Satgas Pamtas Mobile Yonif Para Raider 501/BY Kostrad Beserta Gabungan Apkam TNI-POLRI Telah Mengevakuasi Korban Jatuhnya Pesawat Rimbun Air




Satgas Pamtas Mobile Yonif Para Raider  501/BY Kostrad Beserta Gabungan Apkam TNI-POLRI Telah Mengevakuasi Korban Jatuhnya Pesawat Rimbun Air

Jakarta. Panglima Komando Operasi Gabungan (Pangkoopsgab) Pinang Sirih 03 Brigjen TNI Susilo yang sehari-hari menjabat Asisten Operasi Kaskostrad memberikan apresiasi kepada prajuritnya yang berada di tempat kejadian musibah jatuhnya pesawat Rimbun Air cargo seri Twin Other 300 PK-OTW yang hilang kontak di Pegunungan Wabu Kabupaten Intan Jaya sekitar pukul 08.00 WIT dengan route penerbangan take off dari Kab. Nabire menuju bandara Sugapa. Satgas Pamtas Mobile Yonif PR 501/BY Kostrad yang dipimpin langsung Dansatgas Yonif Para Raider 501 Kostrad Letkol Inf Arfa Yudha Prasetya beserta gabungan aparat keamanan TNI-Polri lainnya telah mengambil langkah yang cepat dan efektif untuk melaksanakan operasi SAR terhadap korban musibah jatuhnya pesawat Rimbun Air. “Tutur Brigjen TNI Susilo”.

Hal tersebut disampaikan Perwira Penerangan Koopsgab Pinang Sirih 03 Letda Chk Hadismar Anwar Lubis, S.H,  dalam rilis tertulisnya di Markas Komando Operasi Gabungan (Koopsgab) Pinang Sirih 03 di Timika, Kamis (16/09/2021).

Lebih lanjut Letda Chk Hadismar Anwar Lubis, S.H,  menyampaikan, bahwa disamping melaksanakan tugas operasi, Koopsgab Pinang Sirih 03 juga melaksanakan tugas SAR dalam rangka Respon cepat terhadap musibah jatuhnya pesawat Rimbun Air cargo seri Twin Other 300 PK-OTW yang dilaksanakan di medan yang cukup curam dalam guyuran hujan serta terbatasnya jarak pandang pada malam hari di dalam hutan yang memiliki vegetasi sangat rapat.

Adapun langkah-langkah yang diambil sebagai berikut :
1) Pukul 08.50 WIT, Helly bermuatan Cargo dari Enarotali tiba di bandara Bilorai selanjutnya crew Helly menyampaikan informasi tentang adanya pesawat Rimbun air  PK-OTW yang mengalami hilang kontak sesaat sebelum melakukan pendaratan di Bandara Sugapa.

2) Pukul 10.50 WIT, setelah melaksanakan surveillence dengan menggunakan drone, Dansatgas YPR 501 bersama aparat keamanan gabungan TNI-Polri dan Basarnas menuju Pos Satgas YPR 501 di TK Bilogai yang berdekatan dengan TKP untuk merencanakan serta  memberikan briefing singkat tentang rencana evakuasi kepada seluruh Tim gabungan yang terlibat dalam pelaksanaan evakuasi.

3) Hingga pukul 20.00 WIT, proses evakuasi terhadap 3 jenazah korban oleh gabungan aparat keamananTNI-Polri, Basarnas dan masyarakat masih berlangsung ditengah hutan belantara yang berkabut dan kondisi medan yang curam.

4) Pukul 23.50 WIT, rombongan aparat keamanan TNI-Polri dan masyarakat yang melaksanakan evakuasi ke tiga korban pesawat Rimbun Air PK OTW tiba di bandara Bilorai Sugapa Kab. Intan Jaya dilanjutkan disemayamkan di ruang tunggu bandara (Posko Evakuasi), dengan pengamanan dari Satgas Yonif PR 501/BY dan Yonif 521.

5) Pukul 00.12 WIT, pihak maskapai Rimbun Air yang diwakili oleh Kapten Novandi dan Kapten Yogi mengucapkan terima kasih kepada pihak TNI-Polri dan masyarakat yang telah membantu melakukan pencarian hingga evakuasi ketiga korban.

Direncanakan ketiga jenazah korban jatuhnya pesawat Rimbun Air PK OTW akan diberangkatkan besok pagi dari bandara Bilorai Sugapa ke Timika. Sampai dengan saat ini, sebagian personil tim gabungan TNI-Polri dan Basarnas masih berada di TKP jatuhnya pesawat Rimbun Air PK OTW untuk mengamankan black box dalam rangka proses selanjutnya. (Penkostrad).

Autentikasi
Kapen Kostrad, Kolonel Inf Haryantana, S.H.

0 komentar:

Posting Komentar

 

SEL SURYA

SEL SURYA