehat. Katiana membuat program dimana orang yang tidak mempunyai BPJS dapat tukar sampah untuk kesehatan. Sampah ini di daur ulang dan dibuat berharga (dijadikan pupuk, mainan, dan lain-lain).

Sebagai alat informasi dari setiap program-program yang Katiana buat dan komunikasi dengan sesama yang membutuhkan, ia membuat website sekaligus semua program-program sampah sehat ada di dalam alamat website  https://sampahsehat.org

Katiana menjelaskan alasannya dalam mengikuti lomba adalah ingin sekali merepresentasikan Indonesia ke jajang internasional dan mengharumkan nama bangsa.

Jajang tertinggi debat yaitu WSDC yang diselenggarakan di Macau pada bulan April 2021 Katiana berhasil masuk Tim Indonesia dan akan membawa nama Indonesia di perlombaan International. 

Setelah berhasil bergabung dengan tim debat Indonesia, Katiana berharap : "Untuk kedepannya saya bisa menginsiprasi banyak anak-anak muda lain dan memberikan performa semaksimal mungkin dalam debat 2 berikutnya terutama dalam WSDC dan disini saya juga mengharapakan dukungan penuh dari pemerintah untuk mencerdaskan dan terus memberikan suportnya agar suatu hari nanti, tim Indonesia bisa meraih lebih banyak lagi prestasi dimata dunia", harapnya.

Selain Katiana , anggota tim debat Indonesia lainnya adalah  Jennifer Taruno dari SMA Budi Utama Yogyakarta, Sofia Malika dari Jakarta International School, Dazzle dari Anglo Chinese School Jakarta, dan Johan dari SMAN 4 Denpasar.

Selain hampir setiap tahun saya mendapatkan penghargaan untuk bidang2 mata pelajaran sekolah (matematika, english, ekonomi, bisnis) dan 2 tahun terakhir saya mendapatkan penghargaan valedictorian (Top Student Award). 

Katiana berharap kedepannya agar dirinya bisa menginsiprasi banyak anak2 muda lain dan memberikan performa semaksimal mungkin dalam debat 2 berikutnya terutama dlm WSDC. Saya juga harapakan dukungan penuh dr pemerintah. mencerdaskan dan terus menberikan suportnya agar suatu hari nanti, tim indonesua bisa meraih lebih byk lagi prestasi dimata dunia, ungkapnya. (Nrl)

0 komentar:

Posting Komentar

 

SEL SURYA

SEL SURYA