Dony Endrassanto ; Diskont Hukuman Terdakwa Tipikor Jangan Sampai Jadi Bumerang.

Dony Endrassanto ; Diskont Hukuman Terdakwa Tipikor Jangan Sampai Jadi Bumerang.

Jakarta, Warta Nusantara.
Belum lama ini, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta memvonis Pinangki dengan hukuman 10 tahun penjara. Namun, majelis hakim Pengadilan Tinggi DKI Jakarta yang diketuai Muhamad Yusuf  memangkas hukuman Pinangki menjadi 4 tahun penjara.

Diketahui, Pinangki terbukti melakukan tiga tinda

k pidana sekaligus, yaitu menerima suap, melakukan pencucian uang, dan melakukan pemufakatan jahat terkait pengurusan fatwa di Mahkamah Agung (MA).

Selain kepada Jaksa Pinangki, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta juga memberikan pengurangan hukuman kepada Djoko Soegiarto Tjandra 1 tahun penjara, dari yang sebelumnya 4,5 tahun menjadi 3,5 tahun.

Sejumlah kalangan mempertanyakan, mengapa para narapidana kasus korupsi justru mendapatkan potongan hukuman?

Dony Endrassanto SH MH salah seorang praktisi hukum ibukota mengatakan jangan sampai diskoun atau pengurangan hukuman akan menjadi bumerang bagi kelangsungan Tipikor selanjutnya, karena putusan hukumnya tidak menimbulkan efek jera bagi pelaku korupsi.

Menurutnya Tipikor akan dianggap enteng , sehingga orang tidak akan pernah takut melakukan korupsi.

" Bisa bisa orang tidak takut lagi melakukan korupsi, karena apa? Karerna discountnya cukup banyak . Ini tidak boleh terjadi " kata Kang Dony (panggilan akrab Dony ) kepada media di kantornya dibilangan Menteng Jakarta Pusat ( Selasa/8/21).

Pimpinan Endrassanto and Fartner  ini  kemudian memaparkan ingin meluruskan dulu , apakah memang benar putusan sudah sesuai dengan koridor hukumnya atau sesuai dengan pakta hukum.dipersidangan

Majelis Pengadilan Tinggi  tentu nya tentu akan memeriksa putusan  Pengadialan Negeri (PN) pada Tipikor tingkat pertama, dan kita harus lihat dulu fakta hukumnya.

"Kalau memang sudah terbukti dipersidangan tingkat pertana tentunya akan menjadi preseden buruk jika mendapatkan diskoun" imbuh Dony.. 

Dony juga melihat ada faktor ketidak adilan dalam pemberian diskon hukuman dalam.kasus Pinangki.

Karena dalam.kasus ini, hanya  dua orang yang mendapatkan diskount  yakni Joko Chandra dan Pinangki, bagaimana dengan dua terdakwa lainnya yakni dua orang polisi mereka enggak dapat apa apa. Jelasnya.

Sehingga menurutnya ini tidak adil  harusnya ada keadilan.

Dony juga mengingatkan seharusnya pihak Jaksa Penuntutnya mengikuti terus keputusan ini.
Jangan sampai terkesan ada Diskriminasi antara Jaksa dan Polisi.

" Meereka itu Jendral , seharus nya ada persamaan hak dimata hukum.
Kalau memang  harus  ada diskount ya diskount semua" pungkas Dony.

0 komentar:

Posting Komentar

 

SEL SURYA

SEL SURYA