WORKSHOP GNRM UNIVERSITAS ISLAM JAKARTA


WORKSHOP GNRM UNIVERSITAS ISLAM JAKARTA

Universitas Islam Jakarta (UID), dengan dukungan dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) dan Forum Rektor Indonesia (FRI) Pada hari Sabtu 25 September 2021 menyelenggarakan Workshpop bertema “Penguatan Kepedulian Dosen dan Mahasiswa Terhadap Pembangunan Berkelanjutan dan Kelestarian Lingkungan Melalui Penanaman Mangrove di Pesisir Jakarta”. Workshop diselenggarakan secara luring dan daring. 

Worksop dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Islam Jakarta, Prof. Dr. Ir. Raihan, dengan menghadirkan dua narasumber utama dalam workshop tersebut.

Dr. Drs. Suyud Warno Utomo M.Si dari Sekolah Lingkungan Universitas Indonesia selaku Narasumber pertama, dan Narasumber kedua adalah Ir. Suharini Eliawati M.Si, selaku Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian Prov. DKI Jakarta, yang dalam hal ini diwakili oleh Bapak Imam Fitrianto, selaku Kepala Bidang Kelautan Prov. DKI Jakarta. 

Dalam sambutannya, Rektor UID, Prof Raihan mengemukakan pentingnya dosen dan nahasiswa untuk peduli dengan pembangunan berkelanjutan dan pelestarian lingkungan, termasuk lingkungan pesisir.

Hal ini sejalan dengan amanah Undang-Undang bahwa wilayah pesisir merupakan bagian dari sumber daya alam dan merupakan kekayaan yang dikuasai oleh negara, yang perlu dijaga kelestariannya dan dimanfaatkan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat, baik bagi generasi sekarang maupun bagi generasi yang akan datang. 

Sementara narasumber pertama Dr. Drs. Suyud Warno Utomo M.Si menyampaikan materi bagaimana dosen dan mahasiswa bisa melakukan pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan. Nara sumber pertama mengemukakan beberapa poin sebagai berikut; pada dasarnya setiap kegiatan akan selalu menimbulkan dampak terhadap lingkungan; telah terjadi degradasi Lingkungan baik fisik, kimia, hayati dan sosial-ekonomi; bencana lingkungan telah terjadi dimana mana; diperlukan upaya keterpaduan dalam pengelolaan lingkungan hidup; dampak positif harus dimaksimalkan dan dampak negatif diminimalkan.

Sementara itu, narasumber kedua mengemukakan bahwa hutan mangrove mempunyai peran yang penting masyarakat, utamanya masyarakat. Peran hutan mangrove dapat dilihat dari aspek sosial, ekonomi, maupun ekologi. Beberapa peran hutan mangrove antara lain adalah menjaga garis pantai agar tetap stabil, mencegah terjadinya erosi laut, serta sebagai perangkap zat-zat pencemar dan limbah. Hutan mangrove juga merupakan wilayah berkembang biak, tempat memijah, dan mencari makanan untuk berbagai organisme yang bernilai ekonomis khususnya ikan dan udang. Mengingat pentingnya hutan mangrove bagi masyarakat, maka Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk menjaga dan mengelola hutan mangrove secara berkelanjutan.(red)

0 komentar:

Posting Komentar

 

SEL SURYA

SEL SURYA