UID Gelar Webinar, Tingkatkan Karakter Pramuka, Dengan Konten Kreatif dan Inovatif


UID Gelar Webinar, Tingkatkan Karakter Pramuka, Dengan Konten Kreatif dan Inovatif

Dalam turut serta mendukung pembentukan karakter generasi penerus bangsa berwawasan kebangsaan di era digital melalui gerakan Pramuka, Universitas Islam Jakarta menggelar webinar nasional.


Dalam sambutannya saat membuka Webinar, Rektor Universitas Islam Jakarta (UID) Prof. Raihan mengapresiasi panitia yang luar biasa sudah bekerja keras menyiapkan webinar ini, sehingga 374 Pramuka dari seluruh wilayah Indonesia bisa turut serta dalam webinar ini. 

Mesti dalam Pandemi Covid -19, UID masih bisa memberikan informasi, baik dalam hal perkembangan tentang keadaan ilmu pengetahuan serta keterkaitannya dengan aktivitas dalam bidang-bidang tertentu dan melibatkan para pihak yang berkepentingan di dunia Media elektronik dan sosial media.

Masyarakat Indonesia 50% telah menggunakan fasilitas internet dan melakukan komunikasi dengan dunia luar, sehingga Webinar bersama para Pramuka Indonesia ini telah mengingatkan saya pada 50 tahun lalu, saat aktif menjadi Pramuka, mulai siaga penggalang, Penegak dan Pandega, tentunya para peserta lebih dari hal ini 370 yang ikut Webinar ini adalah generasi Milenial dan generasi Z, tentunya ini sangat menggembirakan karena bisa bersama-sama mengikuti webinar hari ini.


Kita ketahui bahwa gerakan Pramuka merupakan organisasi pendidikan non formal serta amanat Undang-Undang, yang saat ini merupakan kegiatan pada level pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi, dimana berdasarkan data Kepanduan dunia, jumlah anggota Pramuka Indonesia terbesar di dunia dan tercatat lebih dari 21,8 juta Pramuka, merupakan kontribusi 52% kepanduan dunia dalam hal melakukan kegiatan di masa yang akan datang, dan tentunya dengan 21,8 juta jiwa tersebut merupakan gerakan merubah mental manusia Indonesia.

Dasa Darma Pramuka tidak pernah berubah dari dulu hingga sekarang untuk membentuk pribadi pembinaan karakter yang positif, membangun jati diri yang disebut di dalam Dasa Darma Pramuka, yaitu bertakwa, berakhlak, berjiwa Patriotik yang juga ada di dalam Dasa Darma.


Pramuka harus rajin dan gembira, dan Webinar ini untuk mengasah keterampilan adik-adik Pramuka, di mana dalam pembinaan Pramuka yang sarat dengan menanamkan nilai-nilai karakter, terutama kepedulian sesama dan lingkungan.


Dan di era informasi saat ini gerakan Pramuka mempunyai kewajiban untuk mampu serta mempunyai ketrampilan mengisi ruang digital dengan konten-konten yang kreatif, positif serta tidak terpengaruh dengan konten-konten negatif.

Pramuka harus bisa bersama-sama menguatkan karakter, moral dan etika untuk menyikapi dan mampu memfilter informasi yang ada di sosial media,Pramuka harus mempunyai gagasan dalam beraktivitas kreativitas dengan inovasi inovasi menggunakan teknologi yang berkembang di Indonesia, pinta Prof Raihan.

Neny Rahmawati.M.Pd dalam paparannya webinar Ekspresi Generasi Millenial dan Media Sosial mengaku bangga dengan seragam Pramuka, dimana Pramuka merupakan jembatan emas untuk meraih cita-cita.

Berkaitan dengan generasi Milenium yang kehidupannya banyak dipengaruhi oleh smartphone serta media sosial yang mempengaruhi pola pikir maupun tindakan, harus mampu memanfaatkan dengan penuh kreativitas.

Generasi milenial lebih suka melakukan sesuatu dengan instan, serba cepat, hanya terkadang lebih mudah merasa bosan namun pola pikirnya sangat kritis terhadap masalah sosial seperti senang membuat mural untuk menyikapi masalah sosial.

Dengan gerakan masih berbasis multimedia ini, sebagai seorang Pramuka, sekarang apa yang Anda bisa lakukan buat negeri ini dengan inovasi dan kreativitas guna turut membantu memecahkan kebuntuan di masyarakat.

Marilah melalui webinar yang di gelar Universitas Islam Jakarta (UID) hari ini kita membangun interaksi dengan membuat berbagi informasi tentang ide brilian dan kekinian, Dimana kita bisa membuat konten dengan cepat apalagi dengan leher merah putih berseragam Pramuka mulailah menjadi anggota Pramuka yang memiliki gaya nalar berpikir kritis, kreatif dalam membuat konten penuh inovasi, baik di bidang seni tari, seni lukis, seni lukis dan kreativitas lain dalam bentuk digital. Kemudian diviralkan di youtube channel maupun media sosial lain. Seperti Gubernur Jawa Tengah Ganjar pranowo mau melakukan aktivitas seni yang kemudian juga dipublikasikan melalui YouTube. hari ini 370 peserta webinar harus memulai dari sekarang. Jadilah Pramuka dengan konten kreator yang baik dan bermanfaat bagi masyarakat, pinta Kak Neny.

M Hafidz dalam paparannya dengan tema "Menjadi Kreator Yang Inovatif di Media Sosial," mengajak Adik-adik Pramuka untuk membuat Medsos yang baik, bisa tulisan, video dan suara dengan penuh konsisten.

Dan untuk menjadi kreator, maka karya-karya kita harus berbeda dan menjadi hal baru, yang belum termuat oleh orang lain, buatlah konten sederhana dan bermakna buat orang banyak, ikutilah trend namun  jangan hilangkan identitas kita. Serta dengan cara kita sendiri, bukan copas.

Agar karya kita lebih cepat atau mudah di kenal maka karya kita harus punya pembeda, kalau saya pakai nama Hafidz mungkin tak mudah di kenal, maka saya pakai Dagu Coklat, sehingga berbeda dan mudah dihafal dan menjadi konten berbeda.

Viralkan konten kreatif anda, karena mudah meskipun bisa dihujat, karena vital juga bisa mewujudkan keinginan kita dan bisa dinikmati masyarakat banyak, pintanya.

0 komentar:

Posting Komentar

 

SEL SURYA

SEL SURYA