Universitas Islam Jakarta Gelar Webinar Masa Taaruf Mahasiswa, Bahas Merdeka Belajar - Kampus Merdeka


Universitas Islam Jakarta Gelar Webinar Masa Taaruf Mahasiswa, Bahas Merdeka Belajar - Kampus Merdeka


Masa Taaruf Mahasiswa (Mastama) sebagai tradisi mengawali Perkuliahan di Universitas Islam Jakarta (UID), yang digelar Rabu, 15 September 2021 berbeda dengan kegiatan Mastama di tahun-tahun sebelumnya, dimana Jakarta yang saat ini masih berada pada PPKM Level 3, maka kegiatan Mastama dilakukan secara Daring, untuk menjelaskan akan tata-tertib, peraturan dan Proses Perkuliahan di Universitas Islam Jakarta, sebagaimana Program Pendidikan Tinggi Merdeka Belajar - Kampus Merdeka pada Mahasiswa baru tahun akademik 2021 - 2022.


Rektor Universitas Islam Jakarta Prof. Raihan dalam pencerahannya menjelaskan tentang sistem pendidikan di Indonesia saat ini, sebagaimana yang diungkapkan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Nadiem Makarim dalam kebijakannya yang tertuang dalam Merdeka Belajar - Kampus Merdeka.


Sistem pendidikan di Indonesia mulai tahun 2019 telah mengalami perubahan yang cukup berarti, di mana memberikan inspirasi, dan ini menjadi cita-cita seluruh bangsa, yang berkaitan dengan link and match di Perguruan Tinggi, terhadap dunia usaha. Kalau dahulu kuliah 8 semester di kampus dengan SKS yang cukup padat, antara 144 sampai 166 SKS, namun mulai hari ini para mahasiswa hanya menerima 5 semester di kampus, ini berarti lebih singkat kuliah di perguruan tinggi, dibandingkan dengan sekolah di SMA/K yang 6 semester, sementara di perguruan tinggi hanya 5 semester berada di kampus dalam menimba ilmu, sesuai dengan kompetensi bidang keilmuannya masing-masing.


Tentunya Universitas Islam Jakarta menyesuaikan kebijakan pendidikan tinggi Mendikbudristek, serta menyesuaikan dengan tujuan pendidikan di Indonesia, yaitu menciptakan Sumber Daya Manusia Indonesia yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta mempunyai akhlak yang baik, akhlak mulia, sehat jasmani dan rohani, berilmu, cakap, kreatif, Mandiri, trampil serta memiliki kompetensi di bidang – bidangnya, dan menjadi warga negara yang demokratis, bertanggungjawab, mempunyai integritas dan berbudaya untuk kepentingan bangsa dan negara.

Tujuan pendidikan tinggi sangat sarat dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, baik secara individu maupun kelompok. Yang pada akhirnya masyarakat Indonesia mempunyai standar dalam mewujudkan Link and Match, serta bisa berkomunikasi yang baik, berkolaborasi, mempunyai sistem yang baik. sehingga diharapkan para mahasiswa akan mendapatkan pendidikan sebagaimana Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengembangan, dan Pengabdian Kepada Masyarakat.

Sesuai Undang-Undang Nomor 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, Indonesia akan menyiapkan SDM di era industri 4.0. ini tentunya tidak lain adalah menciptakan sumber daya manusia yang unggul, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, yang nanti menjadi pemimpin-pemimpin masa depan yang mempunyai kualitas yang baik, oleh karenanya Merdeka Belajar - Kampus Merdeka akan mengganti 3 semester yaitu semester 6,7 dan semester 8, kalau dulu masih diisi kuliah dan penelitian untuk skripsi, namun saat ini ini diganti dengan aktivitas, baik itu kegiatan magang, pertukaran mahasiswa antar kampus, kuliah kerja nyata, melakukan kegiatan entrepreneurship/kewirausahaan, riset, studi independen, penelitian maupun kegiatan mengajar pada semester tersebut.dan mahasiswa akan didampingi seorang pembimbing, untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Merdeka Belajar - Kampus Merdeka mempunyai konsep, bahwa perguruan tinggi wajib memberikan kesempatan pada mahasiswa untuk secara sukarela, dapat mengambil SKS di luar perguruan tinggi sebanyak 2 semester, sebagai bentuk kegiatan adalah 5 semester di Kampus dan 3 semester diluar Program Studi yang diambil, atau kegiatan diluar kampus, oleh karena itu ada perubahan, bahwa setiap SKS diartikan bukan lagi jam belajar, tetapi merupakan sebagai kegiatan, paparnya.

Delapan kegiatan yang ditawarkan berkaitan dengan 3 semester diluar kuliah di kampus, diantaranya "Pertukaran mahasiswa",  dimana mahasiswa berkesempatan kuliah di kampus lain, baik di dalam maupun di luar negeri, mahasiswa diberi kesempatan untuk mempunyai pengalaman dan mempunyai perbandingan, berkaitan dengan pengetahuan keilmuan.

Kegiatan lain adalah Magang/Transfer Kerja, jadi mahasiswa Fakultas Hukum bisa magang di dunia industri, Fakultas Teknik boleh melakukan kegiatan bidang lain, seperti mengajar di satuan pendidikan, baik di Sekolah Dasar, SMP maupun SMA/K, jadi tentunya bahwa seorang mahasiswa bahwa meningkatkan potensinya, tidak selalu linear bekerja pada bidang kompetensinya, sehingga kemungkinan mahasiswa yang ada mempunyai kemampuan - kemampuan lain, yang belum tergali. sehingga para mahasiswa bisa mengembangkan potensinya di luar kompetensi yang akan digeluti di dunia kerja nantinya.

Disamping itu mahasiswa bisa melakukan penelitian bersama dengan dosen, atau bersama dengan senior di kampus atau penelitian yang sifatnya mandiri, kegiatan lain adalah proyek kemanusiaan, misalkan di masa pandemi, banyak relawan yang membantu upaya dalam memberikan penyuluhan, membantu dokter atau perawat menangani masalah Pandemi Covid 19, juga relawan bencana Banjir, Gempa atau bencana yang lain.

Disamping itu kegiatan Wirausaha, ini nantinya mahasiswa juga diberi kesemaptan mengasah potensi kewirausahaan mulai dari perencanaan, produksi hingga pemasaran, ini merupakan pengganti mata kuliah, dan rencana dari 8 kegiatan tersebut akan ditambah dengan Bela Negara, dan kegiatan tersebut akan diikuti perkuliahan di UID, dalam mahasiswa menyelesaikan studi Merdeka Belajar - Kampus Merdeka, yang nanti di mulai di semester 6, dan saat ini UID sedang menyiapkannya, jika nantinya mahasiswa akan magang, dengan persetujuan dosen pembimbing serta seleksi akademik, nantinya kegiatan tersebut akan dinilai dosen pembimbing dan dunia industri, yang harus di laporkan ke Dikti yang di konversi di sejumlah SKS dengan sertifikat, baik sertifikat nasional maupun internasional, tegas Prof Raihan.

Sementara pembekalan Bela Negara, yang dibawakan oleh alumni S2 UID, yaitu Letkol TNI Muftiono, S.Ag, MA, Wakabintaldam Kodam I  Bukit Barisan, dengan tema "Pembinaan Kesadaran dan Bela Negara" yang disampaikan secara online, menegaskan, bahwa Bela Negara harus di hayati dan di amalkan, dimana Pemuda yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan bangsa, harus kuat dan tangguh, serta mampu memahami nilai-nilai kebangsaan, mahasiswa harus mampu menggali nilai-nilai bangsa Indonesia tentang bela negara.

Negara Kesatuan Republik Indonesia yang luas wilayahnya serta memiliki Sumber Daya Alam yang luar biasa, sebagai penerus bangsa kita memiliki beban yang berat, untuk menjaga keutuhan NKRI, serta harus mampu mengisi pembangunan, agar SDA bisa kita olah untuk kesejahteraan rakyat Indonesia, karena kalau kita tidak mampu akan dikuasai oleh asing, tegasnya. (Nrl).

0 komentar:

Posting Komentar

 

SEL SURYA

SEL SURYA